Ditanya Soal Honor BHL, Kasi Kebersihan PS Tuan Bungkam

207

DELI SERDANG I SUMUT24.co

Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan Yusri Azlan Nasution yang salah satu pungsi nya membidangi masalah sampah seolah olah enggan ditanyakan tentang berapa besar Honor yang diberikan per orang nya kepada para pekerja Buruh Harian Lepas(BHL) di bidang kebersihan pada Kecamatan tersebut.

Bermula dari hasil pantauan Sumut24 group dibeberapa Desa yang ada di Kecamatan tersebut telah terjadi penumpukan sampah yang telah membusuk.seolah olah lokasi tumpukan tersebut menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan diduga telah terjadi pembiaran pada tumpukan sampah tersebut, tanpa ada nya upaya untuk dilakukan pembersihan dilokasi pembuangan sampah yang telah dilakukan masyarakat sekitar.

Ketika dilakukan Kompirmasi oleh wartawan Sumut24 pada Kasi Kebersihan tersebut melalui telpon seluar nya tidak mau untuk menjelas kan berapa sebenar nya honor yang diberikan per orang nya pada pasukan kuning itu.

Kasi Kebersihan tersebut hanya memberikan jawaban jumlah BHL di sektor kebersihan 125 orang tanpa mau mengurai kan jumlah honor per orang nya hanya mengatakan berpariasi.

Seolah olah ada yang harus ditutupi pada honor BHL disektor persampahan ini.

Mustahil kalau memang honor yang diberi kan tersebut mencukupi sudah dipasti kan tidak terjadi penumpukan sampah yang membusuk seperti di lokasi TPA yang telah ditetap kan.

Sesuai Undang Undang Keterbukaan Impormasi Publik (KIP) no 14 tahun 2008 pasal 52 tidak ada yang harus ditutupi untuk kepentingan Konsumsi Publik.

Namun Undang undang KIP yang dimaksud kan tersebut dibantah dengan mengatakan apakah UU KIP apa semua imformasi dapat me jadi konsumsi Publik?.

Serta mengatakan pada wartawan yang sedang melakukan komfirmasi melalui telpon seluar nya via whatsaap ditulis kan.
Seharus nya komfirmasi dilakukan secara Prosudural tidak melalui telpon biar tidak terjadi kesalahan tulis nya pada whatsaaf.

Tanpa juga memberikan penjelasan tentang honor BHL seperti yang ditanya kan tersebut.

M. Arpin salah seorang warga Desa Bandar Setia yang ditemui Sumut24, selasa(26/5/20).

Iuran tetap setiap bulan nya dibayar sebesar RP. 10.000._ per rumah tangga tapi sampah tetap menumpuk dirumah kami ungkap nya terlebih lebih menjelang lebaran dan sampai dilebaran H+3 ini petugas sampah sampah tidak ada yang mengambil untuk mengangkut sampah seperti hari biasa nya dengan alasan beca sebagai alat angkut tersebut rusak tidak bisa untuk digunakan ungkap nya.

Sementara orang semua di Kecamatan ini tau anggaran disektor sampah cukup besar setiap bulan dan setiap tahun nya yang dihasil kan dari pembayaran rekening sampah dari rumah ke rumah masyarakat ungkap nya.

Kemana sebenar nya dan untuk apa dana yang telah dibeban pada masyarakat tersebut diperbuat.

Kalau hanya becak saja pun sebagai alat angkut tidak bisa untuk diperbaiki secepat nya.

Apakah dana yang dikumpul digunakan untuk kepentingan pribadi atau juga sebagai setoran pada atasan nya. seperti pejabat yang sebelum nya.

Sampai sampai pejabat terdahulu yang telah diperiksa oleh pihak lembabaga pe egak hukum seperti kejaksaan tentang dana sampah Percut Sei Tuan yang diduga dialah gunakan.

Tetapi hasil pemeriksaan tersebut terhenti tanpa ada penjelasan dan lanjutan nya dari unsur penegak hukum yang telah melakukan upaya pemeriksaan itu. Entah apa sebab dan penyebab nya tanpa tersentuh hukum.

Bahkan oknum yang telah terdahulu sebelum ini, saat ini sudah menjadi orang penentu pada kantor Camat Percut Sei Tuan
saat ini pungkas nya tanpa menjelas kan nama dan jabatan yang dimaksud kan.

Kepala Desa Bandar Khalipah Supario SH yang dikomfirmasi Sumut24 selasa (26/5/20) tentang tumpukan sampah yang telah membusuk dan menimbul kan aroma tak sedap dipinggiran alur sungai Tembung tepat nya di dusun VII Desa Bandar Khalipah.

Pemerintahan Desa Bandar Khalipah dulu nya pernah berparti sipasi dalam upaya untuk melakukan pelarangan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembuangan sampah disembarang tempat apa lagi dipinggiran sungai, dengan cara mendiri kan posko dilokasi tersebut.

Tapi usaha yang dilakukan tersebut tidak dapat dilanjut kan dikarenakan tidak ada nya dana untuk operasional para anggota yang melakukan posko setiap hari nya dilokasi tersebut ungkap nya.

sementara berjarak lebih kurang 200 meter dihilir tempat tumpukan sampah yang telah membusuk tersebut warga masyarakat disekitar telah melakukan gotong royong untuk membersihkan kan sungai dari sampah dengan tujuan melestarikan sungai sebagai warisan peninggalan orang orang terdahulu dan sungai adalah pemberian dari sang pencipta.(Ir)

Loading...