Petugas PAB BRILink Kunjungan ke Agen BRILink Untuk Menawarkan Produk Asuransi Jiwa
Petugas PAB BRILink Kunjungan ke Agen BRILink Untuk Menawarkan Produk Asuransi Jiwa
kota
Baca Juga:
- Ngaku Alami Pelecehan, Petugas Kebersihan Pusat Kebugaran Tertangkap Tangan Curi Uang Member di Fitness Center
- Firma Hukum Hendra Gunawan Laporkan Dugaan Penjualan Ilegal Aset Desa Silo Bonto ke Polres Asahan
- Cekcok Berujung Kekerasan! Pria di Kisaran Ditangkap Usai Coba Perkosa dan Aniaya Wanita di Hotel
Ia menyebut kerusakan hutan yang masif sejak dua dekade terakhir menjadi salah satu pemicu utama banjir bandang dan longsor yang kini melumpuhkan berbagai daerah.
Dalam pernyataannya, Selasa (2/12/2025), USA Tani mengingatkan bahwa isu deforestasi ini sebenarnya sudah disuarakan sejak 2001 oleh Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara Pemerhati Lingkungan Hidup.
"Saat itu, sekitar 25 persen kawasan hutan HPL dilaporkan dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit melalui aktivitas perusahaan yang dinilai tidak mengindahkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan kurangnya evaluasi dari instansi terkait," ujarnya.
USA Tani mencontohkan peristiwa banjir bandang Bukit Lawang pada 2003 sebagai salah satu dampak kerusakan hutan. Banjir tersebut menyeret hampir 3.000 meter kubik gelondongan kayu, menghancurkan pemukiman, mengubah tata ruang, dan memaksa masyarakat menjalani masa pemulihan hingga hampir tiga tahun.
Menurutnya, kerusakan kala itu hanya berdampak pada sekitar 30 persen ekosistem di Kecamatan Bahorok saja, namun efeknya tetap sangat menghancurkan.
*Kerusakan Hutan Sumatera Kini Dinilai Lebih Parah*
USA Tani menilai bencana yang terjadi pada 22–30 November 2025 memiliki skala kerusakan yang jauh lebih besar.
Ia menyebut kondisi hutan di Sumatera kini hanya tersisa sekitar 30 persen dan degradasinya berdampak langsung pada area sepanjang hampir 1.200 kilometer lintas tiga provinsi yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Gelondongan kayu ditemukan di banyak lokasi terdampak banjir bandang, memperlihatkan pola kerusakan yang mirip dengan bencana besar sebelumnya. Kondisi ini, menurut USA Tani, semakin menegaskan bahwa kerusakan ekologis menjadi faktor utama yang memicu skala bencana yang begitu masif.
Ia menilai setiap proses rehabilitasi lingkungan selalu memakan biaya besar, tenaga ahli yang kompeten, serta waktu yang tidak sebentar. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjadikan bencana ini sebagai momentum untuk lebih sadar akan pentingnya pelestarian alam.
"Manusia adalah indikator puncak dalam ekosistem" Moral dan kesadaran ekologis harus menjadi tolok ukur untuk memajukan peradaban, terkhusus bagi Para pemangku jabatan dan kepentingan ujarnya.
Sebagai informasi, banjir bandang yang melanda Sumatera Utara tersebut membuat puluhan ribu warga mengungsi, merusak ribuan rumah, dan memutus akses ekonomi di 51 desa di 42 kecamatan.
Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Sibolga menjadi wilayah paling parah terdampak, dengan infrastruktur yang rusak berat hingga sekolah dan rumah ibadah yang tidak bisa digunakan.
Sorotan terhadap kawasan yang terkena dampak terburuk berada di bentang Ekosistem Harangan Tapanuli atau Ekosistem Batang Toru, hutan tropis terakhir di Sumut yang menjadi penyangga hidrologis vital.
Sekitar 66,7 persen kawasan ini berada di Tapanuli Utara, sementara sisanya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Hal ini mengakibatkan aktivitas industri ekstraktif yang berlangsung di kawasan tersebut telah merusak fungsi alami hutan sebagai pengatur debit air, mencegah banjir, serta menahan erosi.
"Mitigasi bencana di masa depan harus dimulai dari pemulihan lingkungan dan penghentian praktik eksploitasi yang merusak ekosistem," pungkas USA Tani.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Petugas PAB BRILink Kunjungan ke Agen BRILink Untuk Menawarkan Produk Asuransi Jiwa
kota
POLRESTABES MEDAN PROSES LAPORAN PROLETAR"
kota
Super Kawaii! UNIQLO Hadirkan Kolaborasi UT Pertama dengan MonchhichiTshirt dengan karakter boneka monyet Jepang ikonik, tersedia mulai 25
Umum
TOKOH MASYARAKAT SUMUT RUSLAN, NILAI ACHMAD DANIEL CHARDIN LAYAK MEMIMPIN SUMUTSumatera Utarasumut24.co Mantan Pangdam I/Bukit Barisan, May
News
sumut24.co MedanPeringatan Hari Kartini ke147 tingkat Kota yang digelar TP PKK Kota Medan berlangsung semarak dan penuh inspirasi di Ged
kota
Prabowo Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik
News
KAMAK Soroti Kinerja Kadis Perkim Medan Terkait PBG dan Potensi Kebocoran PAD
kota
Medan sumut24.co Tertangkap tangan mencuri uang milik member (pelanggan) salah satu pusat kebugaran (fitness center) di Kota Medan petugas
Hukum
Tani Merdeka Sumut Gelar Festival Pasar Hewan &ldquoBobot Extreme&rdquo keV di Pematang Siantar
kota
Seleksi Pramuka Kabupaten Solok Menuju Jambore Nasional 2026 Dimulai
kota