Pembangunan Menara Masjid Ar Rivai Masih Butuh Dukungan Pemerintah Kota Medan
Pembangunan Menara Masjid Ar Rivai Masih Butuh Dukungan Pemerintah Kota Medan
kota
Baca Juga:
- Dugaan Korupsi Pembangunan Rusun TA 2023/2024, Tim Penyidik Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan dan Permukiman Sumut II
- Rektor USU Tinjau Hari Pertama UTBK-SNBT 2026, Pastikan Tak Ada Celah Untuk Peserta Curang
- Bersepeda Menyusuri Desa, Bupati Sergai Temukan Potensi Pertanian Anggur hingga Melon
Penundaan dilakukan menyusul mencuatnya dugaan kecurangan pada tahap penyaringan tiga calon rektor dari delapan kandidat yang direkomendasikan kepada MWA. Dugaan tersebut kian menguat setelah beredarnya foto seorang anggota Senat Akademik berbaju batik biru yang memotret surat suara di bilik pemilihan pada 25 September lalu.
Foto itu cepat menyebar di media sosial dan memantik kontroversi, terlebih sebelumnya media GoSumut.com sempat menurunkan laporan dengan judul "Jelang Pemilihan Rektor, Isu Politik Uang Semakin Santer di USU".
Nama Prof. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D., dosen Fakultas Kehutanan USU yang juga dikenal sebagai ilmuwan berprestasi internasional, terseret karena disebut-sebut sebagai sosok berbaju batik dalam foto tersebut. Hingga kini, Prof. Basyuni belum memberikan klarifikasi meski sudah dihubungi berbagai media.
Humas USU, Amalia Meutia, menyatakan bahwa tidak ada aturan yang secara eksplisit melarang pemotretan surat suara. "Keputusan untuk memotret merupakan pilihan personal dari masing-masing pemilih," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Namun, sumber internal menyebutkan perdebatan soal tata tertib memang sempat mencuat dalam rapat yang dipimpin Ketua Panitia Pemilihan, Doli Dalimunthe. Meski sebagian pihak menolak keras, Doli dikabarkan memberi kebebasan anggota senat untuk melakukan dokumentasi pribadi. Upaya konfirmasi media kepada Doli hingga kini belum mendapat respons.
Seharusnya, usai tahap penyaringan tiga calon, MWA bersama Mendiktisaintek akan memilih satu nama untuk ditetapkan sebagai rektor definitif. Dalam mekanisme tersebut, MWA memegang 65 persen hak suara, sedangkan Mendiktisaintek 35 persen.
Namun, dengan adanya dugaan kecurangan dan isu politik uang, Mendiktisaintek meminta agar pemilihan dijadwalkan ulang. "Pemilihan ini penting bagi keberlangsungan demokrasi di kampus. Karena itu, hasilnya harus sah, legitimate, dan tidak menimbulkan perdebatan," tegas Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Sementara itu, Forum Penyelamat USU (FPSU) juga melayangkan somasi kepada MWA agar memastikan pemilihan rektor berjalan bersih dan transparan. "Jika dibiarkan, praktik curang akan merusak marwah akademik USU," demikian bunyi pernyataan FPSU.
Dengan penundaan ini, USU masih menunggu jadwal baru pemilihan rektor, sembari menanti hasil investigasi atas dugaan pelanggaran yang mencoreng proses demokrasi kampus terbesar di Sumatera Utara tersebut.tim
Pembangunan Menara Masjid Ar Rivai Masih Butuh Dukungan Pemerintah Kota Medan
kota
Medan sumut24.co Satresnarkoba Polrestabes Medan, Jumat (1/5/2026) dinihari menggerebek sebuah apartemen di Kecamatan Medan Area, yang jad
Hukum
Ketua Umum PP TPI Prof Dr Ismed Daniel Nasution Keikhlasan dan Pendidikan Jadi Kunci Membangun Generasi
kota
H. Ikrom Helmi Nasution Serahkan Lagu &ldquoMars Medan untuk Semua&rdquo Kepada Walikota Medan pada Acara Tasyakuran TPI
kota
Kembangkan Kasus, Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pengedar dan 5 Pengguna Shabu
kota
Terduga Pelaku Begal dan Pencurian Tangkapan Pomal Dirawat di Rumah Sakit Komang Makes TNI AL Belawan
kota
UNPAB Resmi Buka Program Studi Teknik Industri, Terima SK Izin dari Kemendiktisaintek
kota
Ironi Transportasi Publik Menggugat Hak Hidup di Balik Tragedi Bekasi
kota
Ribuan Marga Siburian Hadiri Paskah Nasional Paboras Indonesia di Deli Serdang
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai peran yayasan pendidikan, khususnya yang berbasis keagamaan, sangat penti
kota