Nasib Naas Abdul Rahim Putra Melayu: Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal
Nasib Naas Abdul Rahim Putra Melayu Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal
News
BANDA ACEH | SUMUT24 Jalan provinsi di kawasam Desa Babah Jurong sampai Desa Cot Cut, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar yang berdebu akan segera diplingkut (tahapan pengaspalan dengan ter). Demikian ditegaskan Kadis Bina Marga Aceh, Ir Rizal Aswandi, kemarin.
Baca Juga:
“Kita sudah panggil dan tegur kontraktornya. Mereka berjanji jalan itu akan diplingkut (diaspal) pekan depan agar tak berdebu lagi,” ujar Rizal Rabu (28/9) ketika dimintai penjelasannya terkait protes warga setempat yang tak tahan dengan debu dari jalan tersebut yang sekarang sedang dilebarkan. Dikatakan Rizal Aswandi, wajar masyarakat memprotes rekanan proyek itu. Sebab, menurut Rizal, mereka tak memperhatikan dampak dari debu yang berterbangan saat kenderaan melintasi jalan itu.
“Debu muncul karena saat pengerasan jalan, rekanan tak menyiram secara rutin,” ungkapnya.
Dikatakan, pemadatan badan jalan dengan batu pecah atau batu yang digiling, harusnya disiram secara rutin. Tujuannya, selain untuk mempercepat pemadatan badan jalan, juga agar tak menimbulkan debu. “Itu menjadi tanggung jawab kontraktor,” timpal Rizal.
Masih dijelasnnya, kontraktor beralasan menjelang Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah, buruhnya libur dan baru kerja kembali pekan ini. “Saat buruh tidak kerja, kontraktor wajib menyiram jalan itu setiap hari. Sebab, jika tak disiram apalagi selama ini tdak turun hujan, maka batu pecah itu menghasilkan debu, terutama saat kendaraan melintas,” ujarnya.
Masih disebutkannya, kewajiban untuk menyiram jalan itu sudah pernah diingatkan pada kontraktor saat Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah. Tapi, menurutnya, karena kontraktor kurang peduli, masyarakat sekitar proyek hilang kesabaran sehingga menulis kata-kata kurang etis sebagai bentuk protes terhadap rekanan.
Kepada kontraktor, ia berharap dapat menanggapi aksi protes masyarakat secara positif dan melakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi debu jalan. Misalnya jalan itu diplingkut. Sebab, jalan yang akan diaspal hotmi harus diplingkut lebih dulu.
“Langkah cepat perlu dilakukan agar masyarakat sekitar proyek tidak bertindak anarkis kepada rekanan saat melanjutkan pelebaran dan pengaspalan jalan tersebut,” jawabRizal. (int)
Nasib Naas Abdul Rahim Putra Melayu Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal
News
Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
News
Pemkab Deli Serdang dan PT Pupuk Indonesia Cek Pupuk, Kendala Petani Ditindaklanjuti
News
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Polrestabes Medan Ringkus IRTPengedar Narkoba di Lembah Sunggal
News
Penumpang Bus Travel Ditangkap Bawa Sabu 480 Gram, Hendak Dikirim ke Aceh
News
Oknum TNI Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Hukum
Radiologi FK USU Beri Layanan USG Gratis bagi Warga dalam Bakti Sosial HUT TNI
News
Perkuat Sinergi Transisi Energi Regional, MKI Sumut Hadiri Electricity Connect 2026
News
Puluhan Pekerja Konstruksi Gudang 235 Sampali Keluhkan Uang Lembur Belum Dibayar
News