Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan Siantar-Saribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas
Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan SiantarSaribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas
kota
Baca Juga:
Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani Tampubolon ketika dikonfirmasi S24 tentang Ks dugaan penganiayaan pramugari Wing's Air tersebut mengatakan kasusnya sudah ditangani Subdit Renakta Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut dan masih dalam tahap penyelidikkan.
"Belum ada penetapan tersangkanya sebab masih dalam tahap penyelidikan. Kita pun masih memeriksa sejumlah saksi-saksi," katanya, Selasa (29/04/25).
Seperti diketahui, penyidik Polres Nias melimpahkan laporan pengaduan pramugari Lidya diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan anggota DPRD Sumut ke Mapolda Sumatera Utara.
"Sudah kita limpahkan laporannya ke Polda Sumut untuk mempermudah proses penyelidikannya," ujar Kapolres Nias, AKBP Revi Nurvelani, Kamis (24/04).
Ia mengatakan, sebanyak lima orang saksi termasuk pelapor Lidya, pihak Bandara Gunung Sitoli, pilot pesawat dan pihak dari terlapor telah dilakukan pemeriksaan.
"Dilimpahkannya laporan ini karena aktivitas terlapor, pelapor, dan sejumlah saksi lebih banyak di Kota Medan. Sehingga penanganan perkaranya akan lebih efektif diproses di Polda Sumut," katanya.
"Intinya pelimpahan ke Polda Sumut untuk mempermudah proses penyelidikan sehingga perkara itu dapat segera selesai," terang mantan Kapolsek Medan Kota tersebut.
Sebelumnya, anggota DPRD Sumut, Megawati Zebua, resmi dilaporkan ke Mapolres Nias buntut dugaan penganiayaan terhadap pramugari bernama Lidya di dalam pesawat.
Dari laporan yang diterima, wakil rakyat itu diduga melakukan tindakan arogan hingga mencekik seorang pramugari di dalam pesawat hingga viral di media sosial. Sementara itu, Megawati Zebua membantah telah mencekik pramugari tersebut.
"Saya hanya menyuruh pramugarinya untuk bergeser. Supaya penumpang yang lain bisa masuk," terangnya bahwa kala itu hendak membantu seorang pria tua yang ingin tasnya tidak diletakkan di bagasi sebab akan transit ke Padang.
"Menunggu barang di bagasi kan satu jam, bisa lah dia ketinggalan pesawat sehingga tiketnya hangus. Makanya saya minta tolong ke pramugarinya," ujarnya.
"Tetapi pramugarinya bertahan sekali dengan mengatakan itu sudah dilabel sehingga tidak bisa dimasukkan ke dalam kabin," pungkasnya(W05)
Foto:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan SiantarSaribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas
kota
SATKAMLING Nagori Dolok Maraja Kabupaten Simalungun Terima Penghargaan Terbaik 3 Poldasu
kota
Wawako Suryadi Nurdal Lantik 3 Pejabat Eselon II
kota
Pemerintah Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah pada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
kota
Bupati Solok Terima Silaturahmi Forum Ketua KAN Kabupaten Solok
kota
Bangunan Cafe Ilegal di Jalan Bambu Medan Timur Jadi Simbol Kebocoran PAD, Camat Sudah Layangkan Surat Tapi Pemilik Membandel
kota
Aman! Tim Jibom Den Gegana Back Up Polres Padangsidimpuan Dispose Granat Militer di Batunadua
kota
sumut24.co ASAHAN, Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Asahan menggelar kegiatan doa bersama dan pemberian s
News
sumut24.co ASAHAN, Polres Asahan menggelar kegiatan Apel Satkamling dan Penyerahan Piala Satkamling Polres Asahan Polda Sumatera Utara, ber
News
Tapsel sumut24.co PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, resmi mengajukan hak jawab kepada redaksi sumut24.co meny
kota