Sabtu, 14 Februari 2026

Proyek Rp18,2 Miliar Diduga Asal Jadi: Tanggul Hulu Bendungan Ilir Serdang di Aras Kabu Mulai Rusak Padahal Baru Dikerjakan

Administrator - Kamis, 04 Desember 2025 14:46 WIB
Proyek Rp18,2 Miliar Diduga Asal Jadi: Tanggul Hulu Bendungan Ilir Serdang di Aras Kabu Mulai Rusak Padahal Baru Dikerjakan
Istimewa
Baca Juga:

Deli Serdang — Proyek lanjutan peninggian tanggul Hulu Bendungan Daerah Ilir Serdang di Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, kembali menuai sorotan. Meski menelan anggaran fantastis sebesar Rp18,2 miliar dan dikerjakan oleh PT Lira Permata Cibubur, kondisi tanggul dilaporkan sudah mulai mengalami kerusakan dan bergeser meski belum lama selesai dikerjakan.

Kerusakan yang terlihat berupa pergeseran pada beberapa sisi tanggul serta permukaan struktur yang mulai tidak sempurna. Warga setempat menyebut kerusakan itu muncul sejak awal Desember, tepat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Diduga kualitas pengerjaan tidak sesuai spesifikasi sehingga struktur tidak mampu bertahan.

"Baru siap, sudah bergeser. Kalau hujan besar lagi, bisa jebol itu. Bahaya kali untuk kami warga," ujar seorang warga Aras Kabu yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Proyek ini disebut-sebut sebagai bagian penting penguatan sistem pengendalian banjir di Daerah Ilir Serdang. Namun, fakta di lapangan justru menimbulkan pertanyaan besar soal pengawasan, kualitas material, serta keseriusan kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan. Sejumlah aktivis juga menilai proyek ini sarat aroma ketidakwajaran.

"Dengan anggaran Rp18,2 miliar, hasilnya tidak boleh seperti ini. Ini indikasi kuat dugaan proyek asal jadi atau minim pengawasan," kata seorang pegiat antikorupsi di Deli Serdang Otty S Batubara.

Hingga kini pihak BBWS maupun pejabat terkait belum memberikan keterangan resmi soal kerusakan awal tersebut. PT Lira Permata Cibubur juga belum merespons upaya konfirmasi media terkait kualitas pengerjaan tanggul.

Warga mendesak pemerintah segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi teknis serta mengaudit seluruh tahapan pekerjaan. Mereka khawatir jika kerusakan dibiarkan, tanggul bisa gagal menahan debit air saat musim hujan, sehingga mengancam ratusan rumah di kawasan hilir.

"Jangan tunggu ada korban dulu. Cek cepat, perbaiki, dan kalau memang ada yang bermain, proses hukum harus jalan," tegas warga lainnya.

Kasus ini menambah panjang daftar proyek infrastruktur di Deli Serdang yang dinilai tidak transparan dan rawan penyimpangan. Investigasi lebih lanjut dinantikan publik, agar persoalan ini tidak menjadi bencana baru di kemudian hari.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
LSM LARaS Minta Tindak Pembangunan Renovasi Swalayan RBM Psr 2 Barat Rengas Pulau Tidak Miliki Izin PBG
Kabupaten Pakpak Bharat Matangkan Lahan Tanam Gambir Serta Pengolahan Gambir
Forkompimcam dan Tokoh Agama Percut Seituan Lakukan Deklarasi Damai
Rakornis TP PKK Kabupaten Asahan Perkuat Koordinasi dan Apresiasi Desa Berprestasi 2025
Brimob Polda Sumut Perbaiki Tanggul yang Jebol, Akses Jalan Desa di Langkat Kembali Bisa Dilalui
OPD Se Kab.Pakpak Bharat Ikut Serta Membersihkan Tanah Longsor Kejalan
komentar
beritaTerbaru