Usai Bertanding, Gubsu ke-17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Baca Juga:
- Sinergi Penegakan Hukum : Kapolres Asahan Jalin Silaturahmi, Perkuat Kerja Sama dengan Kejari Asahan
- Kapolres Padangsidimpuan Hadiri Malam Ramah Tamah, Kenang Jasa Perintis Kemerdekaan dan Apresiasi Paskibra
- Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Hadiri Pemberian Remisi, 3 Warga Binaan Rutan Sipirok Langsung Bebas
JAKARTA — Penanganan kasus Hogi Minaya oleh Polres Sleman menuai kecaman keras di Senayan. Di hadapan Komisi III DPR RI, Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo akhirnya mengakui kesalahan serius aparat yang menetapkan Hogi sebagai tersangka, meski korban hanya berusaha mengejar penjambret tas istrinya.
Permintaan maaf terbuka itu disampaikan Edy dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR RI, Rabu (28/1/2026), setelah ia "disemprot" anggota Komisi III DPR RI Safaruddin—mantan Kapolda Kalimantan Timur—yang secara frontal mempertanyakan kapasitas hukum seorang kapolres.
Kasus ini bermula ketika Hogi Minaya mengejar dua penjambret yang merampas tas istrinya, Arsita Minaya. Pengejaran berujung kecelakaan yang menewaskan kedua pelaku. Alih-alih memposisikan Hogi sebagai korban, Polres Sleman justru menetapkannya sebagai tersangka, langkah yang kemudian dinilai sebagai bentuk kriminalisasi terhadap warga yang membela diri dan keluarganya.
"Pada kesempatan ini kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada Mas Hogi dan Ibu Arsita," ujar Edy, dengan nada defensif, di hadapan wakil rakyat.
Namun permintaan maaf itu tak serta-merta meredam kritik. Safaruddin secara tegas menyebut kesalahan ini bukan sekadar kekeliruan teknis, melainkan cermin lemahnya pemahaman hukum di level pimpinan kepolisian.
"Kapolres itu wajib paham KUHP dan KUHAP yang baru. Ini hukum dasar. Kalau kejadian seperti ini terjadi saat saya kapolda, kapolresnya bisa saya copot," tegas Safaruddin, mengacu pada Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang mengatur alasan pembenar.
Pernyataan itu menjadi tamparan keras bagi institusi Polri, terutama di tengah tuntutan publik agar aparat tidak lagi membabi buta menegakkan "kepastian hukum" dengan mengorbankan rasa keadilan.
Komisi III DPR RI pun mengambil sikap tegas. Dalam kesimpulannya, DPR meminta Kejaksaan Negeri Sleman menghentikan perkara Hogi Minaya demi kepentingan hukum, merujuk Pasal 65 huruf m UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP dan alasan pembenar dalam KUHP baru.
Tak hanya itu, DPR juga mengingatkan aparat penegak hukum agar menjadikan Pasal 53 ayat (2) KUHP sebagai pedoman utama: keadilan harus didahulukan, bukan sekadar formalitas pasal.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman bahkan menyoroti cara Polres Sleman berkomunikasi ke publik. Ia meminta kepolisian lebih berhati-hati agar pernyataan pejabat tidak justru memperburuk rasa keadilan masyarakat.
Kasus Hogi Minaya kini menjadi preseden penting—sekaligus alarm keras—bahwa reformasi hukum tidak cukup hanya mengganti undang-undang, jika aparat di lapangan masih gagal membedakan antara pelaku kejahatan dan korban yang mempertahankan haknya.red
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
kota