Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
Baca Juga:
Oleh: H Syahrir Nasution
Perubahan sejati tidak lahir dari kekuasaan. Ia lahir dari kesadaran rakyat yang jujur melihat kenyataan. Karena sesungguhnya, kekuasaan sering kali hanya melahirkan kepatuhan — bukan kebenaran.
Dalam sejarah bangsa ini, hampir setiap rezim datang dengan jargon perubahan. Dari masa ke masa, rakyat dijanjikan kesejahteraan, keadilan, dan keberpihakan. Namun, setelah kekuasaan itu digenggam, yang berubah hanyalah wajah dan baju pelakunya, bukan nasib rakyatnya.
Kekuasaan di negeri ini terlalu sering dijadikan kendaraan untuk mempertahankan status quo, bukan menantangnya. Politik bergeser dari ruang pengabdian menjadi ruang transaksi. Mereka yang naik dengan jargon reformasi pun akhirnya tenggelam dalam kubangan kompromi.
Lihatlah hari ini — betapa kekuasaan semakin jauh dari denyut rakyat. Kritik dianggap ancaman, suara mahasiswa dibungkam dengan stigma, dan oposisi dipelihara hanya untuk formalitas demokrasi. Pemerintahan yang seharusnya menumbuhkan kesadaran, justru sibuk menata citra.
Padahal, kekuasaan tanpa kesadaran hanya melahirkan kepalsuan. Ia bisa membuat kebijakan populis, tetapi kehilangan moral politik. Ia bisa membangun jalan dan jembatan, tetapi tidak mampu membangun kejujuran.
Perubahan sejati tidak bisa dihasilkan oleh mereka yang mabuk kekuasaan. Ia hanya bisa lahir dari rakyat yang sadar bahwa nasibnya tidak boleh terus digantungkan pada penguasa. Dari kampus yang berani bersuara, dari media yang tak mau tunduk, dari masyarakat yang menolak dibodohi oleh pencitraan.
Kita tidak butuh penguasa yang pandai berjanji, tetapi pemimpin yang mau mendengar. Kita tidak butuh slogan "perubahan" di baliho, tetapi tindakan nyata di lapangan. Sebab perubahan sejati bukan datang dari atas ke bawah, melainkan dari bawah ke atas — dari hati rakyat yang sadar akan hak dan martabatnya.
Bangsa ini akan benar-benar berubah bukan ketika kekuasaan berganti, tetapi ketika kesadaran tumbuh. Dan hari itu akan datang, jika rakyat berhenti menunggu pemimpin, lalu mulai menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
sumut24.co MedanKomisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat menduk
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Kantor Camat T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membahas program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) b
News
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota
Momentum HPN ke80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
kota
Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
kota
HPN ke80, Pemkab Palas Gelar Ramah Tamah Bersama Insan Pers Bupati PMA Tekankan Peran Pers Sehat untuk Bangsa Kuat
kota
Bupati Saipullah Resmikan Lopo Tepsun, Ekonomi Desa Padang Laru Diproyeksi Meningkat
kota
Pemkab Padang Lawas Utara Tes Urine Pejabat, Bupati Tegaskan Perang Total Lawan Narkoba
kota