Baca Juga:
Padangsidimpuan | Sumut24.co
Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Utara terus diperkuat. Salah satu langkah konkret terlihat dalam kegiatan Supervisi Operasi Keselamatan Toba 2026 yang digelar di Aula Polres Tebing Tinggi, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini melibatkan 14 Polres dari berbagai wilayah di Sumatera Utara dan menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan strategi pelaksanaan Operasi Keselamatan di lapangan.
Supervisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai forum koordinasi, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi antarjajaran kepolisian lalu lintas agar seluruh personel memiliki pemahaman, standar operasional, dan pola tindak yang seragam dalam menjalankan operasi keselamatan.
Kasat Lantas Polres Tapanuli Selatan, IPTU James Sihombing, S.H., M.H., menilai kegiatan supervisi ini sebagai momentum penting untuk menyelaraskan strategi, terutama mengingat setiap daerah memiliki karakteristik lalu lintas yang berbeda.
"Operasi Keselamatan bukan semata soal penindakan. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun kesadaran kolektif pengguna jalan. Melalui supervisi ini, kami mendapat penguatan agar langkah di lapangan tetap terukur, profesional, dan mengedepankan edukasi," ujar IPTU James.
Ia menambahkan, tantangan lalu lintas di daerah tidak selalu ditentukan oleh padatnya kendaraan, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya berkendara dan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Dalam sesi pendalaman materi, tim supervisi menekankan pentingnya ketertiban administrasi operasi, akurasi pelaporan, serta konsistensi pola penindakan dan edukasi antarwilayah. Hal tersebut dinilai krusial agar tujuan operasi benar-benar berdampak pada penurunan pelanggaran dan angka fatalitas kecelakaan.
Menurut IPTU James, hasil supervisi ini akan segera ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Tapanuli Selatan melalui evaluasi internal dan penguatan peran personel di lapangan.
"Kami ingin memastikan kehadiran polisi lalu lintas benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung dan pengayom, bukan hanya sebagai penegak aturan," pungkasnya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News