BNN Tes Urine Anggota F-PKS

0
940

Jakarta – SUMUT24

Fraksi PKS menggelar tes urine untuk anggota dan staf ahlinya. Ketua F-PKS Jazuli Juwaini pun meminta fraksi lain di parlemen mengikuti menyelenggarakan tes urine. Acara itu bekerja sama dengan BNN digelar di kantor Fraksi PKS, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/2). Ada 40 anggota F-PKS dan 24 orang staf ahli yang akan mengikuti tes urine.

Satu per satu anggota dan staf F-PKS diminta menyerahkan urinenya kepada 6 petugas BNN yang datang ke kantor F-PKS. Menurut Jazuli, pihaknya sudah melakukan tiga kali tes urine.

“Tujuannya kita ingin serius memberantas narkoba di Indonesia, ini sudah darurat narkoba. Bahkan bahayanya lebih sadis dari teroris,” ungkap Jazuli usai melakukan tes urine. Ia merupakan yang pertama melakukan tes.

Jazuli menyatakan pihaknya mendukung pemberantasan narkoba di Indonesia. Dengan tes urine ini, F-PKS ingin menunjukkan keseriusan dalam pemberantasan narkoba itu.

“Seluruh stake holder harus serius bahu membahu, F-PKS ingin mulai dari diri sndiri. Ini keseriusan agar Indonesia bebas narkoba karena bagaimana mungkin teriak-teriak kalau tidak mulai dari diri sendiri,” ucap Jazuli.

Kerja sama dengan BNN disebutnya sudah tiga kali dilakukan oleh F-PKS untuk periode kali ini. Jazuli mengimbau agar fraksi lain mengikuti langkah F-PKS ini.

“Kami imbau fraksi lain, ayo mulai dari DPR. DPR harus bebas narkoba. PKS siap memelopori DPR bebas narkoba. Ini bentuk riil pemberantasan narkoba dan kita tunggu respons fraksi lain,” jelas anggota Komisi III DPR itu.

“Kita harap pimpinan DPR bukan hanya mewacanakan (melakukan tes urine untuk semua anggota DPR) tapi serius melakukan implementasi wacana itu. Harapannya di DPR tidak ada yang terlibat narkoba baik pemakai mupun pengedar. Itu harapannya semoga jadi kenyataan,” lanjut Jazuli.

Sebanyak 22 anggota dan staf F-PKS ikuti tes urine hingga siang kepamrin.Saat ini pemeriksaan masih terus dilakukan.

Selain Jazuli, beberapa anggota F-PKS yang melakukan tes urine adalah Al Muzzammil Yusuf, A Junaidi Auly, Abdul Kharis Almasyhari. Juga Hidayat Nur Wahid yang merupakan Wakil Ketua MPR.

Meski begitu, ada juga anggota F-PKS yang izin tidak mengikuti tes urine. Seperti H. Hermanto yang melampirkan surat izin karena berhalangan hadir. Surat izinnya mendapat tanda tangan dari Jazuli.

Menurut pihak BNN, hasil pemeriksaan ini baru akan keluar pada Selasa (1/3) besok. Pemeriksaan tes urine tersebut merupakan permintaan langsung dari Ketua F-PKS.

“Diminta Ketua Fraksi, ada permintaan surat kemarin ke kami hari Kamis (25/2). Hasil besok, nanti disampaikan melalui pimpinan kami,” terang Kasie Lingkungan Kerja BNN Nining Sulastri yang hadir dalam tes urine di F-PKS.

Disebutkan Nining, BNN sudah beberapa kali dimintai bantuan dari berbagai instansi untuk pemeriksaan urine. Terutama dari pihak pemerintahan.

“Lainnya seperti dari TNI AD dan instansi lainnya, dari pemerintahan terutama kementerian. Kalau dari DPR, baru Fraksi PKS yang mengajukan permintaan,” tutup Nining. (int)