Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
kota
Baca Juga:
MEDAN – Pengunduran diri mendadak Hendra Dermawan Siregar dari jabatan Kepala Dinas PUPR Sumut kini berubah menjadi isu panas yang mengguncang ruang birokrasi dan politik Sumatera Utara.
Publik tidak lagi melihat ini sebagai "pengunduran diri biasa". Banyak pihak menduga, mundurnya pejabat kunci di sektor infrastruktur itu berkaitan langsung dengan polemik proyek strategis Underpass Gatot Subroto, proyek bernilai besar yang kini disorot tajam oleh DPR RI.
Pertanyaannya sederhana namun mematikan:
Apa yang sebenarnya sedang ditutupi?
Ijeck Membuka Kotak Pandora: Flyover Kok Jadi Underpass?
Polemik ini meledak setelah Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah (Ijeck), melontarkan pertanyaan keras saat kunjungan kerja ke lokasi proyek, Jumat (30/1/2026).
Di hadapan rombongan resmi yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, Ijeck mempertanyakan keputusan yang dianggap janggal:
Perencanaan awal disebut flyover, namun realisasi berubah menjadi underpass.
"Kenapa berubah? Dasarnya apa? Ini harus dijelaskan," kata Ijeck di lokasi.
Pernyataan itu bukan sekadar kritik teknis, melainkan sinyal bahwa DPR RI mencium sesuatu yang tidak beres dalam proses perencanaan proyek.
Pejabat Mundur Setelah Diminta Klarifikasi: Ada Tekanan?
Tak lama setelah sorotan itu, publik dikejutkan oleh kabar mundurnya Hendra Dermawan Siregar.
Sumber internal menyebut, pengunduran diri itu diduga dipicu karena Hendra diminta menjalankan perintah atasan untuk "mengklarifikasi" ucapan Ijeck.
Namun klarifikasi yang dimaksud diduga bukan untuk menjawab substansi, melainkan untuk meredam kegaduhan politik.
"Dia tidak mau jadi bumper. Karena proyek ini bukan sekadar urusan teknis, tapi sudah menyangkut keputusan besar yang sensitif," ungkap sumber yang mengetahui dinamika internal Pemprovsu.
Jika benar, maka ini bukan sekadar konflik birokrasi. Ini indikasi adanya tekanan struktural.
Underpass Gatot Subroto: Proyek Infrastruktur atau Proyek Kepentingan?
Perubahan desain besar dari flyover menjadi underpass bukan keputusan ringan. Perubahan itu otomatis menyangkut:
revisi anggaran,
perubahan kontrak,
kajian teknis ulang,
dampak lingkungan dan tata kota,
hingga potensi "ruang permainan" dalam pengadaan.
Pertanyaannya:
Siapa yang mengubah desain?
Atas dasar kajian atau atas dasar kepentingan?
Publik menuntut jawaban, bukan narasi.
Mundurnya Kadis PUPR Jadi Alarm Keras
Dalam proyek normal dan transparan, pejabat teknis biasanya tampil ke depan menjelaskan.
Namun dalam kasus ini, pejabat kunci justru mundur.
Ini memperkuat dugaan bahwa proyek Underpass Gatot Subroto menyimpan persoalan yang lebih dalam.
"Kalau semuanya prosedural, kenapa harus ada pejabat yang mundur? Ini alarm," ujar seorang pemerhati kebijakan publik di Medan.
DPR RI Sudah Bicara, Pemprovsu Jangan Bungkam
Pernyataan Ijeck adalah pintu masuk.
Mundurnya Kadis PUPR adalah sinyal bahaya. Kini publik menunggu:
Apakah Pemprovsu akan membuka dokumen perencanaan?
Atau justru menutup rapat dan mengorbankan pejabat teknis sebagai tumbal?
Komisi V DPR RI didesak tidak berhenti pada kunjungan seremonial.
Audit dan investigasi menyeluruh harus dilakukan, termasuk:
dokumen perubahan desain,
siapa aktor pengambil keputusan,
potensi pembengkakan anggaran,
serta pihak yang diuntungkan.
Rakyat Berhak Tahu: Ini Uang Publik, Bukan Uang Elite
Underpass Gatot Subroto bukan proyek pribadi. Ini proyek yang dibayar dari uang rakyat.
Jika perubahan desain dilakukan tanpa transparansi, maka itu bukan sekadar kebijakan keliru.
Itu bisa menjadi pintu masuk dugaan penyimpangan.
Dan mundurnya pejabat strategis di tengah sorotan DPR RI hanya memperkuat satu kesan: Ada sesuatu yang tidak berani dibuka ke publik.
Diketahui, Pembangunan dimulai sekitar September 2023 dan rampung tahun 2024.Peresmian: Diresmikan oleh Presiden Prabowo pada 19 November 2025, namun sudah beroperasi sejak Februari 2025.
Anggaran: Rp217 miliar, bersumber dari APBN tahun 2023-2024.
Saat underpass mulai dibangun Bobby masih Walkot medan. Saat diresmikan nov 2025 dia sudah menjadi Gubernur.red
Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
kota
PMII PALUTA Cup I 2026 Diserbu Penonton, Polisi Lakukan Pengamanan Berlapis di Padang Bolak
kota
Dari Pengawalan hingga Sterilisasi, Ini Strategi Polres Tapsel Amankan Kunjungan Mendagri
kota
Semangati Atlet! Ketua DPRD Padangsidimpuan Srifitrah Munawaroh dan Ketua Umum Shokaido Sumut Turun Langsung di Pembukaan Kejurda Shokaido
kota
Bakopam Sumut Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H, Ibnu Hajar Bangkitkan Semangat Kekeluargaan
kota
Hingga H6 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih dari 3,2 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Penuh Haru, Marlina Eliyanti Rayakan Ulang Tahun dengan Santunan Anak Yatim
kota
Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
kota
Gerak Cepat! Mendagri Tito Karnavian Serahkan 120 Huntap untuk Korban Bencana di Tapanuli Selatan
kota
World Kidney Day 2026 14 Mesin Hemodialisis Beroperasi di RSUD Padangsidimpuan, Kesadaran Kesehatan Ginjal Digenjot
kota