Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Baca Juga:
Fenomena ini memunculkan berbagai tafsir, mulai dari dugaan adanya tekanan politik hingga upaya konsolidasi kekuasaan oleh pimpinan baru. Namun bagi pengamat sosial dan politik Shohibul Anshor Siregar, situasi ini merupakan gejala psikologis dan politik yang lebih dalam—sebuah tanda ketidakstabilan kepemimpinan di awal pemerintahan.
> "Kita sedang melihat fenomena ketakutan kolektif di kalangan pejabat. Banyak yang khawatir dicap sebagai bagian dari 'gerbong Edy Rahmayadi' atau merasa tidak lagi mendapat ruang aman dalam sistem baru di bawah Bobby Nasution," ujar Siregar saat diwawancarai di Medan, Selasa (21/10).
Menurut Siregar, pergantian kepemimpinan daerah secara alami sering diikuti oleh pergantian elit birokrasi. Namun, gelombang pengunduran diri yang beruntun bisa menandakan sesuatu yang lebih serius: krisis kepercayaan di internal pemerintahan.
> "Dalam teori politik birokrasi, pergantian pimpinan memang selalu diiringi penataan ulang jabatan. Tapi kalau sampai banyak pejabatmundur dalam waktu singkat, itu menandakan retaknya rasa aman dan hilangnya stabilitas psikologis di lingkungan kerja," jelas dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara itu.
Ia menyebut, fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori psychological safety dari Amy Edmondson dan organizational justice dari Colquitt. Bila pejabat merasa tidak aman menyampaikan pendapat atau takut disalahkan, mereka akan menutup diri dan tidak lagi berani berinovasi. Kondisi ini, kata Siregar, dapat menurunkan kinerja birokrasi dan menghambat pelayanan publik.
> "Ketika pejabat melihat koleganya mundur karena tekanan atau diperlakukan secara tidak pantas, mereka kehilangan motivasi. Mereka tidak ingin berhadapan langsung dengan risiko politik, sehingga memilih diam atau mencari jalan keluar," tegas Siregar.
Lebih lanjut, Siregar menilai gaya kepemimpinan Bobby Nasution tampak masih menyesuaikan diri dengan kultur birokrasi pemerintahan provinsi, yang berbeda dengan gaya kepemimpinan di tingkat kota.
> "Birokrasi provinsi jauh lebih kompleks, berlapis, dan sensitif terhadap simbol kekuasaan. Kepemimpinan yang terlalu menonjolkan gaya konfrontatif dapat memicu resistensi internal," ujarnya.
Menurutnya, jika pengunduran diri beruntun ini tidak segera direspon dengan langkah korektif, Sumatera Utara akan menghadapi krisis kepemimpinan yang berakar pada erosi legitimasi internal.
> "Saya tidak menyebut ini krisis total, tapi sudah masuk tahap fragilisasi kepemimpinan awal—masa rapuh di mana legitimasi pemimpin baru diuji oleh respons birokrasi," kata Siregar.
Sebagai solusi, Siregar mendorong Bobby Nasution untuk segera memperbaiki komunikasi politik dan manajerial di dalam birokrasi. Ia menyarankan gubernur mengedepankan pendekatan yang menumbuhkan kepercayaan, bukan ketakutan.
> "Pemimpin yang kuat bukan yang menakutkan bawahannya, tapi yang membuat mereka merasa aman untuk bekerja, berpendapat, dan berinovasi. Itu inti dari kepemimpinan birokratik modern," pungkasnya.
Latar Belakang
Sejak dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menghadapi sorotan publik terkait sejumlah kebijakan internal dan dinamika hubungan dengan pejabat birokrasi. Pengunduran diri beberapa pejabat eselon II, termasuk Kadis Perkim Hasmirizal Lubis, dikaitkan dengan dugaan adanya tekanan politik dan restrukturisasi jabatan besar-besaran.
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menyatakan pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi. Namun di sisi lain, sejumlah laporan media mengaitkannya dengan ketegangan internal dan cara komunikasi pimpinan terhadap bawahannya.
***
Fenomena ini, menurut Siregar, menjadi ujian penting bagi kepemimpinan Bobby Nasution. Ia menegaskan, tanpa koreksi cepat terhadap gaya kepemimpinan dan sistem komunikasi, Sumatera Utara berisiko kehilangan stabilitas birokrasi dan semangat kerja aparatur.
> "Birokrasi yang takut tidak bisa melayani rakyat dengan baik. Karena itu, yang harus segera dipulihkan adalah rasa aman dan kepercayaan," tutup Siregar.red2
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Polrestabes Medan Ringkus IRTPengedar Narkoba di Lembah Sunggal
News
Penumpang Bus Travel Ditangkap Bawa Sabu 480 Gram, Hendak Dikirim ke Aceh
News
Oknum TNI Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Hukum
Radiologi FK USU Beri Layanan USG Gratis bagi Warga dalam Bakti Sosial HUT TNI
News
Perkuat Sinergi Transisi Energi Regional, MKI Sumut Hadiri Electricity Connect 2026
News
Puluhan Pekerja Konstruksi Gudang 235 Sampali Keluhkan Uang Lembur Belum Dibayar
News
sumut24.co ASAHAN, Kecepatan dan ketelitian tim kepolisian kembali membuahkan hasil. Kurang dari sehari sejak melancarkan aksinya, pelaku p
News
sumut24.co MedanPemko Medan memperluas basis penerimaan, meningkatkan kepatuhan, mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat pengawasan dan
kota
sumut24.co MedanSepuluh pelajar Kota Medan bersiap menjalankan misi lebih dari sekadar pertukaran pelajar. Selama enam hari di Ipoh, Malay
kota