Perdana, Kelurahan Terjun Bersama Babinkamtibmas dan Ormas Meminimalisir Aksi Kejahatan
Medan sumut24.co Guna menciptakan situasi aman dan kondusif dari aksi tindak kejahatan jalanan seperti Begal, Narkoba dan kejahatan lainya
Kota
Baca Juga:
MEDAN – Gelombang tsunami politik menghantam internal Partai Berkarya. Sebanyak 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari total 38 DPW se-Indonesia dikabarkan menarik dukungan dan menyatakan mundur secara massal dari kepengurusan maupun keanggotaan partai pimpinan Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR).
Gerakan ini dipicu oleh kekecewaan mendalam para kader di daerah terhadap kepemimpinan pusat. Ketua DPW Partai Berkarya Sumatera Utara (Sumut) secara terbuka menyatakan pengunduran dirinya hari ini, menuding adanya ketidaktaatan Ketua Umum terhadap konstitusi partai.
Dalam keterangan resminya, Ketua DPW Sumut menegaskan bahwa langkah drastis ini diambil bukan tanpa alasan. Ia menyoroti sikap Ketua Umum Muchdi PR yang dinilai tidak patuh terhadap hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya tahun 2025.
"Karena ketidaktaatan dan ketidakpatuhan Ketum Partai Berkarya saudara Muchdi PR terhadap hasil keputusan Munas Partai Berkarya tahun 2025 yang lalu, maka saya Ketua DPW Sumut Partai Berkarya mengundurkan diri dari kepengurusan dan dari anggota Partai Berkarya," kata dia dalam pernyataan tertulis, yang diterima Senin (26/1/2026)
Pengunduran diri ini bukan aksi tunggal. Ketua DPW Sumut mengklaim bahwa ini adalah gerakan nasional. Data yang dihimpun menyebutkan bahwa soliditas di akar rumput telah pecah.
"Terdapat 33 DPW dari 38 DPW se-Indonesia dan ratusan DPD (Dewan Pimpinan Daerah) se-Indonesia yang juga mundur dari kepengurusan dan anggota Partai Berkarya," ungkapnya.
Jika klaim angka ini valid, Partai Berkarya di bawah Muchdi PR terancam lumpuh total karena kehilangan hampir 90% struktur kepemimpinan di tingkat provinsi.
Siapkan "Perahu" Politik Baru
Langkah mundur ini ternyata adalah awalan untuk sebuah manuver politik baru. Para loyalis yang kecewa sepakat untuk tidak sekadar bubar jalan, melainkan mengonsolidasikan kekuatan untuk membentuk entitas politik anyar.
Surat pengunduran diri Ketua DPW Sumut disebut sebagai salah satu syarat kelengkapan administrasi untuk deklarasi partai baru tersebut.
"Selanjutnya (kami) akan membentuk Partai Politik Baru yang mandiri dan terbebas dari konflik internal Partai Berkarya," ujar dia.
Menutup pernyataannya, mantan Ketua DPW Sumut ini memberikan kebebasan kepada seluruh gerbong Partai Berkarya di Sumatera Utara, baik di tingkat DPW maupun DPD Kabupaten/Kota, untuk menentukan nasib politik mereka.
"Para anggota Partai Berkarya, DPW dan DPD se-Sumut silakan menentukan sikap dan pilihannya. Lanjut di PB (Partai Berkarya) atau gabung bersama saya dalam partai baru," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari DPP Partai Berkarya terkait klaim eksodus massal pengurus daerah ini.rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Medan sumut24.co Guna menciptakan situasi aman dan kondusif dari aksi tindak kejahatan jalanan seperti Begal, Narkoba dan kejahatan lainya
Kota
Persiapan Halal Bihalal PC IKA PMII Medan, Akan Dihadiri Tokoh Nasional Gus Rifky
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan dana sebesar Rp443 miliar kepada 33 kabupaten/kota melalu
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I 2026 bersama Perusahaan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima kunjungan audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jendera
kota
sumut24.co MedanGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan dari Peme
kota
sumut24.co MedanGubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mendoakan agar daerah yang dipimpinnya terbebas dari bencan
kota
Komisi I DPRD Kota Medan Reza Pahlevi S.Kom Beri Apresiasi 3 Putra Terbaik Skuat Timnas Pelajar BLISPI Indonesia U14
kota
Patroli Skala Besar KRYD di Belawan, Libatkan Brimob Polda Sumut, Situasi Kondusif Tanpa Gangguan
kota
Kasus Dugaan Korupsi Smart Board Dilapor ke KPK, Aliansi BEM KPK Diminta Periksa Faisal Hasrimi & Ex Kejati Sumut Idianto
kota