Bupati Madina Imbau Panitia Qurban Antisipasi Wabah PMK

0
164

MADINA,SUMUT24.co
Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Ja’far Sukhairi Nasution mengimbau masyarakat yang ingin membeli hewan qurban sapi dan kambing terlebih dahulu mengecek kesehatannya, sebab penyakit mulut dan kuku (PMK) sedang melanda.

Surat edaran sudah dikeluarkan Bupati Madina bernomor 521/1573/Distan/V/2022 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit PMK pada hewan ternak pada tanggal 20 Mei kemarin yang ditujukan kepada pedagang ternak ruminansia dan pedagang produk ternak ruminansia.

Bupati, Sukhairi menyampaikan, meskipun Madina masih nihil virus PMK pada hewan, masyarakat dan pemerintah daerah harus tetap waspada, termasuk pada pembelian hewan qurban menjelang hari raya idul adha yang akan datang.

”kita sudah keluarkan surat edaran tentang antisipasi masuknya virus PMK di Kabupaten Madina, termasuk pengaktifan kembali posko cek poin 3 titik yakni di Sihepeng Kecamatan Siabu, Ranjo Batu Kecamatan Muara Sipongi dan Ranto Baek,” kata Bupati Madina, Minggu (29/5/22).

Bupati menyebut, edaran tersebut sudah berjalan pada setiap Kecamatan di Madina. Ia meminta panitia qurban, apabila membeli hewan ke luar daerah, harus membuat surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang ditandatangani dokter hewan setempat.

Dalam poin pertama surat edaran tersebut berbunyi, tidak melakukan pemasukan, perdagangan atau jual beli sapi, kerbau, domba, kambing dan babi di daerah wabah penyakit PMK seperti Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Aceh.

Diberitakan sebelumnya, hasil pemeriksaan penyakit PMK di Madina oleh Dinas Pertanian dinyatakan masih nihil. Penyuluh Pada Dinas Pertanian, juga turut dilibatkan untuk melakukan pemantauan pada setiap kelompok ternak yang mereka bina, maupun peternak mandiri.zal