
Perumda Tirtanadi Makin Permudah Pelanggan Bayar Tagihan Air Melalui Bank dan Virtual Account
Perumda Tirtanadi Makin Permudah Pelanggan Bayar Tagihan Air Melalui Bank dan Virtual Account MEDANSumut24.coPerusahaan Umum Daerah (Perumd
NewsBaca Juga:
Jakarta – Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah), Edison, meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menetapkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Sumut, yang menyeret Kadis PUPR Topan Obaja Putra Ginting.
"Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap orang dekat Bobby Nasution merupakan bagian dari jaringan korupsi yang melibatkan para pejabat," kata Edison kepada wartawan, Jumat (11/7/2025).
Menurut Edison, kedekatan antara Bobby Nasution dan Topan Ginting sudah terjalin sejak Bobby menjabat Wali Kota Medan hingga kini menjadi Gubernur Sumut. Ia menduga keduanya intens bekerja sama dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk proyek pembangunan dan pengisian jabatan struktural.
"Jadi kemungkinan besar dugaan keterlibatan Bobby cukup kuat," ujarnya.
Edison juga mendorong agar Topan Ginting membuka fakta di hadapan KPK mengenai keterlibatan Gubernur Sumut dalam kasus ini. Ia menyebut, pemeriksaan Sekretaris Dinas PUPR oleh KPK menjadi petunjuk bahwa penyidik tengah menelusuri lebih jauh dugaan keterlibatan Bobby Nasution.
KPK diketahui telah memeriksa dua saksi terkait kasus ini pada Kamis (10/7) di Gedung Merah Putih, yakni Sekretaris Dinas PUPR Sumut, Muhammad Haldun, dan seorang PNS bernama Ryan Muhammad.
"Iya diperiksa KPK terkait OTT kemarin. Saya sebagai Sekretaris PUPR ditanyai soal proyek itu," kata Haldun saat dikonfirmasi, Jumat (11/7).
Haldun mengungkapkan, penyidik juga menanyakan soal proyek jalan yang akan dilelang, apakah sudah masuk dalam APBD Sumut 2025. Proyek tersebut antara lain pembangunan Jalan Sipiongot–batas Labuhanbatu Selatan senilai Rp96 miliar dan pembangunan Jalan Hutaimbaru–Sipiongot senilai Rp61,8 miliar.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam OTT tersebut, yaitu Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting (TOP), Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut Rasuli Efendi Siregar (RES), PPK pada Satker PJN Wilayah I Sumut Heliyanto (HEL), Dirut PT DNG M Akhirun Efendi Siregar (KIR), dan Direktur PT RN M Rayhan Dalusmi Pilang (RAY).
KPK menyita uang tunai Rp231 juta dalam OTT itu, yang diduga merupakan sisa dari total dana suap yang sudah dibagikan. Suap dijanjikan antara 10–20 persen dari nilai proyek sebesar Rp231,8 miliar. KPK menduga total dana suap yang disiapkan mencapai Rp46 miliar.tim
Perumda Tirtanadi Makin Permudah Pelanggan Bayar Tagihan Air Melalui Bank dan Virtual Account MEDANSumut24.coPerusahaan Umum Daerah (Perumd
NewsTerlapor di Polda Metro Jaya, PT PAM Mineral Kini Disomasi PT Celebes Adhi Perkasa
kotaKapolda Sumut Apresiasi Mahasiswa dan Ojol Gelar Unjuk Rasa Dengan Damai di DPRD Sumut
kotaKEMBALI DIPENTASKAN, &039BUNGA PENUTUP ABAD HADIR DENGAN NASKAH SEGAR DAN PANGGUNG PUTARJakartaSumut24.co Berbahagialah dia yang makan d
NewsUNIQLO x COMPTOIR DES COTONNIERS Hadirkan Koleksi Fall/Winter 2025 Parisian Chic dalam Sentuhan Modern Tersedia mulai 19 September 2025 Jak
NewsEvia Vivi Fortuna, ST.MM, Kadis PUPR Kabupaten Solok Dapat Prioritas Nasional DAK 2026 Fokus Kembangkan Infrastruktur Kawasan Produksi Pan
kotaAll for One, One for All Polda Sumut Tegaskan Kolaborasi Kunci Berantas Narkoba
kotaDriver Ojol Datangi Mako Brimobda Sumut Doakan Almarhum Affan Kurniawan
kotaPolda Sumut Gelar Diskusi Publik Bidang Humas, Bahas Strategi Media di Era Digital
kotaDPD Golkar Sumut Berhasil Juarai Pileg, Syamsuar Luar Biasa, Kami Akan Contoh Prestasi Ijeck
News