Diduga Catut Gambar Calon Walikota , Billboard Milik Multigrafindo Terindikasi Tak Berizin Dilapor Warga

100

 

Medan I Sumut24.co
Kelakuan pengusaha periklanan atau advertising (reklame,red) nakal di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara , seakan kembali kambuh saat ini.

Pasalnya, reklame liar yang menjadi salah satu faktor utama penyebab bocornya pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Medan ini, terkesan tidak jera usai ditertibkan Kabaharkam Mabes Polr Irjen Pol Agus Andrianto saat menjabat Kapolda Sumut.

Pemberantasan reklame tak berizin yang menjamur disejumlah titik jalan protokol Kota Medan ini, merupakan salah satu prestasi Kapolda Sumut bersama Sekretaris Daerah Kota Medan Wirya Al Rahman yang sampai saat melekat diingatan warga dan elemen masyarakat Kota Medan.

Informasi yang dihimpun wartawan, Sabtu (21/11/2020) Arief Dermawan warga jalan Karya Wisata A Gg Eka Kencana No 23 LK I melaporkan perusahaan periklanan PT Multigrafindo Adv ke polresta Medan Nomor: STTLP/2776/K/XI/YAN : 2.5/2020/SPKT RESTABES MEDAN atas laporan larangan menguasai tanah tanpa seizin yang berhak atau kuasanya pada tanggal 7 November 2020.

“Saya selaku keluarga pemilik tanah dan juga pernah menempati bangunan yang berdiri di atas tanah tersebut, merasa dirugikan dengan adanya tiang billboaed reklame diga tak berizin itu berdiri. Keberadaan tiang itu dilahan kami,tanpa seizin kami. Sehingga pekan lalu sudah saya laporkan “Ujar Arief kepada wartawan.

Diceritakan Arief, kronologis diketahuinya bahwa plang billboard diduga tak berizin yang berdiri di atas lahan tanah milik mereka di jalan A.H Nasution Simpang jalan B Zein Hamid No 4 Kelurahan Pangkal Mansyur Kota Medan sekitar dua bulan lalu.

Akan tetapi, keterangan warga yang menyampaikan info itu kepada dirinya, menyebutkan bilboard itu berdiri sudah tahunan.

Artinya, selain kami pemilik lahan dirugikan, pemerintah Kota Medan dalam hal ini juga, diduga sudah dirugikan atas setoran retribusi atau pajak atas iklan-iklan yang mereka tayangkan selama ini.

“Kami menduga, retribusi dan pajak atas iklan-iklan yang sudah pernah tayang tak ada setoran retribusi dan pajaknya ke Kas daerah atau dikenal istilahnya indikasi pengempangan”Jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Arief menerangkan, tiang billboard atau reklame yang berdiri diatas lahan mereka itu diyakini tak berizin, ketika Irwan selaku orang kepercayaan pengusaha reklame saat ditemui dikantor PT Multigrafindo Adv membenarkan atas dugaan itu, sembari meminta fotocopi surat alas hak tanah yang rencananya dipinjam PT Multigrafindo untuk pembuatan sewa menyewa lahan sebagai salah satu syarat untuk kepengurusan izin.

“Mereka meminta fotocopi surat dengan dalih membuat sewa menyewa sejak berdirinya tiang billboard reklame dilahan kami. Tapi mereka justru tidak berkomitmen seakan mengintervensi dengan perkataan bahwa tiang reklame kami bongkar sendiri”tegasnya.

Suruhan pembongkaran itu, dikatakan Arief, disampaikan Albert Kang selaku pemilik PT Multigrafindo Adv melalui orang kepercayaannya bernama irwan tersebut.

“Saya komunikasi ke Irwan dikantornya, mereka mau membuat surat sewa menyewa sesuai harga kehendak mereka,saya tidak mau. Malah mereka juga meminta tolong agar saya yang mengurus izin selaku pihak keluarga pemilik lahan”pungkas Arief.

Pantauan dilokasi, tiang Billboard reklame diduga tak berizin itu, tampak berdiri terhempit di arel lahan mereka, tepatnya disamping bangunan bekas rumah toko (ruko) pemilik tanah tersebut.

Ironisnya, tampak dibagian depan gambar salah satu paslon calon Walikota Medan Bobby Nasution. Apakah sudah seizin Bobby Nasution atau hanya terkesan indikasi pencatutan?

Sampai saat ini,sedang diupayakan konfirmasi kepada pihak Bobby Nasution soal ada atau tidak adanya pemesanan pemasangan iklan di billboard yang diduga tak berizin tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Pengawas DPP Aliansi Jurnalis Hukum (AJH) Anjas Milan ST menilai perilaku pengusaha reklame tersebut terkesan mengkebiri hak warga pemilik tanah, serta menjadi ancaman tumbuhnya pembangunan di Sumut.

“Sudah izin ke pemilik lahan, malah menyuruh pemilik lahan bongkar sendiri. Terkesan ada unsur jebakan yang dilakukan pengusaha itu kepada pemilik lahan. Apalagi izinnya diduga tidak ada. Retribusi dan pajak adalah tulang punggung pembangunan,sudah menjadi ancaman bagi pemerintah juga itu,”Ujarnya.

Menurutnya, tiang billboard diduga tak berizin itu harus segera dibongkar. Harapannya, warga juga membuat laporan resmi ke Pemko Medan, karena kami bangga sejak Sekda Kota Medan dipimpin Wirya Al Rahman persoalan pohon besi (tiang billboard,red) bisa ditertibkan.

“Kami sarankan warga juga buat laporan resmi ke Pemko Medan, biar Satpol PP Medan yang bongkar. Karena mereka punya hak untuk penertiban pelanggaran Perda.”pungkasnya.

Disisi lain, Ketua Umum Relawan Lintas Suku (Relis) Bobby Nasution For Medan, Dofuzogamon Gaho berterima kasih atas laporan tersebut serta mengecam jika adanya indikasi pencatutkan nama dan gambar Bobby Nasution dilakukan perusahaan advertising tersebut.

“Kami minta aparat hukum dan Satpol PP Medan bertindak, jika billboard diduga tak berizin itu mencatut gambar dan nama Bobby Nasution yang terkesan menjadikannya tameng. Bobby Nasution pemuda taat aturan, taat adsmintrasi dan ikon/panutan pemuda Kota Medan saat ini, jangan rusak citranya pada situasi pesta demokrasi saat ini”Ujar Dofu.

Ditegaskan Dofu, pihak perusahan advertising Multigrafindo harus taat terhadap peraturan yang ada.

Jangan tunjukkan sikap menantang aparat hukum. Apalagi reklame liar sudah berhasil ditertibkan dan ditata Sekda Kota Medan Wirya Al Rahman dan Kabaharkam Mabes Polri Irjen Pol Agus Andrianto disaat menjabat Kapolda Sumut kala itu.

“Pengusaha reklame jangan suburkan lagi perilaku pemasangan tiang billboard tak berizin di Kota Medan yang berkah ini. Jangan kotori nama baik paslon kami demi memuluskan perilaku pelanggaran yang dilakukan. Situasi politik saat ini, jangan jadikan pencatuttan gambar dan nama tersebut menjadi mainan tim rival”Pungkas Dofu.
Sementara itu pemilik billboard multigrafindo Albert Kang yang dikonfirmasi melalui whatsapp nya belum juga membalas.(tim)

Loading...