Rico Waas Pesankan Sportivitas dan Semangat Pantang Menyerah di BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan 2026
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak para peserta BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan Tahun 2026 untuk menjun
kota
Baca Juga:
Foto itu adalah Ungku Saliah, seorang ulama asal Pariaman yang dikenal sangat saleh dan oleh sebagian masyarakat dianggap memiliki karomah. Hingga kini, potret Ungku Saliah masih banyak dipajang di tempat usaha, terutama oleh masyarakat Minangkabau, baik sebagai bentuk penghormatan maupun karena keyakinan tertentu.
Sebutan "Ungku" berasal dari kata Tuanku, sebuah gelar yang diberikan kepada ulama yang telah menuntaskan pendidikan agama dan dianggap layak mengajarkan ilmu Islam. Sementara "Saliah" berasal dari kata Saleh, yang menjadi gelar pelengkap setelah seseorang dinobatkan sebagai Tuanku. Gelar Tuanku sendiri lazim digunakan di kalangan ulama tarekat, khususnya di wilayah Pariaman.
Asal-usul dan Masa Kecil
Ungku Saliah berasal dari Sungai Sariak, tepatnya di Lubuak Bareh, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Di daerah inilah ia dilahirkan, tumbuh, dan menghabiskan masa kecilnya sekaligus memulai perjalanan menuntut ilmu agama.
Ia diperkirakan lahir pada tahun 1887, meski tidak terdapat catatan pasti mengenai tanggal dan bulan kelahirannya. Ungku Saliah merupakan anak sulung dari pasangan Tulih dan Tuneh (Sikumbang), serta memiliki empat orang saudara. Nama kecilnya adalah Dawat atau Dawaik.
Menurut cerita yang berkembang secara turun-temurun, sejak kecil Dawaik telah menunjukkan keistimewaan. Salah satu kisah yang kerap diceritakan masyarakat adalah kemampuannya menanak nasi tanpa api, namun beras tersebut tetap matang.
Menimba Ilmu Agama
Pada usia sekitar 15 tahun, Dawaik mulai belajar ilmu agama kepada Syekh Muhammad Yatim Tuangku Mudiak Padang, seorang ulama penyebar Islam di Surau Kalampaian Ampalu Tinggi. Dari gurunya inilah ia kemudian memperoleh gelar Tuanku Saleh, yang lebih dikenal masyarakat sebagai Ungku Saliah.
Ia juga sempat berguru kepada ulama besar lainnya, seperti Syekh Aluma Nan Tuo di Koto Tuo, Bukittinggi. Selanjutnya, ia memperdalam ilmu tarekat kepada Syekh Abdurrahman di Surau Bintungan Tinggi. Setelah menuntut ilmu di berbagai tempat, Ungku Saliah kembali menetap di Sungai Sariak untuk mengajarkan agama kepada masyarakat.
Wafat dan Foto yang Dikeramatkan
Ungku Saliah wafat di kediamannya di Sungai Sariak pada 3 Agustus 1974. Setelah wafatnya, sosok Ungku Saliah mulai dianggap keramat oleh sebagian pengikut dan masyarakat. Konon, anggapan tersebut berkembang di kalangan murid-murid Hamzah Alfansuri, salah satu tokoh Tarekat Syattariyah.
Hingga kini, sebagian masyarakat, khususnya yang berasal dari Pariaman, masih memandang Ungku Saliah sebagai ulama yang memiliki karomah. Tak jarang fotonya dipajang di warung atau tempat usaha. Ada yang meyakininya sebagai pelaris dagangan, namun banyak pula yang sekadar memajangnya sebagai bentuk penghormatan dan kekaguman terhadap keteladanan sang ulama.
Cerita-Cerita Karomah
Berbagai kisah tentang keistimewaan Ungku Saliah beredar luas di tengah masyarakat. Cerita-cerita tersebut disampaikan dari mulut ke mulut, mengingat minimnya catatan tertulis mengenai kehidupan beliau. Di antaranya adalah kemampuan berpindah tempat dalam waktu singkat, meramalkan kejadian tertentu, hingga doa-doanya yang diyakini mustajab.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk menempatkan sosok Ungku Saliah secara proporsional, sebagai ulama yang patut dihormati dan diteladani akhlaknya, tanpa berlebihan apalagi menjadikannya sebagai sarana mistik atau pelaris usaha.
Ungku Saliah tetap dikenang sebagai salah satu ulama besar Minangkabau yang berperan dalam pengembangan ajaran Islam, khususnya di wilayah Padang Pariaman, dengan warisan keteladanan yang masih hidup hingga kini.
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak para peserta BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan Tahun 2026 untuk menjun
kota
sumut24.co MedanPT Bank Sumut menggelar acara Akad Massal KPR Sejahtera Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perum
Umum
SMP dan SMA AlAmjad Masuk Jajaran Sekolah Berprestasi Nasional Versi PuspresnasMedansumut24.co SMP AlAmjad dan SMA AlAmjad mencatatkan p
News
Otsus Papua Harus Jadi Instrumen Perlindungan OAP, Bukan Sekadar Transfer Anggaran
kota
Ketum PP PNPI Sinergitas Pemuda dan Pemerintah Kunci Mewujudkan Amanat Pasal 33 UUD 1945
kota
Wabup Madina Ikut Penerbangan Pertama Wings Air Rute KNOJHN
kota
MAS TPI Medan Siapkan Lulusan Siap Kerja, Siswa Dibekali Empat Program Keterampilan dan PKL di Dunia Industri
kota
Tak Berkutik! Puluhan Minuman Beralkohol Disita Saat Polisi Razia Kafe di Padang Lawas
kota
Diduga Kumpul Kebo, 39 Penghuni Rumah Kos di Padangsidimpuan Dibawa ke Mapolres
kota
Sentuh Hati! Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Santuni Anak Yatim, Mohon Doa demi Keselamatan Bertugas.
kota