DPP LSM PAKAR Kembali Meminta Polrestabes Medan Bertindak Tegas Pelaku Penganiaya Aktivis LSM PAKAR

MEDAN | SUMUT24.co

Ketum DPP LSM PAKAR Indonesia, Atan Gantar Gultom kembali meminta pihak Polrestabes Medan agar segera melakukan tindakan tegas terhadap pelaku penganiayaan seorang aktivis LSM PAKAR, Erlita Ida br Pandiangan.

Permintaan itu disampaikan Atan Gantar Gultom atas proses penangan kasus tindak pidana KUHPidana 170 yakni penganiayaan secara bersama sama yang dilakukan massa Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun terkesan lamban dan disinyalir jalan ditempat penanganannya oleh Polrestabes Medan.

“Lambatnya proses hukum yang dilakukan oleh pihak Polrestabes Medan dalam penangan kasus penganiayaan seolah olah pelaku terkesan kebal hukum,” ujar, Atan Gantar Gultom, Kamis (21/7/2022) kepada wartawan.

Lanjut Atan Gantar Gultom, mengapa pihak Polrestabes Medan tidak segera mengambil sikap dan tindakan tegas terhadap pelaku penganiyaan yang sudah dilaporkan korban sesuai LP No : STTLP / B / 1381 / IV / 2022 / SPKT Polrestabes Medan Polda Sumut pada Tanggal 26 April 2022 a.n pelapor (Erlita Ida br Pandiangan).

Apalagi sambung Atan, penganiyaan terjadi saat aksi unjuk rasa dilakukan massa Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun yang berjumlah 300 orang tidak sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Mengapa laporan korban penganiayaan yang dilakukan massa mengatasnamakan Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun dan dikordinir oleh, St. S. Doloksaribu dan St.H. Siahaan sudah tiga bulan tidak ada titik terang dan tidak segera mengamankan pelakunya. Apalagi aksi unjuk rasa yang dilakukan massa
Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun yang hanya melayangkan surat permohonan/permintaan pengamanan ke pihak aparat Polsek Medan Baru dan tidak adanya tembusan ke Polrestabes Medan Cq. Intelkam Polrestabes Medan dibiarkan. Padahal sudah jelas mekanisme aksi unjuk rasa tersebut jelas jelas menyalahi aturan,” terang Atan.

Ketum DPP LSM PAKAR Indonesia, Atan Gantar Gultom juga mendesak Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Valentino Alfa Tatareda untuk segera menindak tegas para pelaku massa Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun yang dikordinir oleh St. S. Doloksaribu dan St.H. Siahaan harus bertanggung jawab atas kasus penganiayaan tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, seharusnya Kapolrestabes Medan, Kombes. Pol. Valentino Alfa Tatareda mengambil satu tindakan tegas kepada massa Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun khususnya kepada yang mengkordinir aksi, St. S. Doloksaribu dan St.H. Siahaan untuk segera diproses hukum.

Karena itu ditegaskan kembali oleh, Atan Gantar Gultom, apabila penuntasan proses hukum terkait penganiyaan terhadap seorang aktivis LSM PAKAR di Polrestabes Medan jalan ditempat, LSM PAKAR akan melanjutankan pengaduan ke Polda Sumut dan melaporkannya kepada Kapolda Sumut.(W02)