Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq Diamanhkan Menjabat Dirlantas Polda Lampung
Medan sumut24.co Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., resmi mengemban jabatan baru sebagai Direktur Lalu Lint
News
Baca Juga:
- Sutrisno Pangaribuan: Jangan Hanya Geledah BPN! Kejatisu Harus Ungkap Dugaan Permainan Ganti Rugi Lahan Tol Medan–Binjai
- Desa Ledong Barat Bersinar Menuju Desa Percontohan Antikorupsi KPK, Wakil Bupati Asahan : Ini Amanah Harus Dijaga
- Wali Kota Tanjungbalai Lantik 12 Pejabat, Pesan Jangan Jadi Bagian dari Masalah
Medan – Pengangkatan pejabat di Sumatera Utara (Sumut) kembali mendapat sorotan tajam. H. Syahrir Nasution, seorang pengamat sosial dan politik, mengungkapkan kekhawatirannya terkait sejumlah jabatan yang dianggap bermasalah. Dalam pernyataannya, Syahrir menyoroti kasus pengangkatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Topan Obaja Ginting, yang sebelumnya meninggalkan masalah di Dinas PU Kota Medan. Hal ini menurutnya dapat mencoreng upaya pemerintah provinsi untuk mengurangi praktik korupsi.
Selain itu, Syahrir juga menyinggung nama Alexander Sinulingga, yang dituding terlibat dugaan korupsi saat menjabat di Dinas PKPCKTR Medan. Termasuk kepala Inspektorat Sumut Sulaiman Harahap, karena ketiga pejabat tersebut hanya ikut assesmen dan tidak ikut lelang jahatan di Pemprovsu. Dugaan tersebut menambah daftar panjang masalah di tubuh pemerintahan Medan dan Sumut yang belum terselesaikan.
Pengamat ini juga mengkritik pengangkatan tiga pejabat dari Pemko Medan ke Pemprov Sumut. Menurut Syahrir, langkah tersebut bermasalah karena jabatan yang dituju belum memenuhi ketentuan yang diatur oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), yakni harus memiliki masa jabatan lima tahun. Hal ini, kata Syahrir, terkesan dipaksakan dan dapat menurunkan kredibilitas proses birokrasi di Sumut.
"Pengangkatan pejabat yang bermasalah atau terlibat dugaan korupsi dapat merusak upaya pemberantasan korupsi yang sedang diupayakan oleh pemerintahan saat ini," kata Syahrir. Menurutnya, transparansi dalam setiap proses pengangkatan sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Pernyataan ini menggambarkan adanya ketegangan dalam proses penataan pemerintahan di Sumut, yang diharapkan dapat lebih baik dalam mengelola sumber daya dan memberi pelayanan publik yang maksimal. Pemerintah diminta untuk lebih berhati-hati dalam memilih pejabat yang memiliki rekam jejak bersih, serta mematuhi aturan yang ada agar proses pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan bebas dari praktik korupsi.
Tentu saja, masyarakat berharap agar pengangkatan pejabat di masa depan tidak hanya berdasarkan faktor kedekatan politik atau kepentingan tertentu, tetapi lebih mengutamakan profesionalisme, integritas, dan transparansi.tim
Medan sumut24.co Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., resmi mengemban jabatan baru sebagai Direktur Lalu Lint
News
Polda Sumut Gerebek Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan, 27 Orang Positif dan 2 Diduga Pengedar
News
Kapolri Rotasi Tujuh Wakapolda, Brigjen Fadillah Zulkarnaen Adik Ipar Wawako Medan Gantikan Naek Pamen di Sumut
News
Polisi Sisir Cafe dan Karaoke di Padangsidimpuan, Remaja di Bawah Umur Diserahkan ke Satpol PP
News
Polisi Hadir Membawa Kepedulian, Satreskrim Polres Padang Lawas Santuni Anak Yatim
News
Patroli Malam Polres Palas Sasar Pusat Sibuhuan, Remaja yang Nongkrong Larut Diimbau Pulang
News
Dana Bencana Padangsidimpuan dan Tapsel Jadi Sorotan, Ratusan Miliar Dipertanyakan Berapa yang BenarBenar Diterima Korban?
News
JAKARTA Indonesia akan ambil bagian untuk pertama kalinya dalam Piala Dunia Sepakbola Mini atau IMF World Cup Minifootball Antalya 2026
News
Medan sumut24.co Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Kota kembali berhasil sergap seorang komplotan spesialis bongkar rumah mewah di Jalan H
Hukum
Medan sumut24.co Upaya pemberantasan dan memerangi narkotika jenis sabu sabu dan penyakit masyarakat seperti perjudian beberapa kali sudah
Hukum