Cegah Pelajar Terjerumus Judi dan Narkoba, Pemkab Palas Gencarkan Razia Kasih Sayang
Cegah Pelajar Terjerumus Judi dan Narkoba, Pemkab Palas Gencarkan Razia Kasih Sayang
News
Baca Juga:
Medan - Surat peringatan Komdigi kepada 25 PSE, termasuk OpenAI, menuai kritik keras dari akademisi dan analis kebijakan digital, Shohibul Anshor Siregar. Ia menilai langkah ini tidak menunjukkan kecerdasan regulatif, melainkan kebingungan pemerintah membaca arah digitalisasi global. Lebih jauh, ia menyebut Indonesia terancam menjadi "dhuafa digital" — negara yang miskin kapasitas, lemah dalam penguasaan teknologi, dan bergantung sepenuhnya pada platform asing tanpa kemampuan negosiasi yang berarti.
"Negara hanya mengurusi pendaftaran, bukan masa depan digital bangsanya"
Menurut Siregar, pemerintah tampak tidak memahami pergeseran besar dalam tatanan digital dunia: kecerdasan buatan, superkomputasi, data governance, cloud sovereignty, dan teknologi keamanan siber menjadi fondasi baru kekuatan ekonomi global.
Namun alih-alih menyiapkan strategi besar, negara justru sibuk mengurus formalitas administratif.
"Mereka mengira pendaftaran PSE adalah indikator kedaulatan digital. Padahal itu hanya ritual birokrasi. Sementara dunia bergerak menuju kompetisi AI, chip, quantum computing, dan data geopolitics. Kita masih mengurus formulir," tegasnya.
Jadi Dhuafa Digital: "Kita konsumen yang marah-marah, bukan produsen yang dihormati"
Siregar menjelaskan bahwa Indonesia kini berada dalam posisi digital yang lemah: tidak punya platform global, tidak punya pengaruh di percaturan digital dunia, tidak punya perusahaan AI besar, tidak punya pusat riset yang mampu bersaing, dan tidak membangun ekosistem talenta digital secara progresif.
Tetapi negara justru bertindak seolah-olah punya otoritas besar untuk menekan raksasa teknologi dunia.
"Ini ironi. Kita bukan pemain global. Kita bukan produsen teknologi. Kita hanya konsumen yang marah-marah, tetapi tidak menyadari betapa rentannya posisi kita. Itulah yang saya sebut dhuafa digital," ujarnya.
Menurutnya, ancaman memblokir layanan AI besar justru akan memperparah ketertinggalan bangsa.
Judi Online Dibiarkan, Platform Pendidikan Disikat
Siregar kembali menyoroti ironi terbesar dalam kebijakan digital pemerintah: judi online yang jelas kriminal berulang kali lolos dari pemblokiran, sementara platform edukatif dan riset diancam diberangus jika telat mendaftar.
"Ini tragedi prioritas. Pemerintah tidak berdaya menghadapi judi online, tapi tegas terhadap platform yang justru mencerdaskan rakyat. Keseimbangan moralnya hilang," kritiknya.
Ia menyebut kegagalan memberantas judi online sebagai kelalaian moral negara.
"Melawan kekuatan kriminal siber saja tidak mampu, bagaimana mau bicara kedaulatan digital?"
Siregar mempertanyakan legitimasi moral pemerintah merumuskan kedaulatan digital jika masalah paling dasar digitalisasi — seperti judi online, penipuan digital, kebocoran data, ransomware, dan perdagangan data ilegal — saja tak bisa diatasi.
"Ketika rakyat habis-habisan karena judi online, negara tidak menunjukkan kehadiran. Tapi ketika platform besar belum mendaftar, negara tiba-tiba gagah. Ini bukan kedaulatan digital — ini fatamorgana digital," ujarnya.
Regulasi yang Administratif, Tapi Tidak Visioner
Siregar menilai pemerintah gagal membaca arah: AI global yang terkonsentrasi pada segelintir negara, perang chip antara AS–Tiongkok, geopolitik data, infrastruktur cloud yang menentukan kekuatan digital suatu bangsa, serta digital capacity gap antara negara maju dan negara berkembang.
Indonesia, kata dia, tidak menempatkan diri dalam peta global itu.
"Dunia bergerak ke arah integrasi AI sebagai tulang punggung ekonomi. Kita tidak mengejar itu. Kita sibuk dengan daftar-daftar administratif. Kita benar-benar berisiko menjadi bangsa yang hidup dalam ketertinggalan digital abadi," tegasnya.
"Negara tidak menyadari bahwa rakyat sedang tertinggal jauh dalam kompetisi global"
Siregar menilai posisi Indonesia sangat rentan: kualitas talenta digital tertinggal, riset AI minim, infrastruktur komputasi.red
Cegah Pelajar Terjerumus Judi dan Narkoba, Pemkab Palas Gencarkan Razia Kasih Sayang
News
HUT Kejaksaan ke81, Kapolres Tapsel Sinergi Polri dan Jaksa Modal Penegakan Hukum
News
Ansor Harahap Buka Pertarungan Musda KAHMI Medan, Siap Bawa Gagasan Baru
News
Di Hari Lahir Kejaksaan ke81, Bupati Paluta Serukan Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
News
Wagub Surya Dorong Garuda Buka Kembali Rute Kualanamu&ndashNias, Angkat Ekonomi dan Pariwisata
News
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd menghadiri Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agra
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama Komandan Kodim 0206/Dairi, Letkol Arm Denni Andika Wardana,
News
Tanah Karo sumut24.co Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau kesiapsiagaan penanganan erupsi Gu
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung kondisi bangunan gedung bersejarah yang berada di Jalan
News