Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+7 Idulfitri 1447H/2026
Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H7 Idulfitri 1447H/2026
kota
Baca Juga:
- Dugaan Narasi Negatif terhadap Kejaksaan Negeri Karo Diduga Ganggu Proses Hukum Kasus Korupsi Profile Desa
- Diduga Terima Rp400 Juta Fee Korupsi APD Covid-19, Pejabat Dinkes Sumut Emirsyah Harahap Masih Bebas
- Kunjungan KPK Beri Nilai Pemkab Asahan Sebagai Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi Tahun 2026
Medan –Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Anti Korupsi Sumatera Utara (SIMAK-SU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Rabu (13/6/2025). Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua SIMAK-SU, Reza Kurniawan, yang mendesak agar Kejati segera mengusut dugaan korupsi dalam proyek pengadaan bahan makanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padang Sidempuan.
Dalam orasinya, Reza menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proyek pengadaan bahan makanan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2024 dan 2025. Ia mengungkapkan, proyek senilai Rp7,6 miliar pada 2024 dilaksanakan oleh CV Inti Sari Deli, sementara pada 2025 senilai Rp6,3 miliar digarap oleh CV Arsindo Semesta.
"Kami menduga kuat adanya praktik tindak pidana korupsi dan gratifikasi yang melibatkan Kepala Lapas Kelas IIB Padang Sidempuan serta pihak rekanan. Indikasi pengondisian proyek terlihat sejak proses lelang hingga pelaksanaan di lapangan," tegas Reza di hadapan massa aksi.
Ia juga menyebutkan bahwa proyek tersebut diduga sarat dengan praktik "fee proyek" yang disinyalir sebagai bentuk suap kepada oknum tertentu di lingkungan Lapas.
SIMAK-SU menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. "Kami tidak akan berhenti berjuang demi memastikan anggaran negara digunakan sebagaimana mestinya, dan tidak diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Aksi mahasiswa ini mendapat tanggapan dari Marina, salah satu pejabat di Kejati Sumut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap laporan masyarakat dan meminta agar dokumen serta bukti-bukti pendukung segera disampaikan guna mendukung proses hukum lebih lanjut.
Meski berlangsung dengan penuh semangat, aksi berjalan damai. Para mahasiswa berharap Kejaksaan mengambil langkah konkret dengan segera memanggil dan memeriksa semua pihak yang diduga terlibat.
Di akhir aksinya, SIMAK-SU kembali menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, khususnya di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Mereka berharap penanganan serius oleh aparat hukum terhadap kasus ini bisa menjadi momentum pemberantasan korupsi di sektor-sektor vital lainnya.
Sementara itu dikonfirmasi pihak Lapas Sidimpuan David Fernando sampai berita ini tayang tidak dibalas.red2
Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H7 Idulfitri 1447H/2026
kota
Kapolresta Deli Serdang Pantau Aktivitas Arus Balik Lebaran 1447 H di Bandara Kualanam
kota
Dugaan Narasi Negatif terhadap Kejaksaan Negeri Karo Diduga Ganggu Proses Hukum Kasus Korupsi Profile Desa
kota
Sergai sumut24.co Tim Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) Polda Sumatera Utara bersama jajaran Polres Serdang Bedagai melakukan monitoring d
News
Sergai sumut24.co Seorang pria ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kab
Hukum
Tanjungbalai PT Bank Sumut (Perseroda) terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan daerah sekaligus mitra stra
News
Kebakaran Dini Hari di Medan Selayang, Empat Bangunan Hangus, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
kota
Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
kota
PMII PALUTA Cup I 2026 Diserbu Penonton, Polisi Lakukan Pengamanan Berlapis di Padang Bolak
kota
Dari Pengawalan hingga Sterilisasi, Ini Strategi Polres Tapsel Amankan Kunjungan Mendagri
kota