Perdana, Kelurahan Terjun Bersama Babinkamtibmas dan Ormas Meminimalisir Aksi Kejahatan
Medan sumut24.co Guna menciptakan situasi aman dan kondusif dari aksi tindak kejahatan jalanan seperti Begal, Narkoba dan kejahatan lainya
Kota
Baca Juga:
- Bukan Main! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Gandeng Atlet Tinju Jadi Duta Anti Narkoba, Langkah Tegas Selamatkan Generasi Muda!
- AKBP Yon Edi Winara Tegas Soal Sengketa Lahan di Paluta, Minta Penyelesaian Terukur dan Sesuai Hukum
- Hadiri Sosialisasi PRESTICE, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna Dorong Penyelesaian Hukum Lewat Perdamaian
JAKARTA — Penanganan kasus Hogi Minaya oleh Polres Sleman menuai kecaman keras di Senayan. Di hadapan Komisi III DPR RI, Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo akhirnya mengakui kesalahan serius aparat yang menetapkan Hogi sebagai tersangka, meski korban hanya berusaha mengejar penjambret tas istrinya.
Permintaan maaf terbuka itu disampaikan Edy dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR RI, Rabu (28/1/2026), setelah ia "disemprot" anggota Komisi III DPR RI Safaruddin—mantan Kapolda Kalimantan Timur—yang secara frontal mempertanyakan kapasitas hukum seorang kapolres.
Kasus ini bermula ketika Hogi Minaya mengejar dua penjambret yang merampas tas istrinya, Arsita Minaya. Pengejaran berujung kecelakaan yang menewaskan kedua pelaku. Alih-alih memposisikan Hogi sebagai korban, Polres Sleman justru menetapkannya sebagai tersangka, langkah yang kemudian dinilai sebagai bentuk kriminalisasi terhadap warga yang membela diri dan keluarganya.
"Pada kesempatan ini kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada Mas Hogi dan Ibu Arsita," ujar Edy, dengan nada defensif, di hadapan wakil rakyat.
Namun permintaan maaf itu tak serta-merta meredam kritik. Safaruddin secara tegas menyebut kesalahan ini bukan sekadar kekeliruan teknis, melainkan cermin lemahnya pemahaman hukum di level pimpinan kepolisian.
"Kapolres itu wajib paham KUHP dan KUHAP yang baru. Ini hukum dasar. Kalau kejadian seperti ini terjadi saat saya kapolda, kapolresnya bisa saya copot," tegas Safaruddin, mengacu pada Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang mengatur alasan pembenar.
Pernyataan itu menjadi tamparan keras bagi institusi Polri, terutama di tengah tuntutan publik agar aparat tidak lagi membabi buta menegakkan "kepastian hukum" dengan mengorbankan rasa keadilan.
Komisi III DPR RI pun mengambil sikap tegas. Dalam kesimpulannya, DPR meminta Kejaksaan Negeri Sleman menghentikan perkara Hogi Minaya demi kepentingan hukum, merujuk Pasal 65 huruf m UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP dan alasan pembenar dalam KUHP baru.
Tak hanya itu, DPR juga mengingatkan aparat penegak hukum agar menjadikan Pasal 53 ayat (2) KUHP sebagai pedoman utama: keadilan harus didahulukan, bukan sekadar formalitas pasal.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman bahkan menyoroti cara Polres Sleman berkomunikasi ke publik. Ia meminta kepolisian lebih berhati-hati agar pernyataan pejabat tidak justru memperburuk rasa keadilan masyarakat.
Kasus Hogi Minaya kini menjadi preseden penting—sekaligus alarm keras—bahwa reformasi hukum tidak cukup hanya mengganti undang-undang, jika aparat di lapangan masih gagal membedakan antara pelaku kejahatan dan korban yang mempertahankan haknya.red
Medan sumut24.co Guna menciptakan situasi aman dan kondusif dari aksi tindak kejahatan jalanan seperti Begal, Narkoba dan kejahatan lainya
Kota
Persiapan Halal Bihalal PC IKA PMII Medan, Akan Dihadiri Tokoh Nasional Gus Rifky
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan dana sebesar Rp443 miliar kepada 33 kabupaten/kota melalu
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I 2026 bersama Perusahaan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima kunjungan audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jendera
kota
sumut24.co MedanGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan dari Peme
kota
sumut24.co MedanGubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mendoakan agar daerah yang dipimpinnya terbebas dari bencan
kota
Komisi I DPRD Kota Medan Reza Pahlevi S.Kom Beri Apresiasi 3 Putra Terbaik Skuat Timnas Pelajar BLISPI Indonesia U14
kota
Patroli Skala Besar KRYD di Belawan, Libatkan Brimob Polda Sumut, Situasi Kondusif Tanpa Gangguan
kota
Kasus Dugaan Korupsi Smart Board Dilapor ke KPK, Aliansi BEM KPK Diminta Periksa Faisal Hasrimi & Ex Kejati Sumut Idianto
kota