Pemkab Simalungun Komitmen Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Banjir di Sumut
Pemkab Simalungun Komitmen Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Banjir di Sumut
kota
Baca Juga:
RANTAUPRAPAT – Di balik karung-karung beras bansos yang tampak rapi tertumpuk di Gudang Bulog Rantauprapat, Labuhanbatu, terkuak sebuah rangkaian kejanggalan yang mengarah pada dugaan manipulasi terstruktur. Bukan sekadar selisih teknis, bukan sekadar kesalahan alat, tetapi pola yang berulang, konsisten, dan selalu berakhir dengan satu pihak dirugikan: rakyat penerima bantuan.
Awal mula kasus ini pecah ketika Korps Rakyat Bersatu (KORSA) mendatangi Gudang Bulog Rantauprapat untuk melakukan pengecekan langsung. Di sana, di hadapan pejabat Bulog sendiri, satu per satu karung beras bansos yang seharusnya berbobot 10 kilogram dinaikkan ke atas timbangan. Namun yang terungkap bukan sekadar angka—melainkan indikasi dugaan rekayasa yang rapi.
Penimbangan dilakukan menggunakan dua kepala timbangan berbeda: kepala putih dan kepala stainless. Setiap kali kepala putih digunakan, angka yang muncul nyaris selalu "cantik": 10 kilogram utuh. Namun begitu kepala stainless dipasang, hasilnya anjlok menjadi 9 kilogram 8 ons. Ada kekurangan 2 ons yang muncul secara konsisten pada setiap pemeriksaan. Selisih stabil ini menyingkap kemungkinan adanya penyetelan alat—sebuah modus klasik dalam manipulasi timbangan.
Kecurigaan memuncak ketika Kepala Gudang, Diaz, secara terburu-buru menyatakan bahwa kepala putih adalah alat yang benar, dan kepala stainless rusak. Alibi yang justru memperuncing kecurigaan, sebab pola perbedaan hasilnya terlalu presisi untuk disebut kerusakan.
Lantaran kejanggalan di gudang terlalu nyata, KORSA memperluas penyelidikan ke desa-desa penerima bansos. Penimbangan ulang dilakukan di Desa Asam Jawa, Aek Batu, Aek Raso, dan bahkan hingga Kelurahan Kota Pinang. Untuk menghindari klaim manipulasi alat timbang, KORSA membeli timbangan baru langsung dari toko, memastikan bahwa hasil yang muncul adalah data mentah tanpa intervensi siapa pun.
Penimbangan di desa dilakukan secara terbuka, disaksikan langsung oleh Sekretaris Desa dan aparat desa, sebagai bentuk transparansi total. Karung-karung yang selama ini diterima masyarakat akhirnya diuji satu per satu. Dan fakta yang terungkap tidak hanya mencengangkan — tetapi menggugah kecurigaan baru.
Hasil penimbangan di desa menunjukkan berat 9,78 hingga 9,80 kilogram.
Hasil yang identik dengan timbangan kepala stainless di gudang Bulog.
Hasil yang bertolak belakang dengan kepala putih yang diklaim "paling benar".
Yang mengejutkan, pihak desa ternyata tidak pernah mengetahui adanya penyusutan berat pada penyaluran sebelumnya. Selama ini mereka hanya menerima, menyalurkan, dan tidak pernah melakukan penimbangan ulang. Ketika melihat hasil yang hanya 9,78–9,80 kilogram di depan mata mereka sendiri, Sekretaris Desa tampak terkejut dan mempertanyakan apakah kekurangan 2 ons ini juga terjadi pada pendistribusian bulan-bulan sebelumnya.
"Kalau begini hasilnya, jangan-jangan selama ini kami pun tidak sadar ada kekurangan di setiap karungnya," ujar salah seorang Sekdes yang menyaksikan langsung proses penimbangan.
Keterkejutan aparat desa ini justru memperkuat asumsi bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di hulu distribusi, bukan di tingkat desa.
Sejumlah kesaksian dari warga pun mulai mengalir. Banyak yang menyatakan mereka tak pernah membayangkan beras bansos bisa berkurang. Penjelasan mereka selaras dengan pengakuan seorang sumber internal Bulog yang menyatakan bahwa ketidaksesuaian berat bukan kejadian baru, melainkan pola yang telah berulang. "Ini bukan masalah teknis biasa. Ini pola. Dan kalau polanya berulang, itu pasti karena ada yang mengatur," ujarnya.
Menurut sumber tersebut, tiga titik rawan manipulasi berada di:
– Penimbangan awal
– Pengisian karung
– Proses pergudangan
Tiga titik ini berada di bawah kontrol penuh oknum internal. Dan di banyak kasus serupa di daerah lain, modusnya sama: timbangan diatur, isi karung dikurangi sedikit demi sedikit, dan pengawas membiarkan.
Rangkaian fakta dari gudang hingga desa menunjukkan satu garis lurus: penyimpangan tidak bersifat acak, tetapi sistematis. Dari kepala putih yang "selalu benar", kepala stainless yang akurat namun dituduh rusak, hingga timbangan baru yang mempermalukan klaim Kepala Gudang karena menunjukkan hasil yang identik dengan alat yang difitnah rusak tadi — semuanya menunjukkan adanya pola terencana.
Ketua KORSA, A. Ardiansyah Harahap, mengecam keras dugaan praktik kotor ini. "Ini bukan sekadar kelalaian. Ini pengkhianatan. Jika benar ada oknum bermain dalam penyaluran bantuan rakyat, itu kejahatan moral dan hukum," tegasnya.
KORSA menuntut Polda Sumatera Utara, Satgas Pangan Polres Labuhanbatu, dan Kanwil Bulog Sumut untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh individu yang memiliki akses pada proses penimbangan dan pengemasan. "Siapa pun yang terlibat, mengetahui, atau menikmati keuntungan dari kekurangan ini harus diperiksa tanpa pengecualian," tambahnya.
Lebih lanjut, KORSA memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga titik akhir. "Kami tidak ingin ini menguap sebagai isu. Masyarakat berhak menerima 10 kilogram penuh, bukan angka palsu."
Kasus dugaan manipulasi timbangan bansos di Bulog Rantauprapat membuka sebuah kenyataan pahit: bahwa celah distribusi bantuan negara bisa dijadikan ladang keuntungan bagi pihak tertentu. Dengan temuan di gudang, bukti di desa, dan keterkejutan aparat desa sendiri, publik kini menunggu satu hal:
apakah negara berani mengungkap siapa pemain di balik permainan berat karung ini?.
Pemkab Simalungun Komitmen Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Banjir di Sumut
kota
Wakil Bupati Simalungun Sidak Perumda Agromadear, Dorong Pembenahan dan Kepastian Investasi
kota
Andar Amin Harahap dan Hendri Yanto Sitorus, Dua Kader Muda di Pusaran Musda Golkar SumutMedan Sumut24.coMenjelang Musyawarah Daerah (Musd
Politik
Pemko Pematangsiantar menggelar Seminar Generasi Muda Tanpa Narkoba &ldquoMembangun Generasi Muda yang Berdaya Saing Menuju Generasi Emas 2045&rdquo.
kota
Acara Ibadah Syukur Tahun Baru Sinode GKPI Tahun 2026
kota
sumut24.co JakartaDirektorat Jenderal Pajak (DJP) menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan lima tersangka oleh Komisi Pemberantasan Ko
kota
Mantan Aspidsus Kejati Sumatera Utara Dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum.
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rahabilitasi Pascabencana S
News
sumut24.co TAPANULI SELATAN, Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana kembali ditegaskan melalui kunjung
News
sumut24.co MEDAN, Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rek
kota