Selasa, 24 Februari 2026

Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Diterpa Badai Skandal: Anggaran Rp 632 Miliar Dipertanyakan, Lantai Retak dan Lift Diduga Bekas

Administrator - Sabtu, 02 Agustus 2025 09:28 WIB
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Diterpa Badai Skandal: Anggaran Rp 632 Miliar Dipertanyakan, Lantai Retak dan Lift Diduga Bekas
Istimewa
Lapangan Merdeka

​MEDAN — Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp 632,5 miliar, kini menjadi sorotan tajam setelah diresmikan. Proyek yang digadang-gadang sebagai ikon baru kota ini kini dihadapkan pada serangkaian dugaan skandal, mulai dari kualitas material yang dipertanyakan, hingga isu penggunaan lift bekas.
​Kekhawatiran publik memuncak setelah ditemukannya keretakan pada lantai Lapangan Merdeka. Kerusakan ini diduga kuat berasal dari kegagalan pondasi bor pile yang tidak sesuai spesifikasi. Seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bernama Herbet Panjaitan dilaporkan sempat menolak penggunaan beton dari PT RAB Beton, yang merupakan anak perusahaan dari kontraktor utama, Gayo Lues Grup. Herbet lebih memilih beton dari PT Kraton Beton. Namun, Herbet justru diganti dari posisinya, dan beton PT RAB Beton tetap digunakan. Kejadian ini memicu pertanyaan serius tentang standar kualitas yang diterapkan dalam proyek tersebut.
​Selain itu, dugaan lain yang tak kalah menghebohkan adalah penggunaan lift bekas bermerek XioLift buatan Cina. Pengadaan lift ini diduga melibatkan Vincent, yang direkomendasikan oleh Topan Ginting saat menjabat Pj Sekda Kota Medan. Dugaan ini menguatkan kecurigaan publik terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana proyek yang sangat besar.
​Adanya multi-kontraktor yang mengerjakan proyek ini juga disebut-sebut sebagai penyebab amburadulnya pengerjaan dan keterlambatan penyelesaian. Proyek dibagi menjadi tiga tahap, dengan Gayo Lues Grup mengerjakan tahap 1 dan 2, sementara Rizal dan rekannya mengerjakan tahap 3. Hingga saat ini, pekerjaan di lapangan masih belum sepenuhnya rampung, bahkan beberapa fasilitas sudah mengalami kerusakan seperti bagian yang terkelupas dan genangan air di area basement saat hujan.
​Meskipun Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah meresmikan proyek ini, masyarakat dan berbagai pihak mendesak adanya audit menyeluruh. Tuntutan ini tidak hanya menyasar pada dugaan penggunaan material bekas dan kerusakan, tetapi juga pada kejelasan pengelolaan anggaran yang fantastis. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait, termasuk dari mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Medan, Alexander Sinulingga.
​Skandal ini tidak hanya mencoreng citra proyek kebanggaan Kota Medan, tetapi juga menjadi pelajaran penting tentang pentingnya pengawasan ketat, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur publik.tim

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kejari Bangka Selatan Tetapkan 10 Tersangka Korupsi Tata Kelola Timah, Kerugian Negara Capai Rp4,1 Triliun
Penyalahgunaan Kewenangan, Kejari Deli Serdang Didesak Periksa Dugaan Kerugian Negara di Desa Patumbak II
Tradisi Munggahan Menggeliat, Pantai Merdeka Jadi Magnet Wisata Jelang Ramadan
Polres Padangsidimpuan Jemput Paksa Wakil Direktur CV Karya Indah Sumatera, AKBP Wira Prayatna Terus Lakukan Pengembangan Projek Taman Dek Kantin
KPK Serahkan Buku Pendidikan Antikorupsi Kepada MRPTNI Dalam Forum SNPMB 2026
Merdeka Institute dan JMSI Bersinergi Tingkatkan SDM Media
komentar
beritaTerbaru