Rabu, 17 Juni 2026

Bupati Tapsel Gus Irawan Bela Mati-matian Program MBG Prabowo: Jangan Ribut di Jakarta, Lihat Dulu di Desa!

Administrator - Rabu, 17 Juni 2026 10:06 WIB
Bupati Tapsel Gus Irawan Bela Mati-matian Program MBG Prabowo: Jangan Ribut di Jakarta, Lihat Dulu di Desa!
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, angkat bicara terkait polemik dan wacana penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, wacana penghentian MBG sama sekali tidak relevan jika melihat dampak nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya di daerah dan pedesaan.

Hal itu disampaikan Gus Irawan saat menghadiri peluncuran lapangan padel di Q-Padel, Jalan Bunga Asoka, Medan, Selasa (16/6/2026).

"Yang bilang stop MBG, coba dulu turun ke daerah, turun ke desa. Lihat langsung manfaat program ini bagi siswa dan masyarakat. Jangan hanya berteriak dari Jakarta," tegas Gus Irawan.

Ia menilai program MBG bukan sekadar bantuan makanan untuk pelajar, melainkan bagian dari strategi besar negara dalam memperbaiki kualitas generasi muda sekaligus memperkuat ekonomi rakyat.

Gus Irawan mengungkapkan, program MBG kini mulai memengaruhi pilihan masyarakat dalam menentukan sekolah bagi anak-anak mereka.

Ia mengaku khawatir akan muncul ketimpangan jika distribusi program MBG tidak segera merata ke seluruh sekolah di Tapanuli Selatan.

"Sekolah yang sudah menjalankan MBG mulai menjadi prioritas orang tua untuk mendaftarkan anaknya. Sementara sekolah yang belum mendapat program ini bisa saja ditinggalkan," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera menjadi perhatian pemerintah pusat agar tidak memicu kesenjangan antar sekolah menjelang tahun ajaran baru.

Bahkan, ia berencana menyurati Badan Gizi Nasional (BGN) agar percepatan distribusi MBG di wilayah Tapanuli Selatan bisa segera dilakukan.

Dalam penjelasannya, Gus Irawan menegaskan bahwa MBG memiliki dua tujuan utama, yakni menekan angka stunting dan menciptakan pemerataan ekonomi berbasis desa.

Ia mengungkapkan bahwa gagasan serupa sebenarnya sudah lama diperjuangkan oleh Prabowo Subianto sejak masih fokus membesarkan Partai Gerindra.

Gus Irawan menyebut dalam buku "Paradoks Ekonomi", Prabowo memperkenalkan tiga konsep revolusi sosial yang menjadi dasar berbagai program kerakyatan saat ini.

"Pertama revolusi putih, yaitu pembagian susu dan makanan bergizi. Ini yang menjadi cikal bakal MBG. Kemudian revolusi merah untuk kesehatan melalui donor darah, dan revolusi hijau lewat gerakan menanam pohon," jelasnya.

Menurutnya, konsep tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap perbaikan gizi masyarakat sudah menjadi fokus Prabowo jauh sebelum menjabat sebagai Presiden RI.

*MBG Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Desa*

Selain memperbaiki gizi anak-anak, Gus Irawan juga menilai MBG mampu menciptakan perputaran ekonomi baru di desa-desa.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan dapur MBG membuka peluang usaha bagi petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal.

"Semangat MBG itu memang dari desa. Ketika dapur MBG aktif, ekonomi di sekitar dapur ikut bergerak. Uang berputar di masyarakat," katanya.

Gus Irawan bahkan mengungkapkan bahwa meski Tapanuli Selatan mengalami pengurangan transfer pusat sekitar Rp250 miliar tahun ini, namun dana MBG dari APBN diperkirakan mencapai Rp400 miliar.

"Kalau program ini berjalan maksimal, dampaknya bisa menjadi penggerak ekonomi daerah," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga mulai mengembangkan skema kolaborasi antara Baznas, yayasan, dan pengelola dapur MBG.

Dalam skema tersebut, penerima zakat produktif atau mustahik diarahkan untuk bertani, beternak, dan membudidayakan hasil pangan yang nantinya diserap oleh dapur MBG.

"Hasil pertanian dan peternakan mereka akan masuk ke dapur MBG. Harapannya, mustahik yang sebelumnya menerima zakat nantinya bisa berubah menjadi muzakki atau pembayar zakat," jelas Gus Irawan.

Ia menambahkan, Tapanuli Selatan masih memiliki banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk menanam sayur dan komoditas pangan lainnya guna mendukung kebutuhan dapur MBG.

Tak hanya sektor pertanian, Gus Irawan juga tengah mendorong pengembangan budidaya ikan dan peternakan ayam di sekitar dapur MBG.

Salah satu program tersebut dijalankan di Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, yang merupakan kawasan hunian warga terdampak bencana.

Di lokasi itu, pemerintah mendorong warga memanfaatkan kolam bundar berukuran kecil untuk budidaya ikan lele dan nila.

"Kami siapkan kolam bundar, benih ikan, hingga pakan awal. Nantinya hasil panen dijual ke dapur MBG," ungkapnya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari target Pemkab Tapanuli Selatan dalam menghadirkan 1.000 kolam ikan untuk masyarakat.

*Penerima MBG di Tapsel Baru Capai 36 Ribu Siswa*

Saat ini, jumlah penerima manfaat program MBG di Tapanuli Selatan baru mencapai sekitar 36 ribu siswa dari target 100 ribu penerima.

Karena itu, Gus Irawan berharap pemerintah pusat segera memperluas cakupan program agar seluruh sekolah bisa menikmati manfaat yang sama.

"Sekarang masyarakat mulai melihat sekolah yang ada MBG sebagai pilihan utama. Ini harus segera diantisipasi supaya tidak terjadi ketimpangan," pungkasnya.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Momen Mengharukan di Paluta! Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Motivasi 116 Murid TK Kemala Bhayangkari Raih Cita-Cita
Pimpin Upacara Pancasila 2026, Kapolres Tapsel: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan Nyata
Hebat! Kasat Reskrim dan Tim Polres Tapsel Diguyur Penghargaan usai Ungkap Kasus Pembunuhan
Berkah Idul Adha 1447 H! NSHE dan PLN Nusantara Renewables Kompak Berbagi, 6 Sapi Kurban Disalurkan ke Masyarakat Tapsel
Bikin Salut! Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara Rayakan Ulang Tahun ke-45 dengan Tahanan
Mafia Solar Ketar-Ketir! Kapolres Tapsel Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Penyalahgunaan BBM Subsidi
komentar
beritaTerbaru