Bank Indonesia Akan Gelar Digi-Fest Sumut 2020

161
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat pada acara Bincang Bareng Media Review Ekonomi 2019 dan Prospek 2020 di Gedung Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (9/1/2020). SUMUT24/ist

Medan I SUMUT24.CO

Pada minggu keempat bulan Januari 2020 ini, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara akan menggelar Kegiatan bertajuk Digi-Fest Sumut 2020. Tujuannysa, mendorong memperkenalkan inovasi teknologi dan layanan digital yang telah tersedia di Sumut.

“Target kegiatan ini adalah warga millenial, pelajar, pesantren (santri), mahasiswa, akademisi serta pelaku usaha,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat pada acara Bincang Bareng Media Review Ekonomi 2019 dan Prospek 2020 di Gedung Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (9/1/2020).

Lebih lanjut dikatakan Wiwiek Sisto Widayat, kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara itu untuk mendorong penggunaan masyarajat menggunakan sistem pembayaran non tunai.

“BI akan mensosialisasikan kewajiban penggunaan QRIS untuk seluruh pembayaran melalui kanal QR Code di Indonesia terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020. QRIS (QR Code Indonesia Standard) adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI),” sebut Wiwiek.

Dipastikannya, dengan dimulainya QRIS (QR Code Indonesia Standard) semua transaksi pembayaran menggunakan QRIS baik di toko, swalayan, mini market, supermarket, toko-toko dan lainnya.

“Masyarakat hanya cukup bawa satu kartu saja, tak perlu membuka rekening bank yang banyak. Bisa dipakai pengguna OPO, Go-Pay dan lainnya,” ujar Wiwiek.

Pengguna Uang Elektronik Meningkat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat memastikan di tahun 2020 ini, penggunaan uang elektronik di Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami peningkatan.

Penggunaan uang elektronik di Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) pada bulan November 2019, total uang elektronik (UE) yang beredar di Sumut sebanyak 2,32 juta UE, dengan pangsa terbesar sebanyak 61% persen UE berada di Kota Medan, disusul Deli Serdang, Binjai dan Pematangsiantar. Jumlah ini meningkat dari Oktober 2019 yang hanya 2,11 juta UE.

“Mayoritas UE yang beredar merupakan 79% server-based dan 53% UE registered. Dari sisi volume transaksi UE, pada bulan November 2019 terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 22,18% (mtm) dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut diprediksi disebabkan oleh semakin tingginya persaingan promo antar pemain UE,” ungkapnya.

Dari sisi perkembangan agen, jelas Wiwiek Sisto Widayat, jumlah agen LKD (Layanan Keuangan Digital) meningkat dari 15.661 pada bulan Oktober 2019 menjadi 18.021 pada bulan November 2019. Namun dari sisi transaksi, nominal transaksi melalui agen LKD di bulan November 2019 mengalami sedikit penurunan menjadi 1,0 T dari 1,07 T pada bulan sebelumnya. Mayoritas transaksi adalah Transfer dan Payment (52%) diikuti Top up (47%).

Sementara, sambungnya, jumlah pengguna kartu ATM mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya dikarenakan preferensi masyarakat yang cenderung beralih ke mobile banking. Sedangkan jumlah Kartu ATM/D dan Kartu Kredit masih terus meningkat. “Peningkatan jumlah kartu kredit diakibatkan oleh banyaknya perbankan yang memanfaatkan momen menjelang Natal dan Tahun Baru untuk mengintensifkan pemasaran produk kartu kredit,” sebut Wiwiek.

Dari sisi nominal transaksi, kata Wiwiek, kartu ATM/D pada bulan November 2019 mengalami penurunan sebesar 2,84% (mtm). Begitu juga dengan transaksi kartu kredit yang mengalami sedikit penurunan sebesar 1,79% (mtm) meskipun bila dilihat secara tahunan tetap mengalami pertumbuhan sebesar 2,63% (yoy). (R03)

Loading...