Rabu, 25 Februari 2026

GRASP2030 Gandeng 22 Bisnis dan Organisasi Kurangi Food Loss and Waste

Administrator - Minggu, 11 September 2022 17:17 WIB
GRASP2030 Gandeng 22 Bisnis dan Organisasi Kurangi Food Loss and Waste

Jakarta – GRASP2030 (Gotong Royong Atasi Susut Limbah Pangan 2030), pioneer gerakan sukarela intervensi pengurangan sampah makanan dari hulu ke hilir yang digagas oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), merayakan ulang tahunnya yang pertama pada 8 September 2022 dengan mengadakan seminar hybrid GRASP2030 Anniversary “One-Year Collaboration Journey to Reduce Food Loss and Waste. Perayaan setahun perjalanan ini, menjadi semakin bermakna karena dihadiri oleh Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi BAPANAS Nita Yulianis, Tim Pengendali Dampak Lingkungan Direktorat Penanganan Sampah KLHK Windi Andriani, Managing Director WRAP Asia-Pacific Claire Kneller, P4G Director of Partnerships Robyn McGuckin, President IBCSD Shinta Kamdani, GRASP2030 Steering Group Cogito Ergo S. R dan Head of Communication and Sustainability Sintesa Group, Inka Prawirasasra serta member GRASP2030, perusahaan, organisasi dan instansi. Sejak diluncurkan di tahun 2021, GRASP2030 telah berkomitmen menyatukan semua pelaku bisnis dan mitra pendukung rantai sistem pangan di Indonesia untuk mengambil tindakan nyata mengurangi separuh food loss and waste (FLW) pada tahun 2030 seperti Tujuan 12.3 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dan Tujuan 2 Mengurangi Masalah Kelaparan. Kepedulian pemangku kepentingan terhadap FLW terbukti dalam waktu kurun satu tahun, GRASP2030 telah menggandeng lebih dari 20 anggota dari sektor industri makanan dan minuman, perhotelan, start-ups, think tanks, organisasi donasi makanan dan retail. “Dalam satu tahun ke belakang IBCSD, mencoba memfasilitasi hal tersebut melalui GRASP 2030 dengan meningkatkan kapasitas sektor swasta dalam mengelola dan mengurangi sampah makanan dengan pendekatan Target-Measure-Act yang dijalankan dalam kegiatan working group maupun aktivitas lainnya” ucap President IBCSD, Shinta W. Kamdani dalam membuka acara. “Selebrasi atas pencapaian di tahun pertama ini saya harap dapat menjadi motivasi untuk GRASP2030 dapat on-track dan terus berkembang dalam mencapai tujuan kita bersama tujuan kita dalam mengurangi separuh food loss dan food waste tercapai di tahun 2030,” terang Shinta. GRASP2030 Perkuat Komitmen Bisnis dan Mitra Kurangi Food Loss and Waste Berbicara tentang sampah dan sisa makanan, menurut FAO, hal ini menyebabkan kerugian triliunan dolar bagi industri dan menyumbang 8-10% emisi global yang dapat mempercepat perubahan iklim. Diketahui dari The Economist Intelligence Unit, Indonesia merupakan penyumbang sampah makanan terbesar kedua di dunia. Pernyataan ini didukung oleh hasil Kajian FLW BAPPENAS selama satu dekade terakhir, setidaknya muncul 115-184 kg timbulan sampah makanan per kapita per tahun. Mirisnya Global Hunger Index menyatakan Indonesia masih berada di tingkat kelaparan serius. Artinya ada ketimpangan antara makanan yang diproduksi, dikonsumsi, didistribusikan dan terbuang. Melihat fenomena ini, strategi penanganan food loss and waste akan membutuhkan beberapa aktor dari berbagai sektor untuk mengambil tindakan bersama. “Data is the new gold. Apa yang kita lakukan tidak ada artinya tanpa measurement dan reporting. Sehingga saat 2030 nanti, sudah ada ada laporan bahwa Indonesia pasti sudah mengurangi sampah makanan,” ucap Cogito Ergo S. R., GRASP2030 Steering Group dan General Manager FoodCycle Indonesia. “Tentu kita masih membutuhkan kolaborasi-kolaborasi selanjutnya. Kami mengajak signatories untuk bisa mengajak network-nya untuk bergabung dalam GRASP2030.” Cogito menambahkan GRASP2030 terus berupaya mendukung Program Prioritas Pemerintah dalam RPJMN untuk meningkatkan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi makanan dan pembangunan Rendah Karbon dengan membentuk dua working group yaitu Measurement-Reporting serta Food Donation. Gerakan ini juga telah meluncurkan website yang dapat menjadi acuan untuk berbagi informasi kabar terbaru dan praktik terbaik seputar pengurangan FLW. Tak hanya itu, GRASP2030 aktif berdialog dengan pemerintah terkait dan berupaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengkonsumsi makanan melalui Kampanye Media Sosial bertajuk #Consumindful. Sintesa Peninsula Hotel Palembang, sebagai salah satu anggota, menerapkan financial model untuk FLW dengan memanfaatkan teknologi “Food Waste Tracker” dari Leanpath. Beberapa poin penting lainnya yang disampaikan dalam webinar ini adalah Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan salah satu anggota GRASP2030, Surplus Indonesia, bersama Sarinah dan HIPPINDO dalam menginisiasi program Sarinah Bebas Food Waste, yang merupakan kerjasama pemerintah-swasta dalam turut mendukung pengurangan FLW. Dalam diskusi, KLHK menjelaskan bahwa data sampah makanan merupakan yang terbesar dari total sampah Indonesia dan masyarakat juga perlu untuk diberikan pemahaman pemilahan sampah dari rumah tangga dan pengumpulan terjadwal atau sudah terpilah. Saat ini KLHK sedang melakukan capacity building bagi pemda hingga tingkat kecamatan untuk memastikan sistem mekanisme pengumpulan dan penyiapan sarana siap untuk mendukung gerakan tersebut. Menyongsong G20, KLHK berkolaborasi dengan Pemda Bali menerapkan sistem pengumpulan sampah terpisah. Kini dorongan untuk mengambil tindakan terhadap food loss and waste telah menjadi perhatian banyak pihak. Melalui GRASP2030 diharapkan lebih banyak bisnis dan mitra rantai pasok yang peduli dan mengambil aksi mewujudkan tujuan mengurangi setengah food loss and waste di 2030. Tentang GRASP2030 GRASP2030 merupakan inisiatif berbasis Voluntary Agreement, di mana seluruh pihak bergabung secara sukarela untuk beraksi bersama-sama atau bergotong-royong dalam usaha menurunkan jumlah food loss and waste di Indonesia. Inisiatif ini digagas oleh IBCSD dengan dukungan dari WRAP (Waste Resource Action Program) dan P4G (Partnership for Green Growth and the Global Goals). Saat ini GRASP telah memiliki 22 Anggota diantaranya Super Indo, Nutrifood, East-West Seed Indonesia, Great Giant Pineapple, Multi Bintang Indonesia, Sintesa Group, Kalbe Nutritionals, Fairmont Jakarta, Grand Hyatt Jakarta, World Resources Institute, Waste4Change, Surplus Indonesia, Laskar Bumi Pertiwi, Srikandi Harmoni Bumi, Indonesia Food & Beverage Executive Association (IFBEC) DIY, Catalyze, FoodCycle Indonesia, Foodbank of Indonesia, Foodbank Bandung, Aksata Pangan, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), dan Food Sustaine/rel

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Cakupan Pekan Posyandu 2026 di Targetkan Wako Solok 95 Persen
Wali Kota Solok H. Ramadhani Kirana Putra Buka Puasa bersama keluarga besar Tim Penggerak PKK Kota Solok.
Berbagi di Bulan Penuh Berkah, Koramil 11/TB Salurkan Takjil untuk Warga Tanjung Beringin
Di Saf yang Sama dengan Warga, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0212/TS Tunaikan Tarawih di Sangkunur
Dahi Menyentuh Sajadah: Cerita Haru Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0212/TS di Masjid Nurul Huda, Sangkunur
Gempuran Kasih Sayang, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Taklukan Ketidaklayakan Huni di Angkola Sangkunur
komentar
beritaTerbaru