Sabtu, 22 Agustus 2026

Untuk Pengendalian Inflasi, Ini Kata Wagubsu Ijeck  

Administrator - Selasa, 06 November 2018 09:55 WIB
Untuk Pengendalian Inflasi, Ini Kata Wagubsu Ijeck  

MEDAN I Sumut24.co

Baca Juga:

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengatakan perlu adanya pengawasan pergerakan harga, khususnya cabai yang mempunyai andil terbesar mempengaruhi inflasi di Sumut, yakni sebesar 0,91%. Pengawasan harga cabai perlu dilakukan mulai dari saat panen di tingkat petani hingga di pasaran.

Apalagi, harga cabai di provinsi lain relatif lebih tinggi dari Sumut. Sehingga banyak cabai asal Sumut yang dijual ke provinsi lain. Akibatnya, pasokan cabai di daerah ini menjadi langka dan harganya cenderung naik.

”Ini yang menjadi tugas kita. Bagaimana komoditi kita ini tidak keluar ke provinsi lain. Bagaimana kita sebagai pemerintah bisa membantu mengawasi harga,” ujar Wagub Musa Rajekshah saat memimpin rapat pengendalian inflasi, khsususnya cabai, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di ruang FL Tobing, lantai 8, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (6/11).

Wagub mengatakan, perlu adanya kerjasama dalam pengendalian inflasi di Sumut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tidak bisa bekerja sendiri dan perlu dukungan dari unsur Forkopimda Sumut. Salah satunya adalah kepolisian dalam pengawasan harga di lapangan.

Selain itu, kepada para petani, menurutnya, juga perlu diberikan pengetahuan dan pembinaan untuk meningkatkan produksi komoditas tanaman, khususnya cabai. “Tidak hanya sebatas berserah diri kepada alam, yang di daerah kita hanya dua iklim. Harus diikuti juga dengan teknologi yang berkembang,” sebut Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Sebelumnya dipaparkan, beberapa komoditas yang banyak mempengaruhi inflasi, menurut data dari Bank Indonesia Sumut, yakni bawang merah, beras, cabai merah, cabai rawit, daging ayam  dan angkutan udara. Cabai merah tercatat memiliki andil terbesar terhadap inflasi sebesar 0,91%.

Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Hilman Tisnawan mengatakan bahwa di TPID dalam pengendalian inflasi ada beberapa yang sudah dirumuskan, yaitu meliputi jangka panjang dan jangka pendek. Jangka pendek misalnya seperti operasi pasar. Sedangkan untuk yang panjang yaitu upaya mempercepat pembentukan BUMD. “Seperti di TPID Kota Medan PD Pasar Jaya sehingga bisa mengawasi harga,” ujarnya.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PETA KEKUATAN 8 KANDIDAT KETUM PBNU: SIAPA AKAN MEMENANGKAN MUKTAMAR NU KE-35?
Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak Resmi Jabat Wakapolda Sumut
M Yani Piliang mendapat 5 dukungan dari 6 Pengkab/Pengkot yang aktif, hampir dipastikan menjadi Calon Tunggal Ketua PERPANI Sumatera Utara
Dari Kantor Baru ke Aksi Nyata: BPP KAPMI Perkuat Ekonomi Pengusaha Muda
PLN UP3 Medan Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Puting Beliung di Medan Johor
3 Kasus Terungkap, ±51,21 Gram Sabu dan 3 Butir Ekstasi Serta 0,12 gram ganja    Diamankan Satres Narkoba Polres Asahan
komentar
beritaTerbaru