Buka Ramadhan Fair XIII 2016, Wali Kota: Ramadhan Fair Media Syiar Islam dan Pengembangan UMKM

MEDAN | SUMUT24
Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi mengatakan, Ramadhan Fair dari tahun ke tahun terus mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. “Ramdhan Fair mampu memberikan manfaat ekonomi bagi para pedagang, jadi pengembangan UMKM dan jadi media syiar Islam,” ujar Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi saat beri pada pembukaan Ramadhan Fair XIII tahun 2016 di Taman Sri Deli, Jumat (10/6) malam.

Lebih lanjut dikatakan Dzulmi Eldin, tidak hanya warga Kota Medan yang meramaikan Ramadhan Fair, namun juga masyarakat yang sengaja datang dari sejumlah Kabupaten seperti Langkat, Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai bahkan Kabupaten Karo dan sejumlah kabupaten lain di Sumut.

“Ramadhan Fair juga menjadi sarana untuk meningkatkan ukhuwah Islamiah masyarakat di bulan suci Ramadhan,” sebut Eldin.

Dalam kesempatan itu, Eldin juga mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap sembako cenderung meningkat pada bulan Ramadhan. Untuk itu, pihaknya melakukan antisipasi dengan menggelar pasar murah di 151 titik yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan.

“Dalam kesempatan ini, saya juga menyampaikan, bagi masyarakat yang membutuhkan sembako dengan harga terjangkau, dapat datang ke sejumlah titik di kecamatan masing-masing,” imbau Eldin.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi berharap pusat jajanan malam Ramadhan Fair, tidak hanya sebagai media syiar Islam, tetapi juga wadah pengembangan produk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Harapan tersebut disampaikan Tengku Erry Nuradi saat membuka pusat jajanan malam Ramadhan Fair XIII tahun 2016 di Taman Sri Deli, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (10/6) malam.

Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan, Ramadhan Fair yang telah berusia 13 tahun telah merupakan kegiatan rutin saat bulan suci Ramadhan yang kini menjadi icon Kota Medan. Kegiatan tersebut pertama kali diselenggarakan pada tahun 2003 lalu.

“Kita masih ingat, saat pertama kali, stand-stand yang ada hanya dari tenda-tenda kecil untuk pedagang menjual makanan dan minuman berbuka puasa. Belakangan, tumbuh menjadi pusat jajanan malam yang tidak hanya menyediakan makanan dan minuman saja, tetapi juga berbagai produk UMKM,” ujar Erry.

Erry juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan Ramadhan Fair sebagai ajang promosi sekaligus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik konsumen dalam kota, luar kota, bahkan dari luar provinsi Sumut.

“Kita juga melihat ada wisatawan yang datang ke Ramadhan Fair. Ada dari negara tetangga Malaysia bahkan sejumlah wisatawan dari sejumlah negara Eropah. Momentum ini harus dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengembangkan market pemasaran produknya,” saran Erry.

Seiring dengan waktu, Ramadhan Fair terus mendapat perbaikan, termasuk dalam kemasan kegiatan agar lebih menarik dengan menghadirkan kesenian, musik bernuansa religi dari sejumlah band ibukota.

“Hiburan ini menjada daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahim antara masyarakat usai menunaikan ibadah sholat tarawih,” sebut Erry.

Erry juga menyatakan apresiasi terhadap Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang terus berkomitmen menyemai nuansa kebersamaan umat di bulan puasa dengan terus menggelar Ramadhan Fair.

“Slogan Medan Rumah Kita menjadi kota masa depan yang multicultural, yang berdaya saing, sejahtera, humanis dan religius. Dengan demikian warga Kota Medan tetap dibentengi oleh sentuhan-sentuhan iman, sehingga sebesar apapun arus modernisasi yang akan mengelilingi kota ini, Insya Allah, warga Kota tetap mengingat kebesaran Tuhan Yang Maha Esa,” sebut Erry.

Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri menyebutkan, Ramadhan Fair akan berlangsung selama bulan Ramadhan yang mulai tanggal 6 Juni hingga 5 Juli 2016 mendatang.

“Selama kurun waktu hampir sebulan itu, Ramadhan Fair akan diisi dengan rangkaian kegiatan seperti bazar UMKM berbasis kuliner yang diikuti 135 pedagang. Non kuliner sebanyak 75 pedagang. Juga ada pelaksanaan tausiah dan konsulatsi agama, penampilan atraksi seni dan budaya Islami dari artis lokal maupun ibukota, tadarus Al Qur’an dan peringatan Nuzul Qur’an,” jelas Hasan.

Pihak penyelenggara Ramadhan Fair juga menggelar sejumlah perlombaan bernuansa religius diantaranya festival band religi, lomba azan tingkat SD dan lomba busana Muslim.

Suasana pembukaan Ramadhan Fair berlangsung meriah dengan kehadiran group musik Setia Band yang sengaja didatangkan dari Jakarta untuk menghibur para pengunjung.

Hadir dalam acara itu Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi, Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution MSi, Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Hasan Basri, Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli, jajaran Muspika Kota Medan, mantan Walikota Medan Drs Abdillah Ak MBA selaku penggagas Ramadhan Fair serta ribuan masyarakat Kota Medan dan sejumlah pengunjung dari berbagai kota di Sumut.

Sementara itu, Pengusaha UMKM, Alween Ong mengatakan, dilibatkannya pelaku UMKM kota Medan di Ramadhan Fair yang terletak di samping Mesjid Raya Medan harus didukung penuh. Sebab, dengan adanya program Ramadhan Fair dapat memajukan pelaku UMKM untuk kemajuan usahanya.

Ramadhan Fair ini menjadi sebuah program yang baik sekali jika UMKM dilibatkan tanpa adanya pungli. “Rasanya 2 tahun yang lalu saya ke Ramadhan Fair namun karena waktu itu terlalu padat serasa kurang nyaman dan harga makanan pada waktu itu tidak sesuai dengan teknis penyajian. Bahkan rasa terkesan kurang berkualitas, namun saat ini sudah banyak perubahan,” kata Alween Ong, Minggu (12/6)..

Program Ramadhan Fair menjadi program unggulan tahunan dengan pengelolaan yang baik dan umkm yang berpartisipasi menjaga kualitas produk dan harga yang bersahabat.

“Secara umkm tentu ini membantu dengan diberikannya lapak (stand) oleh pemerintah dengan begitu membantu pendapatan umkm di masa ramadhan yang merupakan event tahunan juga,” pungkasnya. (W03/W04)