Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Baca Juga:
- Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
- Wali Kota Menyambut hangat kehadiran Rektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
- Dr. Hendra Gunawan Pimpin PSI Asahan : Optimis Sasarkan 5 Kursi DPRD, Terbuka untuk Semua Elemen Masyarakat
MEDAN I SUMUT24 Presiden Indonesia, Joko Widodo menetapkan wilayah Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru pengganti Jakarta, Senin kemarin.
Pemindahan ibu kota akan direalisasikan secara bertahap dan ditargetkan secara fisik dimulai pada 2024.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, bahwa perpindahan ibu kota yang tidak akan berpengaruh besar bagi perekonomian Sumut.
“Pada dasarnya, jika mengkaitkan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, ini suatu hal yang belum atau bahkan berhubungan,” jelasnya, Selasa (27/8/2019)
Jika dikaitkan dengan potensi ekonomi wilayah sumatera utara, Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur tidak akan berpengaruh.
“Karena yang dibangun itu kan infrastruktur termasuk berupa bangunan. Setidaknya itu dulu yang dibangun. Nah Sumut ekonominya itu kan didominasi komoditas. Jadi tidak akan berdampak pada perekonomian Sumut,” katanya.
Namun pemindahan ibu kota nantinya akan memindahkan wilayah administrasi pemerintahan, yang nota bene akan membawa banyak tenaga kerja atau ASN.
“Nah memang akan ada relokasi konsumsi penduduk dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Disitu nantinya baru akan keliatan ada pola konsumsi meningkat ke Kalimantan Timur,” katanya.
Hal ini akan menyebabkan kontribusi barang konsumsi yang dihasilkan Sumut akan berpeluang relokasi tujuan juga. Walaupun belum tentu 100 persen
Ia mengatakan hal ini akan pasti secara agregat tidak akan merubah kuantitas produksi di wilayah ini. Menurutnya yang paling mungkin berpengaruh adalah jadwal pesawat terbang dari dan ke Medan lewat ibu kota.
“Ini yang paling besar terjadi jika ibu kota benar benar pindah. Selebihnya tidak akan ada. Dampak ekonomi yang paling signifikan justru akan dinikmati oleh Provinsi Kalimantan Timur itu sendiri,” jelasnya.
Selain itu pemindahan ibu kota ini akan berpengaruh pada sejumlah wilayah di Jawa yang memiliki stok tenaga terampil di bangunan ataupun konstruksi serta dengan gaji yang terjangkau oleh perusahaan. (red)
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota
sumut24.co ASAHANl, Semangat baru bergulir di kancah politik Kabupaten Asahan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PS
News
Ketika Sampah Mengapung di Surga Pahawang
News
Titian Muhibah PTM ESU&ndashMalaysia, Pingpong Jadi Jembatan Persahabatan Bangsa Serumpun
Sport
PETA KEKUATAN 8 KANDIDAT KETUM PBNU SIAPA AKAN MEMENANGKAN MUKTAMAR NU KE35?
News
Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak Resmi Jabat Wakapolda Sumut
kota
M Yani Piliang mendapat 5 dukungan dari 6 Pengkab/Pengkot yang aktif, hampir dipastikan menjadi Calon Tunggal Ketua PERPANI Sumatera Utara
kota
Dari Kantor Baru ke Aksi Nyata BPP KAPMI Perkuat Ekonomi Pengusaha Muda
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan menyal
kota