DPRD Karo Janji Perjuangkan Tuntutan Pedagang TPS Kabanjahe

TANAH KARO | SUMUT24
Sebanyak 70 pedagang Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Pusat Pasar Kabanjahe menolak untuk relokasi ke Pasar Singa di Jalan Kutacane Kabanjahe dan Pasar Mulawari Mart di Jalan Kabanjahe-Tiga Panah, sebelum ada kejelasan dan upaya dari Pemkab Karo untuk membangun kembali pasar tersebut pasca terbakarnya pada 23 Desember 2008 lalu.

Penolakan itu disampaikan mereka pada saat rapat dengan DPRD Karo di gedung DRPD tersebut, Selasa (19/1). Mereka diterima Mansyur Ginting (Sekretaris Komisi B) selaku pimpinan sidang, Ferianta Purba SE (Ketua Fraksi Golkar), Martin Luther Sinulingga (Ketua Fraksi PDIP), Djidin Ginting SH (Ketua Fraksi Demokrat), Sarijon Bako SP (Ketua Fraksi PKPI), Edy Wijaya (Ketua Fraksi Gerindra) dan anggota dewan Wasit Ginting (Fraksi Demokrat).

Menurut Lloyd Reynold Ginting (35) warga Kabanjahe sebagai pendamping pedagang dan juga seorang pedagang pakaian di Pusat Pasar Kabanjahe menyatakan sejak terbakarnya Pusat Pasar Kabanjahe pada 23 Desember 2008 lalu, seharusnya Pemkab Karo sudah membuat terobosan untuk membangun Pusat Pasar Kabanjahe bukan lagi pedagang direlokasi ke Pasar Singa dan Pasar Mulawari Mart.

“Jika ada pembangunan Pusat Pasar Kabanjahe yang jelas dari Pemkab Karo tentu pedagang di TPS dan pedagang pusat pasar direlokasi semua demi pembangunan. Ini belum ada kejelasan pembangunan Pusat Pasar Kabanjahe,”katanya.

Ia menambahkan, pemindahan TPS ini ke Pasar Singa akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk membangun kembali kios-kios tersebut dan lahannya juga milik perorangan yang otomatis untuk membangun TPS tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk ditampung dalam APBD Karo sehingga masih bersifat sementara tergantung jangka waktu sewa menyewa lahan tersebut.

“Ini kan pemborosan anggaran. Aebaiknya Pemkab Karo segera memikirkan membangun Pusat Pasar Kota Kabanjahe yang permanen sehingga seluruh pedagang dapat tertampung,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan, para pedagang juga meminta DPRD Karo untuk menyurati aparat kepolisian untuk meningkatkan keamanaan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam pertemuan itu para anggota DPRD Karo berjanji akan memperjuangkan aspirasi dan tuntutan dari pedagang untuk mempertahankan keberadaan TPS sampai terelasi pembangunan Pusat Pasar Kabanjahe.

Ketua Fraksi PKPI Sarijon Bako, Pemkab Karo harus membangun Pusat Pasar Kabanjahe agar para pedagang dapat berjualan dan tidak ada lagi penggusuran. “Dulu kan sudah dibangun TPS di sekitar Pusat Pasar Kabanjahe. Kini mau dibangunnya lagi TPS sesuai anggaran yang akan ditampung dalam RAPBD TA 2016. Ini sudah tidak sesuai lagi namanya. Kami akan memperjuangkan tuntutan pedagang untuk pembangunan Pusat Pasar Kabanjahe,”katanya.

Ketua Fraksi Demokrat, Djidin Ginting SH mengatakan, pembangunan TPS bagi para pedagang sudah tidak tepat lagi, hal ini akan menimbulkan menghambur-hamburkan uang rakyat. “Saya juga korban akibat terbakarnya kios di lantai dua. Alangkah baiknya Pemkab Karo membangun kembali salah satu Pusat Pasar Kabanjahe kebanggan milik masyarakat di daerah ini. Soal dari mana anggaran untuk pembangunan pasar itu tinggal duduk satu meja pihak legislatif dan eksekutif,”ujarnya.

Ketua Fraksi PDIP Marthin Luther Sinulingga mengatakan Pemkab Karo harus mempertimbangkan soal relokasi para pedagang TPS yang ada Pusat Pasar Kabanjahe agar tidak menimbulkan masalah yang kompleks kemudian hari dengan terhadap pedagang. “Saya sangat setuju dengan usulan dari pedagang untuk membangun kembali Pusat Pasar Kabanjahe. Minimal renovasi Pusat Pasar Kabanjahe,” tegasnya. (lin)