Zahara Lestari Butuh Uluran Tangan Dermawan

Medan | Sumut24

Zahara Lestari, bocah tiga bulan menderita hidrosefalus (penyakit yang menyerang organ otak) terpaksa tinggal dijalanan lantaran kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Kalaupun menginap dalam  rumah , itu hanya belas kasihan warga di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

 

Keluarga Zahara Lestari di Desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deli Serdang, kemarin. Terlihat keluarga baru saja keluar dari rumah salah satu warga yang sebelumnya tempat menumpang. Dengan kondisi pakaian lesu, Peringgo (36) ayah Zahara terlihat menenteng tas berisi pakaian dan susu bayinya bayinya. Sementara itu, Sunita (33) hanya mengendong anaknya.

 

Pasangan suami istri itu mengakui belum mengetahui pasti hendak kemana. Kondisi keuangan yang cukup berat memaksa merasa hanya bertahan hidup di pinggiran jalan. “Belum tau mau kemana, paling di depan rumah warga lah berteduh,” kata Sunita dengan meneteskan air mata karena cemas dengan kondisi kesehatan putrinya.

 

Sunita menuturkan dengan kondisi suami yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Membuat mereka tinggal atas belas kasihan warga lain, yang memberikan tumpangan. Namun, namanya menumpang hanya beberapa hari saja dan suaminya tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.

 

Beruntung dalam melakukan pengobatan ia terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Akan tetapi ia mulai was-was karena kepesertaan BPJS Kesehatan dari mandiri, sehingga harus membayar iuran setiap bulan. “Kita juga takut, nanti kepesertaan diputus karena tidak sanggup bayar. Sedang ini kita harus seminggu sekali cek kondisi anak ke RSUP Haji Adam Malik, itu saya kita bingung,” ujar ibu dua anak ini.

 

Karena itu, Ia sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk bisa merawat bayi dengan baik. Karena dengan hidup di jalanan dia khawatir kondisi bayi mengalami pembengkakan di kepala bisa itu bertambah parah.

 

“Pingin kali kasih makanan yang bergizi kepada anak. Tapi gimanalah untuk berteduh saja kita mengalami kesulitan. Makanya kita sangat berharap ada yang bantu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Selamat, Nuraidi, mengakui sudah mendapatkan informasi tersebut, bahkan warga sudah pernah membantu dengan gotong royong. Beberapa warga juga bersedia menambung mereka di rumahnya. “Kita akan cek kembali dan nantinya kita akan kordinasi dengan kecamatan untuk meminta bantuan kepada Dinas Social Kabupaten Deli Serdang,” katanya.

 

Terhadap tempat tinggal, lanjutnya, pihak akan berkordinsi dengan keluarga Zahara untuk diusulkan dalam bedah rumah. Namun, keluarga harus memiliki lahan. “Sebenarnya sich keluarga lumayan berada. Cuma tidak tau lah kenapa bisa seperti itu. Walaupun begitu kita tetap bersama-sama membantu anak tersebut,” katanya.(W04)