Anak Balita Tewas Dibantingkan Bapak Biadab Di Pasar V Tembung

Medan I Sumut24.co
Hanya karena anaknya muntah-muntah, F bapak Biadab yang merupakan warga pindahan dari Pasar VII Tembung ke Pasar V Desa Tembung Gg.Salak 43, Deli Serdang ini, tega membanting darah dagingnya itu sebanyak dua kali, hingga tewas.

Tragisnya lagi, aksi pembantingan itu dilakukan F di depan isterinya sendiri.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Muhammad Agustiawan membenarkan adanya insiden ayah banting anak sampai meninggal. “Benar, saat ini (pelaku) sudah diamankan,” kata Agustiawan, Jumat (29/4/2022).

Menyampaikan kronologis kejadian lebih lanjut setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan penyidik.

Informasi yang diperoleh wartawan  dari warga menyebutkan, bahwa putrinya itu berinisial R berusia tiga tahun.Dari penuturan Iwan, warga setempat, kejadian ini terjadi pada Kamis (28/4/2022) kemarin.

Sebelum kejadian, F marah-marah lantaran merasa anaknya berinisial R selalu membuat kesalahan. Namun, lanjut Iwan, aksi kebiasaan F menganiaya anaknya bukan kali ini saja.

Beberapa warga setempat, mengaku sudah sering melihat F main tangan terhadap anaknya. “Informasinya pelaku itu sering menganiaya anaknya beberapa bulan ini, enggak tau apa masalahnya,” sebutnya.

Sebelum anaknya dibanting ke lantai, terlebih dahulu di bantingnya ke tempat tidur. “Semalam itulah dibantingnya korban ke tempat tidur, habis itu dibantingnya ke lantai.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa menjelaskan motif kejadian pembunuhan itu terjadi lantaran sang ayah merasa kesal terhadap anak pertamanya itu.

“Yang bersangkutan merasa kesal, karena anak kandungnya ini mengganggu tidurnya tengah malam. Korban kerab muntah – muntah,” kata Fathir, Jumat (29/4/2022).

Merasa kesal anaknya rewel, pelaku pun langsung menggendong anaknya dan membantingnya. Ibu korban yang saat itu sedang berada di dalam rumah sempat menghalangi, namun upayanya sia-sia.

“Si bapak merasa kesal, sehingga membanting anak ini sebanyak dua kali. Saat kejadian disaksikan juga oleh ibunya dan sempat mencoba menghalangi,” sebutnya. “Tetapi karena si bapaknya ini emosi, sehingga tidak mampu menghalangi perbuatan si bapak,” sambungnya.

Fathir mengatakan, korban yang sempat sesak nafas setelah dibanting langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, sesampainya di rumah sakit korban pun dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dibanding sempat di bawa ke rumah sakit. Sesampainya di sana, jiwanya sudah tidak tertolong, si anak yang umurnya belum genap berusia tiga tahun itu meninggal dunia,” bebernya.

Lebih lanjut, mantan Kapolsek Medan Baru ini menjelaskan, pihaknya masih akan mendalami lagi terkait informasi dugaan pelaku sering melakukan penganiayaan terhadap anaknya.

“Ini masih akan kita dalami lagi, nanti akan kami lakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap si bapak, mengenai informasi apakah si bapak sudah sering melakukan penganiayaan terhadap anaknya,” ucapnya.

Terkait perbuatan, saat ini pelaku sudah ditahan di Polsek Percut Seituan dan akan segera di bawa ke Polrestabes Medan.”Pelaku pasti akan dilakukan penahanan, terhadap pelaku terancam hukuman sembilan tahun bahkan bisa lebih, tegasnya.r3d