Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
LANGKAT I SUMUT24
Baca Juga:
- Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
- Wali Kota Menyambut hangat kehadiran Rektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
- Dr. Hendra Gunawan Pimpin PSI Asahan : Optimis Sasarkan 5 Kursi DPRD, Terbuka untuk Semua Elemen Masyarakat
Nilai jual tandan berduri Kelapa sawit beberapa bulan terakhir mengalami penurunan drastis di pasaran. Informasi dihimpun SUMUT24, Selasa (11/6) menyebutkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Rp 700,oo/Kg di lapangan.
“Setiap hari harga berubah dan membuat bingung agen/pengumpul serta petani pemiik lahan, karena tidak ada ketetapan yang masuk akal,” keluh Asnan (35), seorang petani asal Desa Timbang Lawan-Bahorok.
“Kondisi demikian membuat petani kurang bergairah pasalnya setiap panen/dua pekan pasti mengalami penurunan harga dirasakan petani cukup besar,” akunya.
Bayangkan saja harga seakan tak menentu dan terus menurun yang merugikan petani tandas Asnan terlihat bingung.
Perawatan tanaman seperti pemupukan rutin serta pembersihan ditambah cost panen cukup besar, sehingga dengan kondiis harga saat ini menyulitkan petani untuk berkembang.
Senada keluhan diutarakan Alimudin (43) petani kelapa sawit di Tanjung Langkat, Kecamatan Salapian, Langkat Hulu. “Setiap hari mendapat informasi harga TBS mengalami penurunan. Belum ada ketentuan standart harga jual,: ujarnya.
Berbeda dengan pengakuan Sumar (52) salah seorang pekerja panen, tidak berpengaruh terhadap harga jual TBS. Jasa panen dibayar pemilik lahan berdasarkan jumlah bobot dengan kesepakatan namun jika harga membaik kerap mendapat upah tambahan dari sang majikan .
“Tetapi jika harga kelapa sawit murah majikan terlihat lesu dan jarang memberi bonus,” terang Sumar seraya menambahkan, walau tidak mengurangi pendapatan, namun turunnya harga jual tetap saja mengurangi gairah kerja seiring lesunya kondisi majikan.
Sementara itu, Seder Kembaren, seorang pembeli/agen TBS dikonfirmasi SUMUT24, membenarkan hal itu. Ketetapan harga beli tergantung nilai jual dari Pabrik Kelapa Sawit (TBS). Penyesuaian nilai jual dengan operasional lapangan ujar Seder dan mengaku lebih bergairah transaksi di saar harga stabil. (mit)
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota
sumut24.co ASAHANl, Semangat baru bergulir di kancah politik Kabupaten Asahan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PS
News
Ketika Sampah Mengapung di Surga Pahawang
News
Titian Muhibah PTM ESU&ndashMalaysia, Pingpong Jadi Jembatan Persahabatan Bangsa Serumpun
Sport
PETA KEKUATAN 8 KANDIDAT KETUM PBNU SIAPA AKAN MEMENANGKAN MUKTAMAR NU KE35?
News
Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak Resmi Jabat Wakapolda Sumut
kota
M Yani Piliang mendapat 5 dukungan dari 6 Pengkab/Pengkot yang aktif, hampir dipastikan menjadi Calon Tunggal Ketua PERPANI Sumatera Utara
kota
Dari Kantor Baru ke Aksi Nyata BPP KAPMI Perkuat Ekonomi Pengusaha Muda
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan menyal
kota