Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal: Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Baca Juga:
- Lingkungan Rusak, Nyawa Melayang: PTPN III dan PT Agincourt Resources Disorot, Negara Didesak Tetapkan Tersangka Kasus Banjir Bandang Batang Toru
- Sumatera dalam Lingkaran Banjir: Jejak Deforestasi, Tata Ruang Bermasalah, dan Politik Perizinan
- Wujudkan Kepedulian, Prudential Syariah Gandeng Dompet Dhuafa dan LAZISNU Salurkan Bantuan Tahap Dua di Aceh
Menurut pantauan awak media, sebanyak 21 rumah warga terdampak akibat banjir yang datang secara tiba-tiba. Sayangnya, tidak ada satu pun pejabat terkait yang turun langsung untuk meninjau kondisi warga ataupun memberikan bantuan. Hal ini menimbulkan kemarahan dan kekecewaan dari masyarakat yang merasa ditinggalkan oleh pemimpinnya sendiri.
Faisal Saragih, salah satu warga yang terdampak, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap sikap pemerintah setempat, terkhusus Lurah Silandit yang menurutnya sama sekali tidak menunjukkan rasa kepedulian terhadap kondisi warga di Kasmiah.
"Kami ini warga di bawah naungan Kelurahan Silandit, tapi saat musibah terjadi, jangankan datang melihat, menanyakan kondisi kami saja tidak," ujar Faisal dengan nada kecewa.
Senada dengan Faisal, Salman Faris, yang rumahnya juga terendam banjir, menambahkan bahwa banjir kali ini sangat ganas dan mengakibatkan air masuk yang mana kali ini cukup parah dengan membawa lumpur yang begitu tebal dan batuan pada rumah-rumah warga hingga beberapa dinding perkarangan halaman dan dalam rumah retak.
"Air datang tiba-tiba pada pukul 01.00 WIB dini hari, dalam hitungan menit sudah mencapai paha orang dewasa. Kami hanya bisa menyelamatkan beberapa barang yang sempat diangkat," tutur Salman.
Hal yang sama dialami oleh Bang Rangkuti, seorang pedagang warung kopi di kawasan tersebut. Warung miliknya yang juga merupakan tempat tinggalnya turut terendam banjir, mengakibatkan kerugian besar bagi dirinya.
"Warung ini adalah sumber mata pencaharian saya. Kalau sudah begini, bagaimana saya bisa mencari nafkah? Seharusnya pemerintah hadir untuk membantu kami," keluh Bang Rangkuti.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Lurah Silandit maupun Pemerintah Kota Padangsidimpuan terkait musibah ini. Warga berharap ada perhatian lebih dari pihak berwenang agar mereka tidak merasa diabaikan dalam situasi sulit seperti ini.zal
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Perolehan Tanah Ex HGU PT. Danau Diatas Makmur di Area Convention Hall Alahan Panjang
kota
Tidak Ada Masalah, Andar AminTerpilih Secara Konstitusional
kota
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Rekam Jejak Konsisten dan Dukungan Publik Menguat, Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Figur Sentral Masa Depan Polri
kota
sumut24.co ASAHAN, Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
News
sumut24.co ASAHAN, Dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Asahan m
News
sumut24.co ASAHAN, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPTD SMP Negeri 2 Silau Laut memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (03/02/2026).
News
Asahan sumut24.co Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres A
News
Asahan sumut24.co Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
Hukum