Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS
Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS
News
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24.co Di tengah masih maraknya wabah covid-19 terutama di berbagai kota besar di Indonesia, tidak menyurutkan pekerja musik tanah air untuk tetap berkarya. Termasuk Niesya Harahap, penyanyi pendatang baru asal kota Medan yang telah melahirkan tiga album single lagunya. Kali ini, Niesya akan menerbitkan album singlenya yang keempat, dengan judul â€Keraguan,†pada akhir September 2020 ini.
Niesya memang cukup sibuk dalam tiga bulan belakangan ini, dimana ia baru memulai studi S2 Psikologi di Universitas Indonesia. â€Kok masih bisa buat single baru?†begitu ketika ia ditanya. â€Sebenarnya lagu keempatku ini yang paling panjang proses pengerjaannya, dibanding tiga lagu singleku terdahulu. Itu makan waktu nyaris satu tahun,†jawab Niesya.
Dia menyebutkan, â€Lagu keempatku ini lebih ’jazzy.’ Aku mencoba menawarkan bentuk lagu dalam format ’jazz akustis.’ Namun penggarapannya menghadirkan kembali bentuk permainan Brazilian samba, khususnya untuk pendengar musik di Indonesia.â€
Ditanya siapa musisi yang mengiringi lagu barunya ini, Niesya mengatakan, format iringan musik dalam laguku ini hanya nylon acoustic guitar dan percussion set. â€Kebetulan yang main guitarnya papaku sendiri dan yang main percussion set: conga, shaker dan surdu Barzil, seorang teman, namanya Brian Ryordan, percussionist yang tinggal di Amerika.
Proses sharing ide dan pengerjaan rekaman musik di dua tempat yang jauh ternyata butuh waktu yang cukup lama, meski komunikasi bisa langsung lewat WA,†lanjutnya sambil tertawa lebar.
Tiga lagu single Niesya sebelumnya mendapat cukup perhatian publik musik di Indonesia. Lagu pertamanya berjudul “Gundah†yang diterbitkannya pada bulan Februari 2020 lalu masuk di berbagai Playlist di Spotify seperti “New Music Friday Indonesiaâ€, “Musik Akhir Pekanâ€, “Generasi Galau†dan Playlist dari Ami Awards yaitu “Musik Minggu Ini†dan “Dirumah Sajalahâ€, serta berbagai playlist personal lainnya sebanyak kurang lebih 50an playlist. Di Youtube video lirik dan official music videonya juga telah di tonton lebih dari 100 ribu viewers.
Album single keduanya berjudul “Kepergianmu†yang ia terbitkan di bulan Mei 2020 juga masuk dalam beberapa Playlist di Spotify seperti “New Music Friday Indonesia†dan “Musik Akhir Pekanâ€. Begitu juga single ketiganya â€Aku Melihat Indonesia†yang ia luncurkan di bulan Agustus lalu juga mendapat tempat di berbagai playlist dan juga media cetak di beberapa kota di Indonesia. Kalau dibandingkan ke empat single lagu yang dibuat oleh Niesya, memang terdengar sangat kontras. Lagu pertamanya “Gundah†lebih bernuansa pop orchestra; lagu keduanya “Kepergianmu†lebih melancholy; lagu ketiganya “Aku Melihat Indonesia†kuat dengan sentuhan folk music; sementara lagu single keempatnya “Keraguan†lebih bernuansa jazz music.
Namun, kalau dilihat dari latar belakang musiknya terlihat wajar. Niesya ternyata sejak kecilnya telah terbiasa mendengar berbagai macam genre musik dari koleksi album-album musik dunia yang dimilikiorangtuanya Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu. Kedua orangtuanya sendiri adalah pendiri kelompok “Suarasama†beraliran world music, yang karya-karya musiknya telah diterbitkan di Perancis dan USA. Sejak lima tahun belakangan ini Niesya juga terlibat dalam berbagai pementasan kelompok Suarasama di dalam dan luar negeri, diantara di German, Belanda dan Spanyol. â€Di dalam bermusik aku memang senang untuk bereksplorasi. Bagiku itu menyenangkan. Mungkin di suatu saat nanti akan aku tentukan pilihan bermusikku seperti apaâ€. Pengerjaan album keempatnya ini, sebagaimana yang disampaikan Niesya di akhir, dilakukan di Rossi Music Studio di Jakarta. Sementara pengerjaan audio mixing dilakukan oleh Ano Stevano dan audio masteringnya dilakukan oleh Dimas Pradipta di Jakarta, orang yang juga mengerjakan untuk album single pertama, kedua dan ketiganya. (Red)
Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS
News
Agus Dwi Handaya Kembali Pimpin IKAFEBUSU Periode 20262030Medansumut24.co Agus Dwi Handaya kembali dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan A
News
Dr. Kaswinata Terpilih sebagai Ketua IAEI Sumut Periode 20262031Medansumut24.co Dr. Kaswinata, SE., Ak., CA., MSP., terpilih sebagai Ket
News
Negara Menjemput Warganya di Semenyih
News
Ahli Pers Nurhalim Tanjung AI Harus Jadi Asisten, Bukan Pengganti Wartawan
kota
Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Warga Keluhkan Akses Bukit LawangTangkahan Rusak dan Ancam Demo ke PU
News
Kades Sei Musam Akui Terbatas Tangani Jalan dan Jembatan Rusak Kami Sudah Berupaya
News
Kesepakatan Menjadi Salah Satu Tahapan Penting Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
News
Teater, Pembangunan, dan Sikap Kritis
News
Mahasiswa Unimed Raih Juara III LKTN Nasional 2026, Soroti Pergeseran Nilai Pernikahan Semarga Mandailing di Era Digital
News