Buruh Rela Basah Kuyup, Demi Penghapusan Sistem Kontrak

MEDAN | SUMUT24
Ratusan massa buruh yang tergabung Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APDSU) rela berunjuk rasa dengan guyuran hujan deras dan basah kuyup, di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Jalan Diponegoro Medan, Kamis (28/4).

Dalam unjuk rasa memperingati May Day 2016 tersebut, para pengunjuk rasa menolak PP Nomor 78 Tahun 2016 yang dianggap mengebiri kenaikan upah buruh dan meminta pemerintah menghapuskan pekerja kontrak.

“Kami meminta Plt Gubsu berjumpa dengan kami. Banyak kasus-kasus buruh di Sumut ini yang mungkin pak Plt Gubsu tahu, maka kami ingin sekali berjumpa dengan pak Plt,” teriak orator.

Pantauan Wartawan, tak hanya buruh yang basah kuyup. Petugas Satpol PP yang bertugas menjaga unjuk rasa buruh juga ikut basah kuyup. Semantara para polisi yang ditugaskan menjaga keamanan, memilih berteduh menyelamatkan diri masing-masing dari guyuran hujan.

Aksi massa yang dikawal aparat kepolisian sehingga mengakibatkan ruas jalan Diponegoro sempat ditutup para pengunjuk rasa, sehingga kemacetan lalu lintas tak bisa dihindarkan. Dalam tuntutannya, buruh menolak sistem kontrak terhadap buruh.

Buruh juga minta Pemprovsu memperhatikan dan memperjuangkan aspirasi buruh. Karena, banyak buruh mengalami persoalan hingga penindasan dan luput dari perhatian dan kepedulian pemerintah. Apalagi buruh mengaku, para pengusaha kerap menjadikan para karyawan atau buruhnya tidak selayaknya sebagai pekerja dan manusiawi.

Setelah berorasi, utusan delegasi para huruh kemudian diterima oleh  Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Bukit Tambunan di gedung lama kantor Gubsu, untuk membicarakan persoalan buruh tersebut. (W03)