GARUDA 08, SYAMSUL RIZAL : MENGECAM SIKAP AGRESIF TENTARA ISRAEL ATAS KEMATIAN ANGGOTA TNI DI LIBANON
GARUDA 08, SYAMSUL RIZAL MENGECAM SIKAP AGRESIF TENTARA ISRAEL ATAS KEMATIAN ANGGOTA TNI DI LIBANON
News
Baca Juga:
Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akhirnya menyepakati serangkaian kebijakan pemangkasan tunjangan dan fasilitas anggota dewan. Langkah ini tertuang dalam Keputusan Rapat Konsultasi Pimpinan DPR RI bersama pimpinan fraksi-fraksi DPR RI yang digelar pada Kamis, 4 September 2025.
Berdasarkan dokumen resmi yang diterima redaksi, terdapat enam poin penting yang diputuskan:
Pertama, DPR menghentikan pemberian tunjangan perumahan anggota DPR sejak 31 Agustus 2025. Kedua, moratorium kunjungan kerja luar negeri mulai berlaku sejak 1 September 2025, kecuali untuk menghadiri undangan kenegaraan.
Ketiga, DPR melakukan evaluasi dan pemangkasan sejumlah tunjangan anggota, termasuk biaya langganan listrik dan telepon, biaya komunikasi intensif, hingga tunjangan transportasi.
Keempat, anggota DPR yang dinonaktifkan oleh partai politik tidak lagi menerima hak keuangan. Kelima, pimpinan DPR menindaklanjuti penonaktifan anggota dewan oleh partai masing-masing melalui mekanisme Mahkamah Partai, dengan koordinasi Mahkamah Kehormatan DPR (MKD).
Keenam, DPR berkomitmen memperkuat transparansi serta meningkatkan partisipasi publik dalam proses legislasi maupun kebijakan lainnya.
Keputusan ini ditandatangani langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Wakil Ketua DPR RI, yakni Prof. Dr. H. Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., serta dua wakil ketua DPR lainnya.
Tekanan Publik dan Kritik Boros Anggaran
Langkah ini dinilai sebagai respon atas sorotan publik terhadap gaya hidup mewah anggota dewan yang dianggap tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Selama ini, tunjangan perumahan, biaya perjalanan dinas, serta fasilitas komunikasi kerap menjadi bahan kritik karena dianggap terlalu besar dan tidak transparan penggunaannya.
Sejumlah aktivis antikorupsi juga menilai moratorium kunjungan luar negeri patut diapresiasi, mengingat perjalanan tersebut selama ini sering disebut hanya sebagai "wisata politik" yang minim manfaat nyata.
Namun demikian, keputusan ini masih menimbulkan pertanyaan: apakah langkah pemangkasan benar-benar dijalankan konsisten, atau hanya sebatas pencitraan politik di tengah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap DPR?
Publik kini menunggu implementasi nyata dari kebijakan ini, termasuk pengawasan ketat terhadap anggaran DPR agar benar-benar dialokasikan untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar fasilitas elite politik.rel
GARUDA 08, SYAMSUL RIZAL MENGECAM SIKAP AGRESIF TENTARA ISRAEL ATAS KEMATIAN ANGGOTA TNI DI LIBANON
News
DPRD Padangsidimpuan Bedah Kinerja Pemko 2025, LKPJ dan Pasar Sangkumpal Bonang Disorot Tajam
kota
Musrenbang RKPD 2027 Tapsel Digelar, Kapolres Yon Edi Winara Stabilitas Keamanan Kunci Sukses Pembangunan
kota
Resmi! Bupati Putra Mahkota Alam Hasibuan Resmikan Kantor Bupati Padang Lawas yang Baru, Era Pelayanan Publik Lebih Modern Dimulai
kota
Masuk RS karena Lambung, Pulang Tanpa Tangan RS Permata Madina Disomasi Diduga Malapraktik
kota
Tapsel Bangkit! Musrenbang 2027 Jadi Titik Awal Ekspansi, Ini Penegasan Staf Ahli Gubernur Sumut Dr. Achmad Fadly Dalimunthe
kota
Komitmen Nyata! Pemkab Madina Perpanjang Masa Transisi Demi Pemulihan Maksimal
kota
Polres Tapsel Hadir Di Motocross PMII Paluta Cup I 2026 t, Warga Merasa Aman dan Terlindungi
kota
Madina Makin Maju! Teknologi CT Scan 64 Slice Resmi Masuk RSUD Panyabungan
kota
Tambang Ilegal Marak, Pemprov Sumut Siapkan Pemetaan dan Libatkan Aparat Hukum
kota