Medan | Sumut24
Baca Juga:
Juni 2016 nilai ekspor Sumut dan impor dari propinsi ini sama-sama mengalami kenaikan masing-masing 15,08% dan 23,99%. Hal ini dikatakan oleh Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut Wien Koesdiatmono belum lama ini.
Ia menjelaskan, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara mengalami kenaikan dibanding kan Mei 2016 yakni dari 582,78 juta dolar AS(Amerika. Serikat) menjadi 670,68 juta dolar AS .
Sementara itu nilai impor Sumut Juni 2016 atas dasar CIF(Cost, insurance and Freight) sebesar 387,99juta dolar AS atau naik sebesar 23,99 % dibandingkan Mei 2016 mencapai 312.92juta dolar AS. Di satu sisi peningkatan nilai ekspor terbesar Juni 2016 berasal dari golongan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 61,71 juta dolar AS(26,91%), sedangkan peningkatan nilai ekspor terbesar terjadi pada golongan sabun dan barang preparat pembersih sebesar 3,34 juta dolar AS(-15,65%).
Golongan barang lainnya mengalami kenaikan antara lainyakni tembakau sebesar 10,67 juta dolar AS(47,51%), ikan dan udang 8,24 juta dolar AS(39,53%),bahan kimia organik 4,32 juta AS(18,93%),kayu,barang dari kayu 2,99 juta dolar AS(19,71%)
“ Ekspor ke Tiongkok dan disusul Amerika Juni 2016 yang terbesar masing-masing 85,11 juta juta dolar AS dan 83,75juta dolar AS dan India sebesar 73,182juta dolar AS. Kontribusi ketiga negara ini mencapai 36,09 %,â€katanya.
Menurut kelompok negara tujuan ekspor Juni 2016,sebut Wien, kawasan negara Asia ( di luar ASEAN )mengalami peningkatan terbesar dengan nilai 68,62 juta dolar AS(39,53%).
Pangsa ekspor terbesar untuk kawasan ASEAN yakni Kamboja, Malaysia dan Mianmar masing-masing sebesar 28,71 juta dolar AS,20,80 juta dolar AS dan 15,14 juta dolar AS.
Sedangkan negara utama lainnya juga mempunyai pangsa ekspor besar bagi Sumut yakni Jepang 33,28 juta dolar AS,,Rusia 27,50 juta dolar AS,Belanda 15,14 juta dolar AS dan Pakistan 10,81 juta dolar AS.
Selama Juni 2016, 5 negara tujuan utama mengalami peningkatan nilai ekspor terbesar yakni ke Tiongkok sebesar 33,56 juta dolar AS(65,10%) diikuti India 33,36 juta dolar AS(83,76%), Kamboja 9,11 juta dolar AS(46,48%), Malaysia 7,15 juta dolar AS(52,40%) dan Amerika Serikat sebesar 4,32 juta dolar AS(5,44%).
Sedangkan negara tujuan utama lain mengalami penurunan nilai ekspor yakni Pakistan 7,26 juta dolar AS(-40,16%), Rusia 5,19 juta dolar AS(-15,87%), Jepang 4,21 juta dolar AS(-11,23%),Myanmar 3,70 juta dolar AS(-19,64%) dan Belanda 2,40 juta dolar AS(-13,70%).
“Jadi secara keseluruhan Juni 2016 ekspor ke 10 negara tujuan utama naik sebesar 19,70% dibanding Mei 2016,â€katanya.
Berdasarkan kontribusinya terhadap keseluruhan ekspor Januari-Juni 2016,kontribusi ekspor sektor industri sebesar 79,87 %,sektor pertanian 20,10 %,sektor lainnya 0,02 % dan kontribusi ekspor sektor pertambangan dan penggalian 0,01 %.
Secara umum Januari- Juni 2016, ekspor dari 10 golongan barang mampu memberikan kontribusi sebesar 87,97% terhadap total eksppr Sumut. Sementara itu peranan ekspor di luar 10 golongan barang selama 6 bulan tahun ini sebesar 12,03%. Dari sisi pertumbuhan ekspor 10 golongan barang turun 7,95% terhadap periode sama tahun 2015.
Sementara itu Juni 2016,produk yang mengalami peningkatan impor terbesar yakni mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 40,16 juta dolar AS(248,(248,59%) Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan nilai impor terbesar yakni bahan bakar mineral sebesar 7,89 juta dolar AS(-12,54%). juta dolar AS(51,16 %).
” Nilai impor Juni  2016 dari Tiongkok terbesar yakni 70,19 juta dolar AS dengan perannya mencapai 18,09 % dari total impor Sumut, disusul Australia 51,74 juta dolar AS(13,33%) dan Singapura 50,20 juta dolar AS(12,94%),â€pungkasnya.(W04)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News