Diimingi Uang Jajan dan Permen Guru Cabuli Puluhan Murid SD

0
1571

LABURA | SUMUT24
Puluhan orangtua murid mendatangi pihak sekolah salah satu SD Negeri di Kecamatan Merbau Labuhanbatu Utara (Labura). Puluhan orangtua melakukan protes dan melaporkan guru olahraga berinisial KM (48) yang disebut mencabuli puluhan muridnya.

Puluhan murid SDN didampingi orangtuanya merupakan murid kelas II dan Kelas III. Salah seorang korban, Mawar (nama samaran) murid kelas II mengungkapkan, dirinya sudah berulang kali mengalami pencabulan oleh guru olahraganya.

“Paha dan kemaluanku pernah dipegang guru olahraga di ruang kelas serta di sawitan belakang sekolah. Pak guru itu juga pernah mencabuliku sekitar tahun 2015 lalu. Masih ada rasa sakit hingga sekarang akibat kejadian itu,” ungkap Mawar didampingi orangtuanya, Senin (18/4).

Senada, Melati (nama samaran), murid kelas III yang juga mengaku korban pencabulan guru olahraga menceritakan, dirinya sudah tiga kali mendapat kekerasan seksual dari oknum guru olahraga. “Di belakang sekolah, di perpustakaan dan di ruang kelas. Pernah guru olahraga itu mengikuti saya ke kamar mandi dan mencabuliku di kamar mandi. Pernah juga memberikan saya permen dan kembali mencabuli,” ungkap Melati yang juga didampingi orangtuanya dan beberapa murid lain.

Berbeda dengan Ros (nama samaran), murid yang juga korban kekerasan seksual mengaku kerap diimingi uang Rp2ribu setiap kali KM akan melakukan aksi bejatnya. “Saya pernah diberi uang Rp2 ribu. Dan pernah juga hanya di beri permen dan mengancam untuk tidak memberitahukan masalah ini kepada siapapun,” tambahnya.

Terkuaknya perbuatan bejat oknum guru olahraga ini ketika beberapa murid bercerita kepada orangtuanya. Seperti yang diungkapkan orangtua Mawar, mengetahui informasi pencabulan dari anaknya pada Kamis (14/4). “Saya sudah pernah menemui oknum guru olahraga, namun dengan enaknya dia mengaku khilaf,” ungkapnya.

Ditemui di sekolah tempat KM bertugas, oknum guru olahraga ini tidak berada di sekolah. “Guru olahraga berinisial KM tidak masuk hari ini. Demikian kepala sekolah sedang tidak di sekolah. Terkait dugaan pencabulan kami tidak tahu,” jelas beberapa guru piket menjawab kehadiran para orangtua murid yang didampingi wartawan.

Beberapa orangtua murid yang tidak berhasil menemui kepala sekolah dan oknum guru olahraga tersebut mengaku akan membuat laporan polisi.  “Kami sudah melapor ke polsek tapi katanya melapor ke Mapolres Labuhanbatu,” tegas beberapa orangtua murid.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kecamatan Marbau Jumali SE mengatakan, dirinya sudah mendapat informasi dugaan guru olahraga mencabuli puluhan murid salah satu SDN. “Tadi siang sekira pukul 14.00 WIB, informasi itu sudah saya dengar. Tapi karena tadi mengikuti pembukaan MTQ sehingga belum bisa langsung turun ke lapangan. Besok pasti saya akan crosscek. Oknum guru olahraga berinisial KM itu benar PNS pengangkatan K2 dari honor,” tandas Jumali melalui telepon seluler.

Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP Viktor Sibarani membenarkan adanya laporan tindak cabul yang diduga dilakukan oknum guru PNS. “Penyidik masih meminta keterangan dari para saksi pelapor. Itu saja dulu ya,” ujarnya singkat. (met)