Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
MEDAN I SUMUT24.CO
Baca Juga:
- Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
- Wali Kota Menyambut hangat kehadiran Rektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
- Dr. Hendra Gunawan Pimpin PSI Asahan : Optimis Sasarkan 5 Kursi DPRD, Terbuka untuk Semua Elemen Masyarakat
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mensosialisasikan Kebijakan Sistem Pembayaran Terkini Uang Elektronik dan Quick Respon Indonesia Standard (QRIS) kepada mahasiswa di Gedung Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU) Jumat (1/11/2019) siang.
Bertujuan untuk mempermudah perputaran ekonomi untuk bisa lebih cepat dan lebih baik, sehingga di level UMKM dapat lebih maju, dan masyarakat dapat lebih mudah dalam setiap berbagai jasa pelayanan dan mendapat kepastian pembayaran dengan berbasis kartu dan digital dapat lebih pasti.
Hal ini dikatakan Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara Andiwiana mewakili Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan.
Selain itu juga menurutnya, keinginan untuk mensosialisasikan (QRIS) atau Quick Respon Indonesia Standard ini, kepada mahasiswa sebagai agen perubahan, untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang manfaat dari pada sistem pembayaran terkini dengan uang elektronik dan QRIS tersebut.
Menurut Andiwiana, negara Indonesia dengan penduduk 250 juta jiwa, jika masing masing orang saja, memegang sepuluh lembar uang kertas pecahan sepuluh ribu rupiah, sudah dapat dipastikan penggunaan kertas sebanyak 2,5 milyar lembar, nah untuk memproduksi uang sebanyak 2,5 milyar lembar tentu saja memeliki biaya produksi.
Mulai dari pengadaan kertas, tinta, air dan kain katun, semuanya ini tentu saja memiliki biaya produksi, nah salah satu dari keuntungan penggunaan uang elektronik atau digital, adalah untuk menghemat biaya produksi uang tersebut, dan juga ramah lingkungan, selain itu juga untuk menghindari tindakan premanisme atau perampokan terhadap pemegang uang itu sendiri, anti korupsi, dan juga dapat memonitor perilaku kita yang kurang baik bisa ketahuan, membantu UMKM.
“Saya ingin mengajak mahasiswa sebagai agen perubahan dengan memberikan penjelasan kepadamasyarakat,” jelas Andiwiana. Selain manfaat diatas, sudah terbukti penggunaan uang elektronik dapat menghindari kebocoran uang negara, kalau dulu kita pernah mendengar ada sebanyak 30 persen kebocoran uang negara, itu akibat pembayaran dilakukan dengan tunai. Namun ketika pembayaran dilakukan dengan non tunai, pendapatan negara, malah bisa naik hingga 30 persen,” ujar Andiwiana.
Selain menghadirkan Andiwiana, Bank Indonesia juga menghadirkan nara sumber Principal Ekonomist DKSP Bank Indonesi Akhis Hutabarat dalam acara sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Sumatera Utara ini.
Dikatakan Akhis Hutabarat, “kita tidak bisa lepas dari teknologi digital yang telah hadir di setiap sisi kehidupan kita, digitalisasi selain ada potensi juga ada resiko yang harus di mitigasi, itulah menjadi tugas Bank Indonesia sebagai otoritas keuangan di Indonesia,” katanya.
Selain itu juga menurutAkhis Hutabarat, ada lima visi sistem pembayaran Bank Indonesia 2025, diantaranya bagaimana kebijakan itu berjalan dengan baik, SPI 2025 mendukung integrasi ekonomi keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan, serta mendukung inklusi keuangan SPI 2025 mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi keuangan digital melalui open banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan SPI 2025 juga menjamin interlink antara Fintech.
Selain itu juga menurutnya, manfaat transaksi nontunai lebih murah efisien, konektivitas lebih luas, lebih praktis, kurangi friksi transaksi, transparan tata kelolanya yang semuanya itu tujuannya untuk inklusi keuangan atau pertumbuhan keuangan.
Sementara itu, sebelum kedua narasumber dari Bank Indonesia memberikan pemaparan dan penjelasannya, Prof Ramli MS Dekan Fakultas Ekonomi USU dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi alat pembayaran inovasi baru BITALKS dan QRIS sebagai alat Pembayaran Nasional akan dimulai di Januari 2020.
Karena QRIS ini memudahkan kita dalam melakukan transaksi. Cukup dengan satu QR Code bisa digunakan oleh semua instrumen atau aplikasi pembayaran. ‘Saya kira ini sangat positif guna mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia khususnya di Sumut yang berujung pada kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Sumut,†tandasnya.
Turut hadir Principal Economist DKSP BI, Akhis R Hutabarat yang memaparkan materi terkait kebijakan sistem pembayaran terkini dan Analis Eksekutif Departemen Regional BI Pusat, Elly Tjan.(R03)
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota
sumut24.co ASAHANl, Semangat baru bergulir di kancah politik Kabupaten Asahan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PS
News
Ketika Sampah Mengapung di Surga Pahawang
News
Titian Muhibah PTM ESU&ndashMalaysia, Pingpong Jadi Jembatan Persahabatan Bangsa Serumpun
Sport
PETA KEKUATAN 8 KANDIDAT KETUM PBNU SIAPA AKAN MEMENANGKAN MUKTAMAR NU KE35?
News
Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak Resmi Jabat Wakapolda Sumut
kota
M Yani Piliang mendapat 5 dukungan dari 6 Pengkab/Pengkot yang aktif, hampir dipastikan menjadi Calon Tunggal Ketua PERPANI Sumatera Utara
kota
Dari Kantor Baru ke Aksi Nyata BPP KAPMI Perkuat Ekonomi Pengusaha Muda
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan menyal
kota