Plt. Sekda Dorong Transparansi dan Akuntabilitas di Rapat IPKD MCSP Padangsidimpuan
Plt. Sekda Dorong Transparansi dan Akuntabilitas di Rapat IPKD MCSP PadangsidimpuanPadangsidimpuan Sumut24.coPemerintah Kota Padangsid
kota
Baca Juga:
- Kapolres Tapsel Rangkul BEM se-Padangsidimpuan dan Tapsel, Buka Puasa Jadi Ajang Perkuat Sinergi Kamtibmas
- Kecelakaan Tragis! Bocah 5 Tahun Meninggal Saat Menyeberang Jalan di Dolok, Polres Tapsel Lakukan Olah TKP
- TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev: Sudah Terlaksana dengan Baik
Tapsel | Sumut24.co
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan rencana pembangunan 1.006 unit rumah bagi korban banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di kawasan Tapanuli. Program ini diklaim sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan rencana tersebut usai meninjau pembangunan Jembatan Aek Garoga serta kondisi warga di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemerintah menilai pembangunan hunian tetap menjadi solusi utama bagi korban yang hingga kini masih mengungsi.
Pembangunan rumah akan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, dengan wilayah sasaran meliputi Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Pemerintah mengelompokkan kondisi rumah terdampak ke dalam tiga kategori, yakni rusak ringan, rusak berat, dan rumah hilang. Untuk tahap awal, rumah yang dinyatakan hilang menjadi prioritas utama.
Bobby Nasution menjelaskan, rumah kategori hilang adalah bangunan yang sudah tidak dapat dikenali akibat tertimbun longsor atau berubah menjadi aliran sungai. Hunian tetap untuk kategori ini ditargetkan mulai dibangun lebih dulu dan rampung pada awal 2026.
Namun, hampir satu bulan pascabencana, warga terdampak di Desa Garoga masih hidup dalam keterbatasan. Salah seorang warga Desa Garoga, mengaku hingga kini belum mendapatkan kepastian kapan bisa kembali menempati rumah yang layak.
"Rumah kami sudah hanyut, sekarang tinggal numpang di tempat keluarga. Bantuan ada, tapi sifatnya sementara. Kami butuh kepastian, kapan bisa punya rumah lagi," ujarnya saat ditemui di Desa Garoga.
Ia berharap janji pembangunan rumah tidak hanya berhenti pada kunjungan dan pernyataan pejabat. Menurutnya, kondisi warga semakin berat seiring berjalannya waktu.
"Kalau terus menunggu, kami bingung mau sampai kapan begini. Anak-anak juga butuh tempat tinggal yang jelas," tambahnya.
Sorotan juga datang dari Pemerhati Lingkungan Tabagsel sekaligus Pemerhati Kebijakan Publik, Bang Regar. Ia menilai langkah Pemprov Sumut masih terkesan lamban dan belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan mendesak korban bencana.
"Sudah hampir sebulan, tapi yang disampaikan ke publik masih sebatas rencana. Masyarakat di lapangan butuh kepastian waktu, bukan hanya target jangka panjang," kata Bang Regar, (22/12/2025).
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi kebijakan lingkungan agar bencana serupa tidak terus berulang. Menurutnya, pembangunan hunian tetap harus disertai perbaikan tata kelola lingkungan dan daerah aliran sungai.
"Kalau akar masalah lingkungannya tidak dibenahi, rumah baru pun tetap berisiko. Ini yang harus jadi perhatian serius Pemprov Sumut," tegasnya.
Dari sisi kebijakan publik, Bang Regar meminta pemerintah lebih transparan terkait pendataan korban, alokasi anggaran, serta progres pembangunan hunian.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menyiapkan sekitar 5 hektare lahan di Desa Hapesong untuk pembangunan hunian tetap. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, menyebutkan sebanyak 227 unit rumah direncanakan dibangun di lokasi tersebut.
Selain Tapanuli Selatan, Gubernur Sumut juga meninjau calon lokasi hunian korban banjir di Asrama Haji Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Tapanuli Utara sebagai bagian dari pemulihan menyeluruh.
Meski rencana telah disampaikan, warga berharap langkah nyata segera terealisasi. Bagi korban banjir dan longsor, kepastian hunian bukan sekadar program pembangunan, melainkan kebutuhan mendesak untuk melanjutkan kehidupan yang sempat terhenti akibat bencana.zal
Plt. Sekda Dorong Transparansi dan Akuntabilitas di Rapat IPKD MCSP PadangsidimpuanPadangsidimpuan Sumut24.coPemerintah Kota Padangsid
kota
Safari Ramadhan 1447 H Wakil Bupati Padang Lawas Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat Lubuk Barumun
kota
Safari Ramadhan 1447 H/2026 M di Desa Ramba Bupati PMA Perkuat Silaturahmi dan Dorong UMKM Palas
kota
Rapim Polda Sumut 2026 Resmi Digelar, Kapolres Padangsidimpuan Tegaskan Dukungan Penuh pada Program Pemerintah
kota
GM PT Agincourt Resources Mengelak, Comrel Bungkam! Publik Pertanyakan Tanggung Jawab dan Transparansi "REKLAMASI" Tambang Batang Toru
kota
Saat TNI Turun ke Ladang, Sentuhan Tulus Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/TS untuk Ibu Nur Aminah
kota
Aksi Humanis Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/TS, Kopda Dermawan Ringankan Beban Petani di Tapsel
kota
Ibu Nur Hidayah Tak Lagi Sendiri, Momen Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Menjelma &039Anak Kandung&039 Rakyat
kota
Menebar Pupuk, Menanam Harapan Pengabdian Tulus Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel di Sawah Rakyat
Kota
Berpacu dengan Waktu! Satgas TMMD Ke127 Kebut Instalasi Listrik Terang Datang, Air Mata Bahagia Mengalir
kota