Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Baca Juga:
MEDAN – Gelombang tsunami politik menghantam internal Partai Berkarya. Sebanyak 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari total 38 DPW se-Indonesia dikabarkan menarik dukungan dan menyatakan mundur secara massal dari kepengurusan maupun keanggotaan partai pimpinan Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR).
Gerakan ini dipicu oleh kekecewaan mendalam para kader di daerah terhadap kepemimpinan pusat. Ketua DPW Partai Berkarya Sumatera Utara (Sumut) secara terbuka menyatakan pengunduran dirinya hari ini, menuding adanya ketidaktaatan Ketua Umum terhadap konstitusi partai.
Dalam keterangan resminya, Ketua DPW Sumut menegaskan bahwa langkah drastis ini diambil bukan tanpa alasan. Ia menyoroti sikap Ketua Umum Muchdi PR yang dinilai tidak patuh terhadap hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya tahun 2025.
"Karena ketidaktaatan dan ketidakpatuhan Ketum Partai Berkarya saudara Muchdi PR terhadap hasil keputusan Munas Partai Berkarya tahun 2025 yang lalu, maka saya Ketua DPW Sumut Partai Berkarya mengundurkan diri dari kepengurusan dan dari anggota Partai Berkarya," kata dia dalam pernyataan tertulis, yang diterima Senin (26/1/2026)
Pengunduran diri ini bukan aksi tunggal. Ketua DPW Sumut mengklaim bahwa ini adalah gerakan nasional. Data yang dihimpun menyebutkan bahwa soliditas di akar rumput telah pecah.
"Terdapat 33 DPW dari 38 DPW se-Indonesia dan ratusan DPD (Dewan Pimpinan Daerah) se-Indonesia yang juga mundur dari kepengurusan dan anggota Partai Berkarya," ungkapnya.
Jika klaim angka ini valid, Partai Berkarya di bawah Muchdi PR terancam lumpuh total karena kehilangan hampir 90% struktur kepemimpinan di tingkat provinsi.
Siapkan "Perahu" Politik Baru
Langkah mundur ini ternyata adalah awalan untuk sebuah manuver politik baru. Para loyalis yang kecewa sepakat untuk tidak sekadar bubar jalan, melainkan mengonsolidasikan kekuatan untuk membentuk entitas politik anyar.
Surat pengunduran diri Ketua DPW Sumut disebut sebagai salah satu syarat kelengkapan administrasi untuk deklarasi partai baru tersebut.
"Selanjutnya (kami) akan membentuk Partai Politik Baru yang mandiri dan terbebas dari konflik internal Partai Berkarya," ujar dia.
Menutup pernyataannya, mantan Ketua DPW Sumut ini memberikan kebebasan kepada seluruh gerbong Partai Berkarya di Sumatera Utara, baik di tingkat DPW maupun DPD Kabupaten/Kota, untuk menentukan nasib politik mereka.
"Para anggota Partai Berkarya, DPW dan DPD se-Sumut silakan menentukan sikap dan pilihannya. Lanjut di PB (Partai Berkarya) atau gabung bersama saya dalam partai baru," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari DPP Partai Berkarya terkait klaim eksodus massal pengurus daerah ini.rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota