PLN UID Sumatera Utara Perkuat Kolaborasi Dengan Polda Sumut Dukung Transisi Energi Nasional
sumut24.co MEDAN , PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung a
kota
Baca Juga:
Medan — Narasi populer yang menyebut bahwa Pusuk Buhit adalah milik orang Batak kini ditantang oleh pemikiran kritis dari akademisi dan aktivis budaya, Shohibul Anshor Siregar. Dalam sebuah diskusi publik bertema "Identitas dan Sakralitas dalam Bayang-Bayang Kapitalisme Budaya" yang diselenggarakan oleh komunitas nBASIS (Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya) di Medan, Sabtu (10/5), Shohibul mengajukan pembacaan ulang terhadap filosofi Pusuk Buhit dalam kebudayaan Batak.
"Sudah saatnya kita berhenti mengklaim bahwa Pusuk Buhit adalah milik kita. Sebaliknya, kita harus menyadari bahwa kitalah yang dimiliki oleh Pusuk Buhit," tegas Shohibul, yang juga menjabat sebagai Koordinator Umum nBASIS.
Pusuk Buhit, sebuah gunung bersejarah di Kabupaten Samosir, selama ini dianggap sebagai titik asal-usul orang Batak karena diyakini sebagai tempat turunnya Si Raja Batak. Namun menurut Shohibul, cara pandang ini harus dibalik agar tidak terjebak pada logika kepemilikan modern yang mengobjektifikasi ruang sakral sebagai komoditas.
"Dalam mitologi Batak, tidak ada kisah Si Raja Batak menciptakan Pusuk Buhit. Justru ia turun di sana, menjadi bagian dari kehendak tempat itu. Artinya, Pusuk Buhit lebih dahulu ada, lebih suci, dan lebih tinggi secara kosmologis. Kita ini hanya tamu yang diterima oleh sang Gunung," jelasnya.
Shohibul menyayangkan bahwa narasi "Pusuk Buhit milik kita" telah membawa masyarakat kepada semangat eksklusif, bahkan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik identitas, pariwisata massal, dan komersialisasi yang merusak. Ia mencontohkan bagaimana kawasan sekitar Pusuk Buhit saat ini mulai dirancang sebagai kawasan geopark dan wisata spiritual, tanpa melibatkan secara mendalam nilai-nilai asli dari warisan budaya Batak.
"Ketika tanah dianggap sebagai milik, maka ia bisa dijual, disewakan, atau diubah fungsinya sesuai logika pasar dan negara. Tapi ketika kita merasa dimiliki oleh tanah, oleh Pusuk Buhit, maka yang muncul adalah rasa hormat, tanggung jawab, dan pengabdian," tambahnya.
Ia juga menyoroti ketimpangan dalam pengelolaan kawasan sakral oleh negara dan korporasi, yang seringkali tidak melibatkan masyarakat adat secara substantif. "Negara sering hadir hanya dengan logika hukum dan ekonomi. Sementara yang kita perlukan adalah kebijakan yang menghormati kosmologi dan spiritualitas rakyat," katanya.
Shohibul menutup pemaparannya dengan seruan moral agar masyarakat Batak kembali membangun hubungan dengan Pusuk Buhit bukan sebagai pemilik, melainkan sebagai anak spiritual yang menjaga, memelihara, dan menghormati tanah leluhur.
"Bukan kita yang memiliki Pusuk Buhit. Ia yang memiliki kita, membentuk kita, dan menguji kita. Kalau kita gagal menjaga kehormatannya, maka kita telah menolak akar kita sendiri," pungkas Shohibul.
Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, akademisi, mahasiswa, serta pegiat lingkungan dan budaya dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan reflektif bulanan nBASIS dalam upaya membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap isu-isu kebudayaan, lingkungan, dan kearifan lokal.Rel
sumut24.co MEDAN , PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung a
kota
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial
News
BEKASI Pemerintah menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan Commuterline Cikarang yan
News
Rekayasa Lalu Lintas di Medan 29 April 2026, 18 Titik Jalan Ditutup Sementara
kota
Upacara Hari Otonomi Daerah 2026 di Paluta Bupati Reski Basyah Harahap Sampaikan Enam Strategi Besar
News
Bupati Madina Saipullah Nasution Serukan Percepatan Pembangunan Saat Upacara Hari Otonomi Daerah 2026
kota
Bupati Saipullah Nasution Lepas Jemaah Haji, Tangis Haru Iringi Keberangkatan 342 Jemaah Haji Madina
kota
Hari Otda 2026, Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Serukan Kolaborasi Kuat Demi Indonesia Emas
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Restorative Justice Lebih Cepat, Humanis, dan Minim Konflik
kota
Bupati Gus Irawan Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah 2026, Tegaskan Arah Baru Pembangunan Tapsel
kota