Senin, 23 Februari 2026

Sistem Resi Gudang (SRG) Jadi Solusi Rantai Distribusi Bantu Petani dan Pelaku Usaha

Administrator - Kamis, 22 April 2021 13:49 WIB
Sistem Resi Gudang (SRG) Jadi Solusi Rantai Distribusi Bantu Petani dan Pelaku Usaha

JAKARTA I Sumut24.CO

Baca Juga:

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) menggelar Webinar Literasi Sistem Resi Gudang (SRG) bertema,” Penguatan Efisiansi Rantai Pasok Komoditas dan Stabilitas Harga Komoditas Pangan”, diikuti lebih 400-an peserta se Ibdonesia dari berbagai kalangan dan profesi melalui zoom meeting, Kamis (22/4/2021).

Tujuan digelar literasi ini menrong petani, nelayan, maupun pelaku usaha untuk memanfaatkan program Sistem Resi Gudang alias SRG.

Hadir sekaligus membuka webinar literasi tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Dr Jerry Sambuaga, Kepala Bappeti Prof Sidharta Utama Ph D CRA CA, Dirjen Penguatan Daya Saing Perikanan dan Kelautan Ir Artariti Widiarti MA, Ketua Umum Aprindo Roy N Mandes, Bupati Wonogiri Joko Sutopo (testimoni)., Cecep M Wayyudi (testimoni), dan pejabat BUMN/BUMD lebih 400-an.

Wamendag Jerry Sambuaga menjelaskan, program SRG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan pasokan atau rantai distribusi dikelola dengan baik.

SRG bisa digunakan untuk mempermudah dan memotong jalur yang panjang dalam rantai distribusi.

Selain itu SRG, ungkap Jerry juga bisa digunakan sebagai instrumen penjualan hingga untuk mendapat pinjaman.

“Pemerintah hadir memberikan solusi untuk para petani, nelayan, pelaku usaha khususnya UMKM kita untuk memastikan komoditasnya tersimpan dengan baik,” kata Jerry dalam webinar tersebut.

“Kehadiran gudang membuat hasil komoditas bisa tersimpan dan membuat penjualannya bisa ditunda saat penjualannya sudah mulai membaik. Dengan begitu para pelaku usaha, petani atau pun nelayan tidak mengalami kerugian,” ungkap Jerry.

Jerry mencontohkan, selama ini banyak petani di daerah-daerah yang mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh penjualan, lantaran pada musim panen tiba harga komoditas mengalami penurunan.

Oleh karena itu, SRG bisa digunakan sebagai medium penyimpanan oleh para pelaku usaha, petani, maupun nelayan.

“Manfaatkanlah itu, optimalkanlah itu, jangan sampai tidak dioptimalkan. Ini dalam rangka pemerintah memberikan kehadiran, memberikan keberpihakan, dan juga memberikan program yang terukur dan objektif dan bermanfaat untuk masyarakat,” ajak Jerry.

Berdasarkan data Kliring Berjangka Indonesia, sepanjang kuartal I/2021 terdapat 86 resi gudang teregistrasi, meningkat hingga 69 persen dibandingkan kuartal I/2020 yaitu 51 resi gudang.

Kepala Bappeti Sidharta Utama menjelaskan hingga saat ini sudah ada 123 resi gudang di Indonesia dan 91 resi gudang sudah berooerasi dengan baik.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 33 tahun 2020, tentang Barang yang Dapat Disimpan di Gudang Dalam Rangka Penyelenggaraan Sistem Resi Gudang, saat ini terdapat 18 jenis komoditas yang masuk dalam skema sistem Resi Gudang (RG).

“Kehadiran resi gudang bisa memutus para tengkulak serta rentenir dengan sistem membeli hasil panen sistem ijon yang sangat merugikan para petani,” ujarnya.

Jenis tersebut diantaranya gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, dan ayam karkas beku.

Berdasarkan catatan Bisnis, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) yang berperan sebagai pusat registrasi resi gudang mencatatkan pembiayaan resi gudang pada kuarta I/2021 mencapai Rp17,7 miliar, atau tumbuh 292 persen.

Di mana pada tahun 2020 dalam periode yang sama nilai pembiayaan resi gudang hanya sebesar Rp6,06 miliar.

Pada webinar tersebut, wartawan Harian Sumut24 Amru Lubis berkesempatan bertanya perdana dari 400 lebih peserta. Amru Lubis mempertanyakan masih banyak para kepala daerah yang kurang peduli untuk memajukan resi gudang didaerahnta, karena lebih memperkirakan kerugian yang lebih besar, dan tak mau rugi duluan dengan membantu petani serta pelaku usaha.Buktinya, banyak resi gudang sudah dibangun tapi tak berkembang dengan baik.(R03)

Wartawan Sumut24 Amru Lubis jadi penanya pertama dari 400-an peserta webinar, Kamis (22/4)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
RAMADHAN KELIMA, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK WARGA JALAN MANDALA MEDAN DENAI
Wali Kota menghadiri Yatim Fest Ramadhan Yayasan Abulyatama Indonesia
Wali Kota menghadiri pembukaan Warung Ramadhan Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim
Menteri Zulkifli Hasan Apresiasi Jawa Timur sebagai Provinsi dengan SPPG Bersertifikasi SLHS Terbanyak
Mengenal Yendra Fahmi: Pemilik Dealer Mercedez Benz Terbesar di Indonesia
Erick Thohir Hadiri Buka Puasa FKPLP, Pererat Solidaritas Warga Lampung di Perantauan
komentar
beritaTerbaru
Impor BBM

Impor BBM

Impor BBMOleh Dahlan Iskan Senin 23022026 (Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (

News