Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal: Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Baca Juga:
- Walikota menghadiri Rakornas bersama pemerintah pusat dan daerah yang digelar di Sentul International Convention Center
- Intip Jejak Karir dan LHKPN Imbalo Siregar, Di Duga Tersangka Kasus Korupsi Proyek Dek Siborang Rp2,3 Miliar di Padangsidimpuan
- Forkopimda Asahan Ikuti Rakor Nasional Antisipasi Nataru Bersama Kementerian dan Lembaga RI
Menurut Azmi, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Rico Waas ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampak minim dan menimbulkan tanda tanya publik.
"Nilai harta yang dilaporkan Rico Waas relatif kecil untuk ukuran seorang kepala daerah. Publik tentu berhak curiga, apakah memang hartanya sekecil itu, atau justru ada aset-aset yang belum dilaporkan secara jujur," ujar Azmi Hadly dalam keterangannya di Medan, Kamis (30/10/2025).
Azmi menegaskan, pejabat publik seharusnya menjadikan LHKPN sebagai bentuk transparansi dan integritas moral, bukan sekadar formalitas administratif. "Keterbukaan soal harta itu bagian dari akuntabilitas. Kalau LHKPN-nya saja tidak jelas, bagaimana rakyat mau percaya pada kinerjanya?" tegasnya.
Lebih jauh, Azmi juga menilai kinerja Wali Kota Rico Waas belum menunjukkan hasil yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Kota Medan. Banyak program yang masih bersifat pencitraan dan tidak menyentuh kebutuhan dasar warga, seperti perbaikan infrastruktur, pelayanan publik, dan penataan kota.
"Kami menilai kinerja Pemko Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas masih belum maksimal. Ada jarak antara janji politik dan realisasi di lapangan," kata Azmi.
KAMAK, lanjutnya, mendesak KPK untuk memeriksa keakuratan data LHKPN Rico Waas serta menelusuri potensi gratifikasi maupun aset yang tidak dilaporkan.
"Jangan sampai pejabat hidup mewah tapi laporan hartanya minim. Itu indikasi kuat ada sesuatu yang disembunyikan. KPK harus turun tangan," pungkas Azmi Hadly.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Perolehan Tanah Ex HGU PT. Danau Diatas Makmur di Area Convention Hall Alahan Panjang
kota
Tidak Ada Masalah, Andar AminTerpilih Secara Konstitusional
kota
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Rekam Jejak Konsisten dan Dukungan Publik Menguat, Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Figur Sentral Masa Depan Polri
kota
sumut24.co ASAHAN, Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
News
sumut24.co ASAHAN, Dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Asahan m
News
sumut24.co ASAHAN, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPTD SMP Negeri 2 Silau Laut memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (03/02/2026).
News
Asahan sumut24.co Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres A
News
Asahan sumut24.co Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
Hukum