Pengukuhan Abpednas Sumut, Bobby Nasution Terus Mendorong Desa Berinovasi Lewat Skema Kompetisi
sumut24.co ASAHAN, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terus mendorong desadesa di Sumut untuk berinovasi dalam p
News
Baca Juga:
Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, mengecam tindakan salah tangkap yang dilakukan oknum kepolisian terhadap Ketua DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar ST. Pasalnya, tindakan tidak profesional dari oknum polisi tersebut dinilai sangat merugikan Iskandar ST secara pribadi maupun DPW Partai NasDem secara umum.
"Setelah salah tangkap, oknum polisi itu meninggalkan begitu saja tanpa ada penjelasan, kita mengecam tindakan salah tangkap yang menimpa Ketua DPW NasDem Sumut, Pak Iskandar ST," ucap Afif Abdillah, Jumat (17/10/2025) pagi.
Dikatakan Afif Abdillah yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Medan itu, tindakan salah tangkap tersebut telah mencemarkan nama baik Iskandar ST pada khususnya dan DPW Partai NasDem Sumut pada umumnya. Untuk itu, Afif Abdillah meminta pihak kepolisian untuk segera memberikan klarifikasi kepada publik dan memulihkan nama baik Iskandar ST.
"Peristiwa salah tangkap ini terjadi pada Rabu (15/10) malam, tapi sampai saat ini tidak ada klarifikasi dari pihak kepolisian. Untuk itu, kita minta pihak kepolisian untuk segera memberikan klarifikasi secara jelas kepada publik dan memulihkan nama baik Ketua NasDem Sumut, Pak Iskandar," ujarnya.
Diterangkan Afif, kasus salah tangkap tersebut bukan hanya melukai Iskandar ST, tetapi juga telah melukai seluruh kader Partai NasDem, khususnya yang berada di Sumatera Utara.
"Pak Iskandar adalah Ketua DPW Partai NasDem Sumut, beliau adalah representasi dari seluruh kader NasDem di Sumatera Utara. Apa yang dialami Pak Iskandar telah melukai seluruh kader NasDem di Sumatera Utara," katanya.
Tidak hanya itu, sebagai Anggota DPRD Kota Medan, Afif Abdillah juga meminta Polrestabes Kota Medan untuk segera meluruskan masalah yang menimpa Iskandar ST tersebut. Sebab dari informasi yang beredar, oknum polisi yang melakukan tindakan salah tangkap tersebut berasal dari satuan di jajaran Polrestabes Medan.
"Ini juga harus diluruskan oleh Polrestabes Medan, soal benar tidaknya oknum polisi yang bertindak salah tangkap tersebut bertugas di Polrestabes Medan. Bila benar, saya minta kepada Kapolrestabes Medan untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi tersebut. Kita percaya, Kapolrestabes Medan tidak akan melindungi anggotanya yang bersalah dan akan memberikan sanksi tegas," pintanya.
Afif mengatakan, pihaknya selalu mendukung langkah pihak kepolisian dalam melakukan penegakan hukum. Akan tetapi, perbuatan salah tangkap tersebut jelas melanggar aturan, merugikan masyarakat, dan mencerminkan sikap tidak profesional.
"Tindakan salah tangkap ini jelas-jelas sudah sangat merugikan sehingga kita tidak boleh mendiamkannya, sebab mendiamkannya sama dengan membenarkan tindakan tersebut. Sekali lagi kita minta kepada pihak kepolisian untuk segera memberikan klarifikasi, memulihkan nama baik Bapak Iskandar ST dan DPW Partai NasDem Sumut, dan memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi yang telah melakukan tindakan salah tangkap tersebut," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar ST, mengaku menjadi korban salah tangkap. Iskandar dipaksa turun dari pesawat saat hendak terbang dari Bandara Kualanamu menuju Bandara Soekarno-Hatta. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/10) malam saat Iskandar sudah duduk di kursi dan pesawat sudah mau terbang.
"Saya kan duduk di dalam pesawat, ini mau terbanglah dari Medan menuju Jakarta, Garuda pesawat GA193 jam 19.25 WIB, pesawat udah mau terbang ini," kata Iskandar.
Iskandar mengatakan, saat itu datang 4-5 orang ke kursi Iskandar, kemudian dirinya diminta untuk keluar dengan paksa. "Tiba-tiba masuk 4-5 orang Avsec termasuk kru Garuda, minta saya keluar, dipaksakan lah saya keluar, keluarlah saya dari pesawat," ujarnya.
Pihak tersebut mengaku jika kepolisian meminta agar Iskandar dilarang terbang. Sebab, dia disebut menjadi tersangka.
"Ini polisinya masih jauh ini, saya bicara sama pihak Garuda, dikasihlah surat penangkapannya, namanya sama (Iskandar) dari Polrestabes itu kalau nggak salah saya. Nggak ada cek foto, KTP, hanya karena sama nama makanya saya mau ditangkap," pungkasnya.(Rel)
sumut24.co ASAHAN, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terus mendorong desadesa di Sumut untuk berinovasi dalam p
News
sumut24.co MEDAN, Kesenjangan antara teori dan praktik masih sering terjadi dalam dunia pendidikan, kondisi ini membuat persoalan di tengah
kota
Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 Monitoring Bapokting di Pasar Bakaran Batu
kota
Padang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang menghadirkan pelatihan voka
News
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkolaborasi dengan Shopee Indonesia meluncurkan program Training of Trainers (ToT) Shop
News
Medan Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577, Musim Mas Group kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial dan kehar
Umum
Jakarta, Western Australia menghadirkan peluang yang kuat dan strategis bagi travel agent, tour operator, serta mitra industri pariwisat
Wisata
Medan, STIKES Helvetia menggelar kegiatan tausiah punggahan pada Sabtu (14/02/26) dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tausi
Info
JAKARTA Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Komjen (Purn) Firli Bahuri kembalimemenangkan Piala Gong Xi Fa Cai. Kali ini
Sport
Medan Menjelang satu tahun kepemimpinannya, Gubernur Bobby Nasution mengungkapkan lima pejabat eselon II di Pemprov Sumatera Utara memil
News