Akhyar : Pembangunan Karakter Budaya Sangat Dibutuhkan

355

MEDAN | SUMUT24

Ditengah maraknya budaya populer saat ini, untuk itu perlu ada pembangunan karakter budaya yang khas bagi warga Medan. Maka dengan adanya Dewan Kesenian Medan (DKM), pembangunan karakter budaya tersebut bisa terwujud. Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution saat membuka acara program Rapat Kerja DKM di Garuda Plaza Hotel Medan, Selasa (9/8). Acara ini dihadiri Ketua DKM, Rianto Aghly SH, Plt Kadisbudpar Medan, Hasan Basri MM, Bappeda Medan, Fariz Hutagalung, pengurus MKM, dan seluruh anggota DKM.

“Pemerintah kota sangat membutuhkan masukan-masukan sekaligus bimbingan dalam membangun budaya yang ada pada masyarakat Medan. Agar karakter budaya tetap ad,karena kita kalah dengan budaya populer saat ini. Ekspresi budaya bisa dimulai macam-macam, bisa lewat tutur kata, kesenian, kehidupan, dan pengetahuan kehidupan kita masing-masing. Semoga DKM dapat melakukan ini semua,” terang Akhyar.

Menurutnya, membangun budaya bukan lewat anggaran yang yang banyak, tapi bisa dimulai dengan kulturnya. “Bayangkan ada Rp10 triliun anggaran APBD Kota Medan, namun jika budaya tak dibangun ini tentu tak mendidik masyarakat, semisal dalam pemberdayaan budaya buang sampah pada tempatnya. Kalau budaya buang sampah tak dibangun maka masyarakat akan terus buang sampah sembarangan. Untuk itu pondasinya adalah membangun budaya tersebut,” tambahnya.

Untuk menambah tingkat berkesenian masyarakat Medan, saat ini pihaknya telah menyiapkan tempat di Jalan Pulau Penang Medan. Disana masyarakat bisa melakukan aksi seninya tak hanya itu disana juga akan berlangsung Car Free Day dan senam bagi masyarakat. Selain itu, tambah Akhyar, pihaknya bersama Disbudpar berencana membuat penempatan cagar budaya untuk kota tua. “Kami akan berjuang untuk memfasilitasi pembangunan budaya di Medan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DKM, Rianto Aghly SH mengatakan, DKM menggelar rapat kerja untuk membahas program kerja bagi kemajuan kesenian di Medan. Ia mengatakan para pengurus yang sudah terbentuk bersikukuh untuk menentukan agenda kegiatan yang akan dilakukannya.

“Saya harap wali kota memahami AD/ART yang berlaku didalam DKM dan jangan sampai salah mengartikannya. Dalam rapat kerja ini, diharapkan untuk masing-masing komite dan departemen mengusulkan program kegiatan serta rekomendasi terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada 2016,” katanya.

Namun yang paling penting menurut Rianto, DKM saat ini butuh gedung kesenian untuk para anggota DKM bisa bekerja. “Pihak Pemko sekiranya dapat memberikan gedung kesenian bagi DKM agar program kerja ini bisa berjalan dengan baik, hal ini juga sebagai membantu kerja pemerintah sesuai dengan mottonya Medan Rumah Kita, Medan Berkesenian, dan Medan Berbudaya,” terang Rianto yang akrab di sapa Anto Genk.

Disisi lain, Perwakilan Bappeda Medan, Fariz Hutagalung, juga menyampaikan RPJP tahun 2016-2020. Ia mengatakan, visi-misinya adalah menjadikan Medan sebagai kota yang multikultural, berdaya saing, humanis, dan religius.

“Dari sisi ini nanti kita bisa membaurkan program kerja DKM dengan program kerja yang ada di SKPD Kota Medan. Sejauh ini anggaran DKM masih ditampung ke disbudpar, ke depan nanti pihaknya tidak bisa lagi anggarannya bersanding di disbudpar, jadi bappeda akan memberikan dana hibah terkait perwal no 40 tahan 2011,” terangnya. (W07)

Loading...