Rakor Evaluasi MBG, Wawako Fadly Abdina Soroti Kualitas, Distribusi hingga Keamanan Pangan
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di se
News
Baca Juga:
Gayo Lues I Â Sumut24.co
Masyarakat yang berada di wilayah tengah meliputi Gayo Lues,Aceh Tenggara,Aceh Tenggah,Aceh Singkil Bener Meriah Kota Madya Sibulus Salam dan kembali merumuskan untuk pemekaran provinsi baru di Provinsi Aceh . Namun beberapa tahun lalu tokoh masyarakat pernah memperjuangkan kepemerintah pusat agar membentuk satu provinsi lagi di Aceh dengan nama Aceh Lauser Antara (ALA). Namun perjuangan tersebut sempat padam,namun kali ini tokoh masyarakat kembali berjuang untuk membentuk provinsi baru di aceh supaya pembangunan dapat merata di setiap pelosok di wilayah tengah Aceh.
Dalam musyawarah untuk pembentukan provinsi ALA , Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru mengundang empat Bupati dan empat pimpinan DPRK di wilayah tengah yaitu, Bupati Aceh Tenggara (Berhalangan hadir), Bupati Aceh Tengah diwakili oleh Asisten II, H. Harun Manzola, SE, MM beserta anggota DPRK Aceh Tengah Zihar Firdaus, ST dan Abadi Ayus, sementara dari Bener Meriah dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Drs. Haili Yoga, MSi. Turut hadir Wakil Ketua DPRK Gayo Lues, Ibnu Hasyim, asisten III Gayo Lues, Bambang, penyusun buku pintar Iwan Gayo, dan Drs. Ramli S mantan Sekda Gayo Lues.
Pertemuan tersebut berlangsung di ofroom Sekdakab Gayo Lues, Jum’at (18/09/2020).
Dalam release persnya, Bupati Gayo Lues melalui Kabag Humas, Drs. Buniyamin S mengatakan, dalam pertemuan tersebut, disepakati empat poin kesimpulan.
Pertama, perjuangan pemekaran provinsi ALA harus digelorakan kembali, dalam kesempatan tersebut Bupati Gayo Lues akan menyambangi tiga kabupaten yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut masing-masing, Bupati Aceh Tenggara, Bupati Singkil, dan Bupati Subusalam.
“Untuk melakukan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat dengan tuan rumah kabupaten Aceh Tengah, dan segera membentuk panitia kecil,” ujarnya Jum’at, (18/09/2020).
Kabag Humas menjelaskan, untuk kesepakatan kedua, isu tentang pemojokan suku Gayo dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dapat dijadikan pelajaran dan dianggap sudah selesai, serta diharapkan tidak terulang kembali.
“Diminta kepada oknum-oknum yang memecah belah persatuan masyarakat Aceh secara keseluruhan diminta untuk berhenti membuat isu rasisme,” katanya.
Buniyamin melanjutkan, untuk poin ketiga, disepakati menyangkut masalah cek 400 kg emas milik Lebe Ali yang dipinjam Soekarno – Hatta agar dicek kembali kebenarannya dan mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk menelusuri kebenarannya.
“Poin terkahir, diharapkan kepada semua pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan semua elemen untuk menyatukan barisan, menghilangkan perbedaan dalam rangka mewujudkan kesepakatan diatas,” tandasnya. (daud)
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di se
News
Nasib Naas Abdul Rahim Putra Melayu Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal
News
Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
News
Pemkab Deli Serdang dan PT Pupuk Indonesia Cek Pupuk, Kendala Petani Ditindaklanjuti
News
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Polrestabes Medan Ringkus IRTPengedar Narkoba di Lembah Sunggal
News
Penumpang Bus Travel Ditangkap Bawa Sabu 480 Gram, Hendak Dikirim ke Aceh
News
Oknum TNI Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Hukum
Radiologi FK USU Beri Layanan USG Gratis bagi Warga dalam Bakti Sosial HUT TNI
News
Perkuat Sinergi Transisi Energi Regional, MKI Sumut Hadiri Electricity Connect 2026
News