Wali Kota Sidak Direktur dan Wadir RSUD Langsa Diancam Copot

0
1629

LANGSA I SUMUT24
Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, menegaskan, bila Direktur dan Wakil Direktur (Wadir) beserta sejumlah Kabid Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, selama tenggang waktu selama 14 hari tidak bisa mendistribusikan penyediaan air bersih diseluruh ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa akan dicopot dari jabatannya.
“Direktur maupun Wadir beserta Kabid RSUD ini selama 14 hari tidak juga menyediakan pendistribusian air bersih ke seluruh ruang rawat inap kita copot atau dijemur dibawah teriknya matahari,”tegas Wali Kota saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di rumah sakit, Rabu (6/4).
Sekitar pukul 09.30 WIB Wali Kota sidak lewat pintu belakang rumah sakit langsung menuju ke ruang rawat inap bersalin dan disitu dilihat kondisi ruangan bersalinnya mengeluarkan aroma tidak sedap.Kemudian, Wali Kota meminta kepada kepala ruangan agar menjaga kebersihan sehingga pasien terutama ibu hamil yang hendak melahirkan nyaman ketika dirawat.
Selanjutnya, Wali Kota menuju ke ruangan dapur masak dan memberikan apresiasi kepada petugas disana karena dinilai sudah baik serta kondisi ruangan dapur pun bersih tidak terlihat seperti dapur sebelumnya yang terlihat kumuh plus kotor.
Namun, puncak kemarahan Wali Kota bangkit lagi ketika melihat kondisi bak penampungan air yang sangat jorok sehingga air yang didistribusikan keseluruh ruang rawat inap airnya berwarna kuning, padahal sumber air yang diambil sangat jernih, bahkan disaring lagi air sebelum ditampung ke bak penampungan.
Hal yang sama juga terlihat saat berada di ruangan rekam medik karena keberadaan kepala ruangan tidak berada di tempat, Wali Kota sempat mensobek lapisan dinding ruangan itu yang dilapisi dengan wallpaper karena banyak yang terkupas.
Selang 15 menit kemudian barulah kepala ruangan rekam medik sampai. “Saya minta ini segera diperbaiki kalau tidak akan saya ambil tindakan tegas dan kalau tidak sanggup bekerja bilang biar saya berikan kepada orang yang mampu,”tegasnya dihadapan sejumlah pasien yang sedang berobat.
Namun, saat berada di ruangan bagian bina program Wali Kota mengumpulkan semua pejabat rumah sakit diantaranya wadir dan kabid yang membidangi masalah penyediaan air bersih.Namun, direktur rumah sakit tidak berada disaat Wali Kota melakukan sidak.
Wali Kota pun sempat menuliskan sejumlah catatan yang ditemukan hasil sidaknya diantaranya, penyediaan air bersih di ruang rawat inap kotor dan berwarna kuning dan sejumlah pasien mengeluh karena minimnya persediaan air bersih di kamar mandi di ruang rawat inap.
Karenanya, Wali Kota secara tegas meminta kepada direktur, wadir dan sejumlah kabid agar segera menindaklanjuti atas temuan itu dan dalam jangka waktu selama 14 hari tidak juga dikerjakan maka diambil tindakan tegas dengan diberikan dua pilihan yakni dicopot dari jabatannya atau berjemur dibawah teriknya matahari. (Han)