Bandar Sabu Ketangkul Cetak Uang Palsu

0
3048

RANTAU PRAPAT | SUMUT24
Bandar narkotika jenis sabu-sabu, MIM (28) warga perumahan Bina Insan Sigambal Kelurahan Perdamean Kecamatan Rantau Selatan dan pencetak uang palsu ditangkap dirumahnya sekitar pukul 12.00 WIB oleh personil Satnarkoba Polres Labuhanbatu dengan barang bukti tiga paket kecil sabu serta uang palsu sebesar Rp13.750.000 beserta mesin pencetak uang palsu.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie melalui Kasat Narkoba AKP Mara Junjung Siregar, Senin (21/3) menjelaskan, uang palsu tersebut terdiri dari pecahan Rp100.000 sebanyak 110 lembar yang telah dipotong, 4 lembar kertas uang palsu pecahan Rp100 ribu yang belum dipotong, 3 lembar uang palsu pecahan serta Rp50 ribu yang belum dipotong.

“Saat personil menggrebek kerumah MIM yang merupakan bandar narkoba tersebut, ditemukan mesin print, laptop, belasan juta uang palsu serta sejumlah paket sabu-sabu,” terang Junjung.

Penangkapan pemilik sabu, uang palsu dan mesin cetaknya itu tambah Junjung, berawal dari ditangkapnya AS warga jalan Martinus Lubis Rantauprapat yang merupakan kurir dari MIM.
AS terang Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu tersebut, ditangkap di jalan Aektapa Kecamatan Rantau Selatan. Dari tangannya diamankan dua paket kecil sabu-sabu.

“Awalnya kita tangkap AS disekitaran Aektapa, setelah dikembangkan, ternyata AS dapat barang dari MIM. Setelah digrebek, dirumah MIM lah ditemukan uang palsu dan alat pencetaknya,” ujar Junjung lagi.

Selain itu diketahui, upal yang diproduksi MIM warga perumahan Bina Insan Sigambal itupun ternyata akan dipergunakannya untuk membeli sabu-sabu.
Kepada wartawan, ayah yang memiliki satu putra itupun mengaku pertama kali mencetak uang palsu dan sampai kini dirinya belum sempat mempergunakannya.
Ditanya dari mana dirinya belajar cara mencetak uang palsu tersebut, pelaku lebih banyak belajar dari media internet. “Dari internet, terus tanya-tanya sama kawanlah,” ujarnya.

Menjawab wartawan mengapa sampai berinisiatif mencetak uang palsu untuk dibelikan sabu-sabu, MIM beralasan itu dikarenakan hitungan dagang. “Kalau uang kontan sayanglah bang,” akunya polos. (Man )