Sabtu, 28 Februari 2026

USU dan Polres Padangsidimpuan Kolaborasi Wujudkan Restorative Justice Berbasis Budaya

Administrator - Sabtu, 09 Agustus 2025 23:06 WIB
USU dan Polres Padangsidimpuan Kolaborasi Wujudkan Restorative Justice Berbasis Budaya
P. Sidimpuan |sumut24.co -

Baca Juga:

Upaya mencegah anak terjerat masalah hukum kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan kepolisian.

Hal ini terlihat dalam kunjungan penelitian yang dilakukan Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Marlina, S.H., M.Hum, ke Polres Padangsidimpuan pada Senin (4/8/2025).

Penelitian ini mengusung judul "Restorative Justice dalam Sistem Kekerabatan Dalihan Natolu di Kota Padangsidimpuan dalam Rangka Pencegahan Anak Berhadapan dengan Hukum".

Dalihan Natolu, sebagai falsafah hidup masyarakat Tapanuli Selatan, dinilai memiliki peran penting dalam penyelesaian masalah hukum secara kekeluargaan dan berkeadilan.

Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB di Mapolres Padangsidimpuan. Kapolres AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H. bersama jajaran, termasuk Kasat Reskrim AKP Hasiholan Naibaho, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Marzuki, S.H., dan Kanit PPA Aiptu Dahron Hrp, menyambut langsung kedatangan Dr. Marlina.

Dalam sesi wawancara, Kapolres menyampaikan dukungan penuh terhadap penelitian ini.

"Kami sangat mengapresiasi penelitian yang memadukan kearifan lokal Dalihan Natolu dengan konsep restorative justice. Ini bukan hanya soal penyelesaian kasus, tapi juga menciptakan keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Jika kearifan lokal ini dimaksimalkan, kami yakin angka anak yang berhadapan dengan hukum bisa ditekan secara signifikan," ujar AKBP Dr. Wira Prayatna.

Kanit PPA Aiptu Dahron Hrp menambahkan bahwa pihaknya rutin melakukan penyuluhan dan pendampingan terhadap anak-anak yang terlibat atau berpotensi terlibat masalah hukum. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan yang proaktif.

Para penyidik PPA juga memaparkan sejumlah kasus anak yang pernah ditangani. Mereka menekankan bahwa penerapan prinsip Dalihan Natolu—yang mengedepankan musyawarah dan saling menghargai antar kerabat—terbukti membantu meredakan konflik dan mencegah proses hukum formal yang berlarut-larut.

Setelah diskusi di Polres, Dr. Marlina melanjutkan kunjungan ke Bagas Godang Raja Luat Losung Batu sekitar pukul 17.00 WIB. Ia disambut oleh Raja Luat Losung Batu Ahmad Rijal Harahap (Gelar: Sutan Raja Parhimpunan Harahap).

Dalam pertemuan itu, Ahmad Rijal menyatakan dukungan penuh terhadap penelitian ini. Menurutnya, Dalihan Natolu bukan hanya tradisi, tapi juga benteng moral masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi generasi muda dari jeratan hukum.

Penelitian ini juga membuka peluang kerja sama lebih erat antara Polres Padangsidimpuan dan akademisi USU dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya Dalihan Natolu dalam pencegahan anak berhadapan dengan hukum.

Tak lupa, Kapolres AKBP Dr. Wira Prayatna menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.

"Kami ingin penelitian ini tidak berhenti di meja akademis, tapi benar-benar diimplementasikan di tengah masyarakat. Dengan begitu, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak," tegasnya.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Narsum Dialog Publik, Dr Asren Nasution, MA: Rencana Kontinjensi Jadi Kunci Strategis Pengurangan Risiko Bencana
Akses Pelabuhan dan Puskesmas Jadi Fokus, Mahyaruddin Salim Sampaikan Usulan Strategis ke Pemprov Sumut
Taman Syech Kukut akan di Revitalisasi Pemko Solok Jadi Taman Literasi dan Budaya
From Theory to Action, Ini Pesan Rektor USU Untuk 1.843 Wisudawan Yang Dilantik
Awali 2026 Pertamina EP Pangkalan Susu Field Lakukan Pengeboran Sumur Baru
Prof Dr Muryanto Amin Dilantik Kembali Sebagai Rektor USU Periode 2026-2031
komentar
beritaTerbaru